Wali Kota Probolinggo Tak Terima Istrinya Dipanggil “Rokmini”

Kompas.com - 21/09/2013, 15:30 WIB
Wali Kota Probolinggo HM Buchori. KOMPAS.comWali Kota Probolinggo HM Buchori.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

PROBOLINGGO, KOMPAS.com — Wali Kota Probolinggo, Jawa Timur, HM Buchori, diam-diam ternyata menyimpan kekesalan karena istrinya, Rukmini, yang maju di Pilwali Probolinggo pada 29 Agustus lalu, dipelesetkan namanya menjadi "Rokmini". Menurutnya, hal itu sebagai pelecehan.

"Masak Ibu Rukmini dipanggil Rokmini. Rok mini itu akan rok wanita di atas lutut. Itu pelecehan. Saya tak terima itu," kata Ketua Bamusi PDI Perjuangan Jatim ini kepada ratusan pendukungnya dalam istighasah di Sekber Harus Pas, Jumat (20/9/2013) malam.

Selain itu, dia juga mengaku kesal dengan juru kampanye pasangan calon lain yang mengatakan haram hukumnya memilih pemimpin perempuan. Menurut Buchori, itu juga sebagai pelecehan agama.

"Itu yang berkampanye seorang kiai. Dia bilang haram mencoblos pemimpin perempuan. Itu kiai ecek-ecek namanya. Padahal MUI sudah mengeluarkan fatwa, perempuan boleh menjadi pemimpin. Saya siap melakukan debat terbuka dengan kiai mana pun terkait hukum memilih pemimpin perempuan di televisi," ucapnya lagi.

Sebelum mengizinkan istrinya maju dalam pencalonan wali kota, Buchori mengaku sudah berkonsultasi dengan Ketua PBNU KH Said Agil Siradj, Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftahul Achyar, Ketua PWNU KH Mutawakkil Alallah, dan KH Maimun Zubair soal hukum memilih pemimpin perempuan dalam kacamata agama. Dan menurut para ulama itu, lanjut Buchori, boleh-boleh saja memilih pemimpin perempuan.

Diketahui, Pilwalkot Probolinggo diikuti empat pasangan calon, yakni Dewi Ratih-As’ad Anshari (Deras), Hj Rukmini-Suhadak (Harus Pas), Zulkifli Chalik-Maksum Subani (Zam-zam) dan Hadi Zainal Abidin-Kusnan (Handalanku).

KPU menetapkan pasangan Harus Pas sebagai pemenang Pilwali. Namun, ketiga pasangan calon itu menggugat hasil pilwali ke Mahkamah Konstitusi (MK). Putusan MK dijadwalkan pada Rabu (25/9/2013) depan.

Menyikapi sengketa di MK, Buchori optimistis istrinya tetap memenangkan Pilwali. Dia juga yakin, pasangan Harus Pas tinggal menunggu pelantikan pada 29 Januari 2014. "Insya Allah, Harus Pas tetap memenangkan Pilwali," ujarnya, Sabtu (21/9/2013).

Di tempat berbeda, Agus Irianto, tim sukses Harus Pas, menyatakan siap tanding ulang jika memang MK memutuskan Pilwali ulang. "Namun, kami optimistis MK akan mengesahkan pasangan Harus Pas sebagai pemenang. Sebab, kami tidak melakukan money politics, penggelembungan suara, dan manipulasi data. Semuanya terbuka," imbuh Agus.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.