Kompas.com - 31/07/2013, 21:41 WIB
Tim Gabungan dari Satuan Narkoba Polres Gorontalo Kota, Badan Narkotika Nasional Kota Gorontalo, Dinas Kesehatan Kota Gorontalo dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo temukan ribuan obat-obatan kedaluwarsa dalam razia, Rabu (31/7/13) KOMPAS.com/Muzzammil D, MassaTim Gabungan dari Satuan Narkoba Polres Gorontalo Kota, Badan Narkotika Nasional Kota Gorontalo, Dinas Kesehatan Kota Gorontalo dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo temukan ribuan obat-obatan kedaluwarsa dalam razia, Rabu (31/7/13)

GORONTALO, KOMPAS.com - Satu toko obat dan satu apotek di Kota Gorontalo menjadi sasaran razia tim gabungan dari Satuan Narkoba Polres Gorontalo Kota, Badan Narkotika Nasional Kota Gorontalo, Dinas Kesehatan Kota Gorontalo dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo, Rabu (31/7/13).

Dalam razia tersebut tim gabungan menemukan ribuan obat dari berbagai jenis yang telah kedaluwarsa. Di Toko Obat Sentral Jalan Sam Ratulangi Kota Gorontalo, tim gabungan menemukan beberapa jenis obat berlaber K merah alias obat keras. Obat-obatan ini tidak boleh dijual di toko obat yang tidak dalam pengawasan dokter.

Dalam operasi tersebut tim gabungan juga menemukan satu jenis obat berbentuk teh herbal yang tak memiliki izin dari Kementerian Kesehatan. Sementara di Apotek Husada Baru, tim gabungan menemukan beberapa merk obat yang telah kedaluwarsa. Apotek tersebut kemudian juga diketahui menyimpan obat-obatan di gudang yang terpisah.

Menurut Nirmala Rasyid, petugas farmasi dari Dinas Kesehatan Kota Gorontalo yang ikut serta dalam operasi gabungan ini, cara pemilik apotek menyimpan obat-obatan tersebut tidak dapat dibenarkan dan dapat membahayakan konsumen.

“Jika obat-obatan dipisah penyimpanannya seperti itu, apoteker tidak bisa mengontrol apakah obatnya telah rusak atau expired,” ujar Nirmala.

Polisi kemudian menyita obat-obatan yang berhasil terjaring dalam razia ini. Kepala Satuan Narkoba Polres Gorontalo Kota, Iptu Olma Fridoki mengatakan razia ini digelar untuk memberi rasa aman kepada masyarakat jelang Idul Fitri.

“Sasaran kita adalah obat-obatan yang mestinya tidak dijual bebas. Makanya kita menggandeng Dinas Kesehatan, Balai POM dan BNN,” kata Olma.

Para pemilik toko obat dan apotek yang terjaring dalam operasi ini sendiri baru diberikan sanksi sebatas peringatan. Mereka disodori surat pernyataan tak akan mengulangi perbuatan yang salah terkait distribusi obat-obatan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.