Kemenkum HAM: Kerusuhan di Lapas Palopo Masuk Ranah Pidana

Kompas.com - 15/12/2013, 21:48 WIB
Lapas Klas II Palopo TRIBUN TIMUR/THAMZILLapas Klas II Palopo
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkum HAM), Haru Tantomo menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus kerusuhan dan pembakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Palopo ke aparat kepolisian. Pasalnya, tindakan narapidana sudah masuk ke ranah pidana.

"Dalam kerusuhan di Lapas Kelas II Palopo, ada aset negara yang dirusak, dan itu merupakan tindak pidana. Dimana sebagian gedung Lapas Kelas II Palopo dibakar oleh narapidana. Selain itu, ada tindak pidana yang dialami Kepala Lapas, Sri Pamudji, yakni penganiayaan dan pengeroyokan. Jelas, korban melaporkan kasus itu ke polisi," katanya.

Terkait situasi keamanan di Lapas Kelas II Palopo, Haru menyatakan sudah berangsur pulih. Dengan begitu, Haru tidak melakukan pemindahan narapidana pascapembakaran gedung. Meski begitu, pihaknya langsung melakukan perbaikan dengan memberikan pengaman di bagian gedung yang sudah terbakar.

"Situasi di sini sudah pulih dan saya tadi sudah bedialog dengan narapidana di masjid Lapas Kelas II Palopo. Ikut serta wali kota, unsur muspida, anggota DPRD, Dandim dan Kapolres. Dari dialog itu, tidak ada pemindahan narapidana. Termasuk juga memberi pengaman di bagian gedung yang habis terbakar. Pengerjaan bisa rampung sekitar dua hari," katanya.

Sebelumnya telah diberitakan, kerusuhan terjadi di Lapas Kelas II Palopo, setelah narapidana mengamuk dan membakar gedung, Sabtu (14/12/2013) pagi. Selain itu, narapidana mengeroyok Kepala Lapas, Sri Pamudji dan melempari petugas Lapas dengan batu. Kerusuhan bisa diredam setelah ratusan aparat gabungan TNI-Polri datang dan mengamankan situasi, sekitar pukul 13.30 Wita.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang di Puncak, Kendaraan yang Abai Protokol Kesehatan Diminta Putar Balik

Libur Panjang di Puncak, Kendaraan yang Abai Protokol Kesehatan Diminta Putar Balik

Regional
Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Regional
IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

Regional
Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Regional
Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Regional
3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

Regional
4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Regional
Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Regional
Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X