Kompas.com - 14/03/2014, 21:21 WIB
Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih didampingi para pengacara usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka untuk yang ketiga kalinya di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Rabu (8/1/2014) KOMPAS.com/PUJI UTAMIMantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih didampingi para pengacara usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka untuk yang ketiga kalinya di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Rabu (8/1/2014)
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com
- Mantan Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, Rina Iriani mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi Jateng. Rina dijadwalkan diperiksa yang kelima kalinya pada Jumat (14/3/2014) dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus korupsi Griya Lawu Asri (GLA) Karanganyar dan pencucian uangnya.

Salah satu penasihat hukum Rina, M Taufik membeberkan alasan ketidakhadiran kliennya itu. Pihaknya juga mengaku telah mengirimkan surat pemberitahuan tidak hadir disertai surat keterangan dari dokter RSUD Karanganyar.

"Yang jelas, klien kami taat hukum. Kami sudah mengajukan hari lain untuk pemeriksaan. Klien kami kurang sehat karena kelelahan setelah mengikuti acara di Jakarta," kata Taufik, Jumat (14/3/2014).

Pihaknya menawarkan hari lain untuk hadir, yakni Senin (17/3/2014) mendatang. Pada hari itu, Rina siap diperiksa.

Perihal mangkirnya Rina, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Semarang mendatangi Kejati dan memberikan bungkusan pakaian bekas. Kiriman pakaian atau "gombal" sebagai pertanda Kejati dinilai selalu obral bicara, namun tidak sesuai dengan perbuatan.

"Kejati gombal alias cuma ngomong saja. Tidak membuktikan penegakan hukum seperti yang digembar-gemborkannya," kata Sekretaris Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah, Eko Haryanto di Semarang, Jumat (14/3/2014).

KP2KKN sendiri tak ingin turut serta mencampuri teknis penyidikan. Tapi, setiap orang dinyatakan sama kedudukannya di depan hukum. Dia mencurigai adanya aktor kuat di balik tak ditahannya Rina.

Secara terpisah, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jateng, Masyhudi secara langsung menerima pemberian gombal bekas. Pemberian itu dianggap sebagai dukungan.

Masyhudi juga menyinggung tidak ditahannya Rina dengan alasan subyektif dan obyektif. Alasan subyektifnya adalah kemungkinan tersangka mempengaruhi saksi, menghilangkan barang bukti dan melarikan diri. Alasan obyektif adalah dasar penahanan sesuai KUHAP.

"Kira-kira kemungkinan itu ada atau tidak, nah itu subyektifitas penyidik. Kami berterima kasih, kami anggap pakaian bekas ini bentuk perhatian masyarakat dalam penegakan hukum," ujar Masyhudi.

Sedianya, mantan Bupati Karanganayar itu diperiksa pukul 10.00 WIB, namun tak muncul. Ditunggu hingga pukul 13.30 WIB pun Rina tak hadir juga. Hingga akhirnya, Rina dinyatakan tidak memenuhi panggilan penyidik.

Rina dijerat dengan dua kasus hukum sekaligus. Pertama, kasus dugaan penyalahgunaan subsidi perumahan Griya Lawu Asri (GLA) dari Kementerian Perumahan Rakyat dengan Spindik Nomor Print: 37/O.3/F.d.1/11/2013 tertanggal 13 November 2013.

Rina telah merekomendasikan Koperasi Serba Usaha (KSU) Sejahtera sebagai Lembaga Keuangan Mikro (LKM)/Lembaga Keuangan Non bank (LKBN) yang berhak menyalurkan bantuan subsidi perumahan kepada Menpera tanpa melalui verifikasi dan rekomendasi dinas koperasi setempat.

Rina juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencucian uang. Penetapan itu tertuang pada Sprindik nomor Print: 01/O.3/F.d.2/01/2014. Dia diduga menyamarkan harta kejahatan dari hasil korupsi di luar Laporan Harta Kekayaan Negara yang telah dilaporkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X