Kompas.com - 19/10/2013, 03:56 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual Ilustrasi pelecehan seksual
|
EditorPalupi Annisa Auliani
KEFAMENANU, KOMPAS.com — Pelaku pemerkosaan terhadap bocah berinisial RK (12)—siswi kelas V salah satu SD di Kelurahan Oelami Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, yang selama ini berada di bawah pengawasan penyidik Polres TTU—diduga dibiarkan kabur. Orangtua RK pun kesal.

"Sebelumnya pelaku sudah ditahan, tapi sewaktu kami pergi untuk mengecek, penyidik Pak Simon Nailiu dan Putu Pasek mengatakan bahwa tahanan sudah dititipkan ke lapas, jadi kami tidak perlu khawatir. Tapi ketika kami cek ke kejaksaan, ternyata berkas sudah dilimpahkan, tetapi pelaku tidak ada," kata orangtua kandung RK, KK dan VS, kepada Kompas.com, Jumat (18/10/2013).

"Kami tidak tahu sengaja atau tidak disengaja, ketika kami kembali mengecek, mereka bilang pelaku dititipkan lagi di indekos khusus karena sakit malaria. Kami mulai curiga dan langsung cek di rumah penyidik, ternyata Ferdy sudah kabur," ungkap KK yang diamini sang istri.

Menurut KK pada Agustus 2012 lalu, putrinya dibawa kabur oleh Ferdy Beukliu (20) selama 4 hari. RK disembunyikan di rumah orangtua Ferdy di Oemeu. Ketika mengetahui keberadaan RK, KK dan istrinya langsung menuju rumah orangtua Ferdy untuk menjemput anaknya dan meminta pertanggungjawaban.

"Saat itu, orangtua Ferdy menyatakan bersedia bertanggung jawab dan akan menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan," kata KK. Namun, setelah menunggu enam bulan dan tak ada iktikad baik dari keluarga Ferdy, KK pun melaporkan perbuatan Ferdy ke Polres TTU pada April 2013.

"Tapi sampai sekarang belum juga ada dakwaan karena berkas perkara diserahkan kepolisian tanpa pelaku," kecam KK. Dia menilai perkara pemerkosaan anaknya ini berjalan di tempat. Meskipun berkas perkaranya telah dilimpahkan ke kejaksaan, kejaksaan tidak dapat membuat dakwaan karena pelaku yang berada di bawah pengawasan penyidik Polres TTU kabur.

KK mengaku sangat kecewa karena pelaku dibiarkan kabur begitu saja. Keadilan untuk anaknya pun semakin sulit. "Penyidik seolah berupaya membebaskan pelaku, sementara anak sekarang tidak lagi bersekolah. Masa depan anak saya hancur, tapi dia tidak memperoleh keadilan," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia berharap agar Kepala Polres TTU dan Kepala Polda Nusa Tenggara Timur dapat mengawal proses hukum kasus ini. "Agar bisa memberi ganjaran hukum terhadap pelaku," harap KK.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Polres TTU AKBP I Gede Mega Suparwitha membantah pelaku kasus tersebut kabur. Menurutnya, masa penahanan pelaku telah selesai sehingga dikeluarkan demi hukum.

"Kami sudah siap waktu itu. Cuman karena ada hambatan dan juga koordinasi dengan kejaksaan juga tidak lancar karena jaksanya sibuk mengurus kasus korupsi di Kupang, (berkas) bolak-balik sehingga akhirnya masa penahanan habis dan waktu itu berkasnya belum P-21," papar Suparwitha.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.