Kompas.com - 04/11/2013, 22:56 WIB
Ilustrasi pengadilan. ShutterstockIlustrasi pengadilan.
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com
— Kasus kerusuhan antara Front Pembela Islam (FPI) dan warga Lamongan seusai bermain PlayStation mulai disidang perdana di PN Surabaya, Senin (4/11/2013).

Sidang kasus ini dakwaan dibuat terpisah sehingga sidang juga digelar terpisah dengan jaksa penuntut umum (JPU) berbeda.

Polisi menerjunkan puluhan personel yang ditempatkan di pintu masuk ruang sidang dan halaman PN Surabaya. Namun, sidang berjalan lancar karena hanya sedikit pengunjung yang hadir.

Pada sidang awal, dua tokoh FPI Lamongan didudukkan sebagai terdakwa, yakni Umar Faruq dan saudaranya, Zainal Anshori. Kedua JPU, Djamin Susanto dan Nur Rachman, secara bergantian membaca dakwaan.

Dalam dakwaan disebutkan, kejadian di Dusun Dengok, Desa Kandang Semangkon, Kecamatan Paciran, Lamongan, pada Senin (12/8/2013) lalu itu dipicu penganiayaan oleh anggota FPI pada 8 Agustus 2013.

Saat itu, Zaenuri alias Zen, Viki, dan Gondok yang merupakan anggota FPI menganiaya Zaenul Efendi, Agus Langgeng, dan Sampurno di rental PlayStation milik Eko di Gow, Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran. Ketiga korban mengalami luka bacok dan lebam akibat tendangan di tubuh mereka. Polres Lamongan kemudian menetapkan Zen, Viki, dan Gondok sebagai tersangka.

"Kami menjerat pasal berlapis, yakni dakwaan primer pada Pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12/1951 dan subsider, yakni Pasal 170 ayat 1 KUHP," jelas JPU Nur Rachman dalam sidang, Senin (4/11/2013).

Pada dakwaan, kerusuhan berlanjut saat seorang warga Blimbing, Paciran, bernama Raden (35) bersama 20 orang rekannya melakukan aksi pembalasan. Mereka mencari Zen. Karena tidak bertemu, mereka pun menganiaya Riyan (20) dan istri Zen, Sundari (30). Akibatnya, Sundari terluka di tangan kiri karena luka bacok dan Riyan mengalami luka bacok di kepala.

Peristiwa di rumah Zen memancing emosi kelompok FPI yang dipimpin Umar Faruq. Dia bersama 25 orang anggota lainnya pada Senin (12/8/2013) pukul 01.00 WIB mencari penganiaya Sundari dengan menuju rumah Muklis di Dusun Denhok, Desa Kandang Semangkon, Kecamatan Paciran.

Para pelaku merusak kaca rumah, televisi, dan enam sepeda motor. Selanjutnya, para pelaku bergeser ke Jalan Daendels, Paciran, tepatnya di depan dealer Suzuki. Di sana mereka melakukan sweeping dan menganiaya Hamzah Soleh (18). Punggung korban mengalami luka bacok, bahkan telinga kirinya juga terluka hingga hampir putus. Selain itu, dua sepeda motor terbakar.

Seusai berkas dakwaan dibacakan, dua terdakwa dari FPI berkonsultasi dengan kuasa hukumnya, Zainal Affandi. Tak lama, Zainal Affandi mengaku tak mengajukan eksepsi dan memilih langsung ke pembuktian persidangan.

"Ini memang keinginan klien karena sebenarnya klien dan terdakwa lain sudah ada perdamaian. Ini akan kami ungkap dalam sidang berikutnya," papar Zainal seusai sidang.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X