Kompas.com - 27/01/2014, 13:07 WIB
Simulasi penanggulangan teroris di Batan Puspiptek Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (23/4/2013). Simulasi ini digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) bekerjasama dengan TNI, Polri, Batan. KOMPAS IMAGES / VITALIS YOGI TRISNASimulasi penanggulangan teroris di Batan Puspiptek Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (23/4/2013). Simulasi ini digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) bekerjasama dengan TNI, Polri, Batan.
EditorSandro Gatra


MATARAM, KOMPAS.com
- Kepala Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Pol Moechgiyarto mengatakan, dua warga yang diduga terlibat jaringan terorisme, yakni HMN (41) dan R alias S (37), dilepas karena belum ada indikasi ke arah perbuatan tindak pidana.

"Sudah dilepas, belum ada dugaan ke arah teroris, atau pun DPO kasus lainnya, atau pelaku (tindak pidana) lainnya," kata Moechgiyarto di Mataram seperti dikutip dari Antara, Senin (27/1/2014).

Polisi menangkap dua orang itu di Perumahan Bumi Harapan Permai (BHP), Jalan Damai 3 Blok H Nomor 107, Desa Karang Bongot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (23/1) malam, yang diawali dengan aksi penggerebekan selama empat jam mulai sekitar pukul 18.00 Wita.

Puluhan anggota Polres Lombok Barat, anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri, dan personil Polda NTB, bersenjata lengkap mengepung rumah yang berada di kawasan perumahan tersebut, hingga menangkap dua warga itu.

Tidak ada perlawanan selama proses penangkapan berlangsung, namun dari lima orang menghuni rumah itu, hanya dua orang yang diciduk.

Saat penangkapan, polisi membawa serta perangkat komputer (CPU), jerigen dan barang lainnya yang dihubung-hubungkan dengan dugaan material perakit bahan peledak.

Setelah menjalani pemeriksaan intensif di Polda NTB yang juga melibatkan tim anggota Densus 88, kedua warga itu dilepas karena tidak cukup bukti.

Moechgiyarto mengaku sebagai Kapolda NTB ia siap dipraperadilankan atas aksi penangkapan tersebut.

"Silahkan saja praperadilan, itu haknya orang, kita hadapi. Dua orang itu ditangkap karena ada kecurigaan. Kita (polisi) punya kewenangan tujuh hari kalau menduga teroris. Makanya kita lepas, karena belum terbukti, kalau besok dia apa (terindikasi terlibat), ya kita tangkap," ujarnya.

Jenderal polisi berbintang satu itu menepis anggapan tidak profesionalnya intelijen Polri dalam mendeteksi keberadaan terduga teroris.

"Bukan intelijen yang kurang tanggap, masyarakat yang lapor karena dengar adanya ledakan. Itu peristiwa awalnya. Dari ledakan itulah polisi melakukan penyelidikan, kemudian mengamankan kedua orang itu, karena ada beberapa barang yang juga diamankan dan perlu didalami," ujarnya.

Setelah didalami, lanjut Moechgiyarto, ternyata tidak ada kaitannya dengan pelaku teroris, ataupun DPO (daftar pencarian orang) atau pelaku tindak pidana lainnya.

"Apakah itu bisa terindikasi, masih pendalaman. Memang belum bisa dikatakan teroris ada di Lombok, baru curiga masyarakat, tetap itu harus disikapi secara baik," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.