Kompas.com - 03/12/2013, 19:29 WIB
Ratusan orang dari berbagai kelompok buruh kembali melakukan aksi unjuk rasa menuntut revisi UMK di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (3/12/2013) KOMPAS.com/PUJI UTAMIRatusan orang dari berbagai kelompok buruh kembali melakukan aksi unjuk rasa menuntut revisi UMK di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (3/12/2013)
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com - Ratusan orang dari berbagai kelompok buruh kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (3/12/2013). Mereka menuntut revisi Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Unjuk rasa semacam ini pernah dilakukan pada 26 November lalu. Para buruh mengaku akan terus melakukan aksi hingga Gubernur Jateng bersedia melakukan revisi.

Sejak ditetapkan pada 18 November lalu, setidaknya sudah sekitar lima kali buruh melakukan unjuk rasa. Aksi kali ini dilakukan dengan teatrikal tari Jaran Kepang. Para buruh itu membuat jaran kepang dari kardus dengan kepala bergambar Ganjar Pranowo. Kemudian mereka menampari kepala jaran kepang tersebut sebagai wujud kekecewaan pada Ganjar.

Meski gerimis, aksi tetap berlanjut hingga petang. Seusai melakukan tari Jaran Kepang, kardus kemudian dikumpulkan dan dibakar. Aksi ini dijaga ketat aparat kepolisian.

Koordinator aksi, Nanang Setiyono mengatakan, unjuk rasa akan terus dilakukan hingga ada revisi UMK. Ia berharap, UMK di Semarang akan sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Para buruh, ungkapnya, bersedia bertemu Gubernur jika membicarakan soal revisi.

Oleh para buruh, Ganjar dinilai tidak membela kepentingan buruh. Para buruh itu juga membawa sejumlah poster yang berisi tuntutan dan kekecewaan. Selain itu, mereka juga memasang bukti kontrak kosial calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan DPD Serikat Pekerja Nasional Jawa Tengah berukuran besar di depan gerbang gedung Gubernur.

Nanang mengatakan, penetapan UMK oleh Gubernur sebagian besar perhitungan KHL-nya hanya dilihat pada rata-rata hasil survei Januari hingga September 2013, atau hanya bulan September 2013. Sebab itu, pihaknya meminta UMK dihitung kembali dari KHL Desember 2013 ditambah perkiraan inflasi tahun 2014. "Harus ada revisi," tandasnya.

Seperti diketahui, UMK tertinggi di Jawa Tengah yakni di Kota Semarang dengan Rp 1.423.500. Sedangkan besaran UMK terendah di Jawa Tengah yakni di Kabupaten Purworejo dengan UMK sebesar Rp 910.000. Dibanding tahun 2013, UMK 2014 mengalami kenaikan rata-rata sebesar 16,66 persen. Ketetapan tersebut tertuang dalam keputusan Gubernur Jateng Nomor 560/60 Tahun 2013 tertanggal 18 November 2013.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X