Kompas.com - 10/09/2013, 17:16 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
SINGKAWANG, KOMPAS.com – Sulitnya memperoleh bahan baku kedelai membuat para perajin tempe harus ekstra keras memutar otak supaya usaha yang mereka jalankan tetap berproduksi. Salah satu cara yang digunakan untuk menyiasati kondisi tersebut adalah dengan mengoplos kacang kedelai impor dari Amerika dengan kacang kedelai lokal.

Melambungnya harga kedelai impor di pasaran yang mencapai Rp.11.000 hingga Rp.12.000 per kilogram berdampak pada hasil produksi perajin tempe. Selaih harga yang tinggi, sulitnya memperoleh bahan baku juga berpengaruh pada perputaran modal.

Kondisi ini membuat Dede Prayoga, seorang perajin tempe mengaku terpaksa mengoplos kedelai dalam produksinya.

“Awal bulan kemarin kami sudah mulai oplos kacang Amerika dengan kacang lokal, tapi seminggu terakhir ini total pakai kacang lokal. Sekarang harga kacang lokal juga sudah tembus harga sembilan ribu per kilo, itu pun katanya mau naik lagi,” kata Dede, yang sudah tiga generasi menjalankan usaha tempe turun temurun keluarganya di Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (10/9/2013).

Dede menyebutkan, mengoplos kedelai dilakukannya karena terbentur masalah modal, selain itu dia juga bisa menghemat stok kacang kedelai dari amerika.

“Tiap hari bisa simpan dua karung kacang Amerika, kan lumayan buat tambahan produksi besoknya. Soalnya tempe harus tiga kali modal baru bisa jadi satu hari. Tapi dari kualitas tempe agak menurun," kata Dede.

Dede juga mengatakan, saat ini usaha pembuatan tempe semakin tinggi risikonya. Selain harga bahan baku kedelai yang tinggi, dia juga tidak berani menaikkan harga jual tempe.

“Dari perajin tempe belum punya inisiatif untuk kumpul membicarakan masalah harga. Sekarang konsumen sudah mengeluh dengan kondisi barang, karena selain kita menggunakan kedelai lokal dengan kualitas yang rendah, kita hanya bisa mengurangi ukuran timbangan tempe dan memperkecil ukuran. Jadi harga tempe masih tetap stabil," kata Dede.

Dede berharap, masih bisa meneruskan usaha turun temurun keluarganya ini, walaupun saat ini kualitas tempe yang diproduksinya menjadi turun, karena menggunakan kacang kedelai lokal yang mutunya kurang baik. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.