TPA Manado Tak Sanggup Tampung Sampah Banjir

Kompas.com - 03/02/2014, 13:27 WIB
Sejumlah kenderaan dump truk sedang menurunkan muatan sampah yang diangkut dari wilayah yang terkena banjir bandang di Manado. Kompas.com/Ronny Adolof BuolSejumlah kenderaan dump truk sedang menurunkan muatan sampah yang diangkut dari wilayah yang terkena banjir bandang di Manado.
|
EditorKistyarini

MANADO, KOMPAS.com - Puluhan truk keluar masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo, Manado, Senin (3/2/2014). Kendaraan-kendaraan itu mengangkut sampah hasil yang ditinggalkan banjir bandang. Tak hanya sampah, lumpur pun ikut diangkut.

"Saya sudah tiga kali bolak-balik sejak pagi. Dan sudah bekerja hampir dua minggu ini," ujar Antou, salah satu sopir truk yang menunggu giliran muatannya dibongkar.

Dua ekskavator terlihat berjibaku membongkar sampah tersebut. Sementara ratusan pemulung saling berebut mencari sampah yang masih bisa didaur ulang kemudian dijual kembali. Terlihat sampah di TPA Sumompo telah menggunung setinggi puluhan meter.

Salah seorang petugas yang berada di situ, mengakui bahwa satu-satunya TPA di Manado tersebut telah kelebihan kapasitas. Wali Kota Manado, Vicky Lumentut sendiri mengungkapkan bahwa lumpur dan sampah yang ditinggalkan banjir bandang bisa mencapai 100.000 kubik.

Menurut dia Pemkot sendiri telah menurunkan 116 dump truck dan 16 alat berat untuk mengangkut sampah dan lumpur tersebut. Besarnya volume sampah yang ditinggalkan terlihat dari masih banyaknya sampah yang belum terangkat, walau sudah lebih dari dua minggu banjir bandang surut.

Bahkan di beberapa lokasi, sopir truk membuang sampah bukan lagi di TPA. Salah satunya di ruas jalan Ring Road yang kini dipenuhi sampah di bagian kiri kanan jalannya.

Penanganan sampah dan lumpur yang masih ada di wilayah pemukiman memang harus segera dilakukan. Jika tidak, dikhawatirkan akan memicu penyakit pascabencana.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Ada Lagi Toleransi, Warga Banjarmasin yang Tak Kenakan Masker Langsung Didenda Rp. 100.000

Tak Ada Lagi Toleransi, Warga Banjarmasin yang Tak Kenakan Masker Langsung Didenda Rp. 100.000

Regional
Pemancing Tergulung Ombak di Pantai Wediombo Gunungkidul Ditemukan Meninggal

Pemancing Tergulung Ombak di Pantai Wediombo Gunungkidul Ditemukan Meninggal

Regional
Kisah Firman, Sarjana yang Sukses karena Menggeluti Sampah

Kisah Firman, Sarjana yang Sukses karena Menggeluti Sampah

Regional
Truk yang Tabrak 5 Pengendara hingga Tewas Ternyata Alami Rem Blong

Truk yang Tabrak 5 Pengendara hingga Tewas Ternyata Alami Rem Blong

Regional
Emosi, Ibu yang Digugat Anaknya Soal Warisan, Ancam Minta ASI-nya Dibayar

Emosi, Ibu yang Digugat Anaknya Soal Warisan, Ancam Minta ASI-nya Dibayar

Regional
Keluarga Pasien Covid-19 yang Meninggal Akan Diberi Santunan

Keluarga Pasien Covid-19 yang Meninggal Akan Diberi Santunan

Regional
Debu Vulkanik Gunung Sinabung Menerjang 4 Wilayah

Debu Vulkanik Gunung Sinabung Menerjang 4 Wilayah

Regional
Longgarkan PKM, Pemkot Semarang Perketat Aturan Penggunaan Masker

Longgarkan PKM, Pemkot Semarang Perketat Aturan Penggunaan Masker

Regional
Tabrakan Dua Truk dan Satu Motor, Seorang Tewas

Tabrakan Dua Truk dan Satu Motor, Seorang Tewas

Regional
Waspada Klaster Baru, Pemprov Banten Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda

Waspada Klaster Baru, Pemprov Banten Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda

Regional
Buron 3 Bulan, Pria yang Hina Protokol Kesehatan dan Polisi Ditangkap

Buron 3 Bulan, Pria yang Hina Protokol Kesehatan dan Polisi Ditangkap

Regional
Reaksi yang Dialami Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

Reaksi yang Dialami Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

Regional
Marah Disuruh Bersihkan Kebun, Suami Bunuh Istri di Hadapan 3 Anaknya

Marah Disuruh Bersihkan Kebun, Suami Bunuh Istri di Hadapan 3 Anaknya

Regional
Ibu yang Digugat Anaknya soal Warisan: Saya Capek Jadi Ibu, Dia Harus Bayar Air Susu Saya

Ibu yang Digugat Anaknya soal Warisan: Saya Capek Jadi Ibu, Dia Harus Bayar Air Susu Saya

Regional
Heboh Daging Ayam Bantuan BPNT Busuk, Kades Sebut Ada Intimidasi 'Barang Gratisan Kok Milih'

Heboh Daging Ayam Bantuan BPNT Busuk, Kades Sebut Ada Intimidasi "Barang Gratisan Kok Milih"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X