Kompas.com - 03/09/2013, 12:15 WIB
Keterbatasan hidup di pedalaman hutan Boliyohuto, Gorontalo membuat suku Polahi memanfaatkan apa yang bisa disediakan oleh alam dalam mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Kompas.com/Ronny Adolof BuolKeterbatasan hidup di pedalaman hutan Boliyohuto, Gorontalo membuat suku Polahi memanfaatkan apa yang bisa disediakan oleh alam dalam mempertahankan kelangsungan hidup mereka.
|
EditorGlori K. Wadrianto
GORONTALO, KOMPAS.com - Relokasi komunitas adat Polahi dari wilayah hutan di lereng Gunung Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Gorontalo sejak tahun 2004. Namun, adanya perbedaan pemahaman antara warga polahi dan pemerintah setempat membuat upaya tersebut tidak maksimal.

Menurut Kepala Seksi Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Gorontalo, Supardi Walango, pemerintah telah membuka lahan pemukiman untuk 16 kepala keluarga (KK) masyarakat polahi.

Dari jumlah tersebut, hanya separuh atau delapan KK saja yang bersedia menempati lahan pemukiman di Desa Tamaila, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo tersebut.

Supardi menuturkan, pemerintah pun telah berulangkali membujuk masyarakat Polahi yang masih bertahan di lereng gunung untuk menempati pemukiman di Desa Tamaila. Namun usaha itu selalu saja berbuah penolakan.

Alasan utama penolakan tersebut adalah karena Polahi sulit melakukan pembauran dengan masyarakat Gorontalo kebanyakan. “Selain itu mereka menolak diatur-atur pemerintah, terutama dalam hal membayar pajak,” kata Supardi.

Menurut Supardi, PKAT kemudian lebih aktif melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat polahi yang telah bermukim di Desa Tamaila dengan berkoordinasi bersama instansi lain.

Dinas pertanian berperan memberi penyuluhan pertanian, dinas Pekerjaan Umum (PU) bertugas membangun infrastruktur, dinas kesehatan menyediakan puskesmas pembantu, dan dinas pendidikan untuk membangun sekolah.

“Setiap tahun kami melakukan bimbingan sosial motivasi terpadu yang meliputi bimbingan pertanian dan agama. Dari segi agama, pemahaman mereka masih minim,” kata Supardi.

Supardi melanjutkan, saat ini masyarakat Polahi di Desa Tamaila telah mengenal pasar, tak seperti saudara-saudara mereka di lereng gunung yang masih menyandarkan kehidupannya dengan berburu dan meramu.

Pembinaan Polahi di Desa Tamaila oleh Dinsos Provinsi Gorontalo dilakukan selama tiga tahun sejak 2004 sampai 2007. “Saat ini masyarakat di desa tersebut berada dalam tahap purna bina yang pelaksanaannya di bawah tanggung jawab Dinsos Kabupaten Gorontalo,” kata Supardi.

Menurut Supardi, dari pemaparan Dinsos Kabupaten Gorontalo, masyarakat Desa Tamaila mengaku senang dengan cara hidup baru mereka yang tidak lagi berpindah-pindah di dalam hutan.

Selain di Desa Tamaila, Dinsos Provinsi Gorontalo juga melakukan pemberdayaan komunitas adat terpencil di beberapa titik lain di lima kabupaten yang ada di Provinsi tersebut. Selain Polahi, suku Bajo yang hidup di pesisir Pantai Kabupaten Pohuwato juga dimasukkan daftar komunitas adat terpencil yang menjadi sasaran pembinaan PKAT.

“Totalnya ada 4.250 KK yang termasuk dalam komunitas adat terpencil. Kita sudah memberdayakan lebih dari 1000 KK,” imbuh Supardi. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.