Kompas.com - 15/12/2013, 20:30 WIB
Mbah Putri (istri mendiang Mbah Maridjan) dan putranya Mas Kliwon Surakso Hargo (kanan) berbincang dengan Dirut PT Sidomuncul di petilasan rumah Mbah Maridjan di Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (19/7/2013). KOMPAS.COM/Y WIJAYA KUSUMAMbah Putri (istri mendiang Mbah Maridjan) dan putranya Mas Kliwon Surakso Hargo (kanan) berbincang dengan Dirut PT Sidomuncul di petilasan rumah Mbah Maridjan di Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (19/7/2013).
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com
- Sosok almarhum Mbah Maridjan masih tetap menjadi idola bagi warga di DIY maupun luar daerah. Hal ini terbukti dengan larisnya kaos bergambar juru kunci Merapi, diburu wisatawan yang datang ke objek wisata Volcano Tour di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Selain kaos, foto-foto saat erupsi gunung Merapi juga turut diminati pengunjung. Hampir di sepanjang jalan di objek wisata Volcano Tour, khususnya di Kinahrejo, Kecamatan Cangkringan, Sleman berjejer di kios-kios berbahan bambu yang memajang berbagai suvenir khas Merapi. Di antara suvenir itu termasuk kaos almarhum Mbah Maridjan. Pedagangnya juga warga asli lereng Merapi yang dulu merupakan korban erupsi.

"Sampai saat ini masih laris. Wisatawan setiap ke sini pasti menanyakan dan membeli kaos wajah almarhum Mbah Maridjan," jelas Mursani, yang juga merupakan istri dari juru kunci gunung Merapi Mas Asih Surakso Hargo, Minggu (14/12/2013).

Selain kaus bergambar almarhum Mbah Marijon, wisatawan juga banyak yang mencari foto-foto dan video erupsi. Mungkin, kata Mursani, wisatawan penasaran ingin menonton erupsi Merapi 2010 yang begitu dahsyat di video.

Di hari biasa, menurut Mursani kaos mbah Marijabn bisa terjual sekitar 30 hingga 50 biji. Namun jika di hari libur, penjualan bisa meningkat tiga kali lipat antara 100-200 kaos. Hal sama juga untuk penjualan foto-foto dan video erupsi Merapi.

Mursani mengungkapkan, satu kaus bergambar almarhum Mbah Maridjan atau gunung Merapi sedang mengeluarkan awan panas dihargai Rp 40.000. Sedangkan buku berisi foto dilepas seharga Rp 30.000.

Sementara itu, Widodo, wisatawan asal Depok saat ditemui di rumah almarhum Mbah Maridjan, mengaku sengaja membeli kaus Mbah Maridjan karena beliau adalah tokoh yang sederhana, jujur dan menjalankan tanggung jawabnya sampai darah penghabisan. Namanya tidak pernah bisa dipisahkan dari gunung Merapi. Meski telah meninggal, namun kharisma Mbah Maridjan masih tetap ada.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Beliau sosok yang patut dicontoh. Sengaja beli kaosnya biar anak-anak saya juga mengenal, sehingga bisa meniru kejujuran, kesederhanaan dan kesetiaan beliau," pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.