Kompas.com - 18/10/2013, 15:53 WIB
Aep Supriatna dan Yani Mulyani orangtua dari bayi kembar parasit Ginan Septian Nugraha kembali menerima bantuan dari pembaca kompas.com sebesar Rp. 2.500.000 KOMPAS.com/Putra Prima PerdanaAep Supriatna dan Yani Mulyani orangtua dari bayi kembar parasit Ginan Septian Nugraha kembali menerima bantuan dari pembaca kompas.com sebesar Rp. 2.500.000
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Yani Mulyani (33), ibu dari bayi yang terlahir dalam kondisi conjoined twin parasitic atau kembar siam parasit dari dalam mulut bernama Ginan Septian Nugraha, mengaku sangat senang melihat kemajuan kesehatan yang ditunjukan putra ketiganya itu saat ini.

Pasalnya, setelah hanya bisa terbaring di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSHS Bandung selama dua pekan lebih pascaoperasi pemisahan bayi parasit yang menempel dan keluar dari dalam mulut, Yani akhirnya bisa menggendong Ginan.

"Alhamdulillah Pak, kemarin sudah bisa diais (digendong)," kata Yani di ruang tunggu RSHS Bandung, Jumat (18/10/2013).

Diceritakan Yani saat pertama kali menggendong Ginan, Kamis (17/10/2013) sore kemarin, Ginan menangis cukup keras di dalam kotak inkubator. Meski sudah dibelai, tangisan Ginan tak kunjung berhenti. Yani pun kaget ketika perawat langsung mempersilakan Yani untuk menggendong putra ketiganya itu.

Dengan agak gemetar Yani langsung menggendong Ginan dalam pelukannya. Mukjizat terjadi, tangisan Ginan hilang dalam hangatnya pelukan sang ibu. "Pas digendong langsung bobo (tidur) Ginannya. Alhamdulillah saya sudah tenang sekarang," ucap Yani terurai senyum.

Yani pun mengaku ingin setiap hari menggendong anaknya itu. "Sekarang saya setiap hari di rumah sakit biar bisa gendong Ginan," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Ginan Septian Nugraha terlahir dengan kondisi kembar siam parasit. Saudara kembarnya yang memiliki bentuk tidak sempurna menempel dan keluar dari mulut bayi yang sehat.

Dokter menyebut bayi parasit tersebut sebagai tumor epignathus teratoma. Setelah dilakukan operasi pemisahan, mulut Ginan tidak bisa menutup lantaran rahang bawahnya terbiasa menahan beban kembarannya yang bersifat parasit itu. Sendi rahang Ginan tidak berada pada tempatnya.

---

Informasi penyaluran bantuan untuk Keluarga Ginan Septian Nugraha dapat menghubungi e-mail: redaksikcm@kompas.com



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X