Kompas.com - 30/08/2013, 08:51 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
GORONTALO, KOMPAS.com - Kepala Desa Dumati, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Mardiyanto Otuhu dituntut mundur oleh sejumlah warganya. Mardiyanto dianggap tidak layak menjadi kades karena kerap menggunakan celana pendek.

Tuntutan warga Desa Dumati tersebut terungkap dalam sidang yang digelar oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat, Kamis (29/8/13) kemarin.

Warga menyatakan, Mardiyanto kerap memakai celana pendek pada acara resmi dan keagamaan, tak menjalankan pelayanan pemerintahan dengan baik dan terlibat judi togel.

Sebanyak 300 warga menandatangani mosi tidak percaya kepada sang kades. Berdasarkan mosi tersebut BPD Dumati kemudian menggelar sidang paripurna. "Sidang ini sudah ada dasar hukumnya," kata Ketua BPD Dumati, Sudirman Abdullah.

Dalam sidang tersebut, salah seorang tokoh adat, Sumakso Katili mengatakan setidaknya ada dua pasal pidana adat Gorontalo yang dilanggar Mardiyanto.

"Pasal pertama yakni Totala Balalo atau selalu membuat keributan atau mengajak masyarakat ribut, sedangkan pasal kedua yakni totala bunulo atau sengaja berbuat kesalahan yang bertentangan dengan etika atau tatanan adat," jelasnya.

Dari pasal yang kedua, kades melanggar hukum adat berkaitan dengan totala sapihi (kesalahan terkait dengan sifat jorok) karena memakai celana pendek pada acara penting. Sanksi dalam pelanggaran ini adalah sanksi sosial, yaitu sang pelanggar akan dipermalukan di depan umum.

Sang Kades sendiri membantah kerap berpakaian tak sopan pada acara besar atau resmi. Dalam suatu acara pengajian di mesjid setempat, Mardiyanto mengaku datang dengan pakaian sopan. Dia kemudian kembali lagi mengenakan celana pendek setelah pengajian berakhir.

"Saya hanya mampir sebentar, sebelum menonton acara sepakbola di televisi bersama warga lain," kilahnya.

Mardiyanto juga membantah terlibat dalam judi togel. Dia bahkan menantang warga untuk membuktikan keterlibatannya dalam kegiatan yang bertentangan dengan aturan adat tersebut.

Mardiyanto bahkan balik menuduh tuntutan mundur dari warganya tersebut hanya berdasarkan rasa tidak suka. Kades yang baru sembilan bulan bertugas itu hanya memenangkan 38,7 persen suara dalam pemilihan kepala desa dari lima kandidat yang ada.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.