Tolak Rusunawa, Korban Kebakaran Bikin Pondok di Lokasi Bencana

Kompas.com - 09/02/2014, 11:41 WIB
Jelang masa tanggap darurat habis, warga korban kebakaran Sungai Bolong memilih membangun sendiri rumah mereka di lahan eks kebakaran. KOMPAS.com/SUKOCOJelang masa tanggap darurat habis, warga korban kebakaran Sungai Bolong memilih membangun sendiri rumah mereka di lahan eks kebakaran.
|
EditorFarid Assifa

NUNUKAN, KOMPAS.com - Menjelang berakhirnya masa tanggap darurat kebakaran sungai Bolong di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sejumlah korban kebakaran mulai membangun sendiri rumah mereka di lokasi yang sama. Salah satu warga RT 9, Dahlia mengaku pilih membangun sendiri rumahnya sembari menunggu bantuan pembangunan dari pemerintah.

“Untuk sementara lah, daripada kita pergi nyewa. Sewa rumah mahalnya sekarang ini. Jadi beginilah bikin pondok sementara. Kalau memang pemerintah mau bangunkan, kami siap dibongkar," jelas Dahlia, Minggu (9/2/2014).

Untuk membangun pondok yang berukuran 3 X 6 meter, Dahlia mengaku telah mengeluarkan uang hingga Rp 5 juta hasil bantuan dari salah satu partai di Nunukan dan dari tetangganya. Dahlia mengaku belum mendapat bantuan uang dari pemerintah daerah.

“Kami punya dana sendiri dari saudara, bantuan kami kumpulkan. Dari partai ada satu juta. Untuk beli tiang satu batang 50 ribu. Ndak lari (habis) 5 juta untuk bikin pondok ini, itu belum tukang," kata Dahlia.

Bantuan Rp 15 juta untuk setiap kepala keluarga korban banjir yang secara simbolis diserahkan saat kunjungan Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, ternyata belum disalurkan kepada para pengungsi. Dalam kunjungannya di posko tanggap darurat korban kebakaran 3 Februari lalu, Gubernur Kaltara langsung menyerahkan uang tunai sebesar Rp 211 juta untuk para korban bencana alam di Nunukan.

Sementara itu, rencana pemerintah daerah yang akan memindahkan pengungsi korban kebakaran ke rusunawa pasca-masa tanggap darurat ditolak oleh warga. Dahlia lebih memilih tinggal di pondok yang dibangun di atas eks lokasi kebakaran karena akses untuk bekerja dan sekolah anaknya lebih mudah dibandingkan kalau tinggal di rusunawa. “Kan anak semua sekolah di sini, kerja di sini," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.