Kompas.com - 05/09/2013, 22:34 WIB
|
EditorFarid Assifa
SAMARINDA, KOMPAS.com - Sistem pendidikan di Samarinda mulai mengkhawatirkan. Hal ini terlihat dari kurangnya perhatian pemerintah terhadap bangunan sekolah. Seperti yang terjadi pada SD 011 dan 024 di Jalan Danau Maninjau, Samarinda Ilir. Pembangunannya mangkrak, dan dinas terkait malah saling lempar tanggung jawab.

Sebagai dinas yang bertanggung jawab, Dinas Cipta Karya dan Tata Kota (Disciptakot) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda, ditengarai menjadi penyebab mangkraknya pembangunan kedua sekolah tersebut.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Samarinda, Hero Mardanus mengakui, kelanjutan proyek tersebut hingga kini belum terlaksana lantaran proses lelang yang dua kali gagal. Penyebab utamanya karena tidak ada peserta lelang yang memenuhi syarat.

“Sebenarnya hanya masalah sistem koordinasi saja, yang pasti pekerjaan itu berlanjut pada tahun ini,” terangnya. Pihaknya tetap optimistis gedung yang saat ini baru berupa pilar, lantai dan atap itu, dapat rampung sebelum akhir tahun ini.

Kondisi itu membuat orangtua murid khawatir melepas anaknya pergi ke sekolah. Pasalnya, hal-hal buruk bisa mengancam murid yang tengah belajar atau bermain.

Tercatat ada sekitar 800 murid yang bersekolah di sekolah itu. Bangunan dua lantai yang tak berdinding, material yang berhamburan hingga kondisi sekolah lawas yang tak lagi layak, menjadi acaman bagi semua siswa.

"Saya takut anak saya terkena beling saat bermain. Ketakutan ini bukan saya saja, tapi semua orangtua murid," kata Rusnah (30), salah satu orangtua murid.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda, Ibnu Araby, mengatakan telah mengirimkan surat kepada Dinas Cipta Karya dan Tata Kota Samarinda untuk membantu rehabilitasi sekolah.

“Kami tidak tahu sejauh mana tahapan pengerjaannya, sebab Disdik hanya bisa mengusulkan. Sebab bukan kewenangan kami,” ujar Ibnu.

Selain itu, kata Ibnu, Disdik tak bisa berbuat banyak lantaran dari daftar pengajuan perbaikan, sedikit sekali yang disetujui. "Alasannya kebanyakan soal biaya yang minim," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.