Kompas.com - 01/10/2013, 19:00 WIB
Ilustrasi : Daun ganja. shutterstockIlustrasi : Daun ganja.
|
EditorFarid Assifa

MEDAN, KOMPAS.com
- Sebanyak 13 karung berisi daun ganja kering asal Provinsi Aceh diamankan aparat Polresta Medan. Ganja seberat total 340 kilogram itu disita dari tangan enam pelaku terduga pengedar di dua tempat terpisah di Kota Medan, Selasa (1/10/2013).

Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta didampingi Kasat Nakoba Kompol Dony Alexander mengatakan, penangkapan keenam pelaku berawal dari informasi yang mereka terima bahwa satu unit mobil berwarna hijau BK 1167 LH di Jalan AH Nasution, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, diduga bermuatan ganja. Hasil penggeledahan di mobil tersebut, disita empat karung ganja seberat 100 kilogram dari dua pelaku berinisial MRC (39), warga Desa Sambirejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, dan SD (32), penduduk Desa Sei Rotan, Percut Sei Tuan.

Dari pemeriksaan terhadap keduanya diketahui ganja akan dijual kepada seseorang berinisial R di kawasan Tanjung Anom, Kecamatan Pancurbatu. Polisi lalu melakukan pengembangan dan berhasil mengetahui keberadaan pelaku lain berinisial SI (50), penduduk Kelurahan Bandar Sakti, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi.

"SI berperan menyediakan mobil untuk distribusi ganja. Dia ditangkap di Jalan Medan - Batangkuis. Sementara hasil penggeledahan di rumah SD ditemukan 9 karung ganja seberat 240 kilogram. Pelaku mengaku membeli 340 kilogram ganja seharga Rp 180 juta untuk dipasarkan di Kota Medan," kata Kapolresta Medan.

Menurutnya, para pelaku akan dikenakan Pasal 112 jo Pasal 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotikan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sementara itu, salah seorang pelaku, SD mengaku menyesal menjual ganja. Menurutnya, saat penangkapan dia sedang bersama temannya, MRP dan anak MRP, AR. Mereka mau mengantarkan empat karung ganja seberat 100 kilogram menggunakan mobil Kijang Krista BK 1167 LH ke rumah pemesan di Jalan AH Nasution.

"Rizaldi (MRP) meneleponku bilang ada pesanan 100 kilogram. Diantar ke rumah salah seorang bandar marga Siregar yang tingga di Jalan AH Nasution. Bertiga kami mengantarkannya, terus ditangkap," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lanjut SD, ia dan MRP ditangkap karena informasi dari Siregar. "Siregar yang membocorkan ke polisi bahwa kami membawa ganja. Siregar tidak ditangkap, pemain juga dia. Waktu ditangkap, anakku yang berumur 5 tahun menangis nengok aku ditendang polisi," kata laki-laki yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan ini.

Ganja seberat 340 kilogram itu, lanjutnya, didapat dari seorang bandar besar di Aceh bernama Siti Darma. "Dari dia aku dapat barang itu, kusimpan di rumah. Rencananya mau dipasarkan selama sebulan ini. Upahku Rp 100.000 tiap kilonya dan uangnya ku dapat tiap selesai transaksi. Aku nekat jual ganja karena kebutuhan hidup," kata SD menunduk.

Tapi apa lacur, uang belum di dapat, dirinya harus meringkuk di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X