Kompas.com - 30/07/2013, 06:28 WIB
Penulis Kris R Mada
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BATAM, KOMPAS.com — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Eko Maulana Ali meninggal dunia dalam usia 61 tahun, Selasa (30/7/2013) dini hari di Jakarta. Eko tengah dirawat di Jakarta saat mengembuskan napas terakhir. Setahun terakhir, Eko sudah bolak-balik menjalani perawatan, baik di Jakarta maupun di Yogyakarta.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kepulauan Bangka Belitung KA Tajuddin menyatakan, informasi Eko wafat diterima sekitar pukul 00.35. "Kami menerima kabar dari keluarga yang mendampingi di Jakarta," ujarnya ketika dihubungi dari Batam, Kepulauan Riau.

Tajuddin bersama sebagian pejabat dan pegawai Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tengah berkumpul di rumah Eko di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung. "Jenazah direncanakan tiba Selasa pagi lalu dimakamkan di Kelapa (Kabupaten Bangka) siang hari," ujarnya.

Eko diketahui sakit sejak setahun terakhir. Ayah dua anak itu harus bolak-balik Bangka Belitung-Jakarta-Yogyakarta untuk perawatan kesehatan. Sebagian besar perawatan berupa cuci darah dilakukan di Yogyakarta.

Perawatan Eko berakhir pada Selasa dini hari di RS MMC Kuningan, Jakarta. Eko masuk rumah sakit itu pada Senin siang. Suami Noorhari Astuti itu menghabiskan lebih dari setahun masa jabatan keduanya untuk perawatan kesehatan.

Biografi

Eko dilantik untuk kedua kalinya sebagai Gubernur Kepulauan Babel pada April 2012. Di masa jabatan kedua, Eko berpasangan dengan Rustam Effendi.

Sebelum menjadi Gubernur Babel pada 2007, Eko adalah Bupati Bangka. Dia memegang posisi itu sejak Bangka Belitung masih menjadi bagian dari Sumatera Selatan.

Dalam posisinya sebagai bupati, Eko turut berperan membentuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sejak 1998. Provinsi itu akhirnya resmi berdiri pada tahun 2000.

Selain menjadi pejabat sipil, Eko lama bertugas di TNI AL. Pria yang masuk TNI AL setelah merampungkan kuliah di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta pada 1980 itu pensiun dengan pangkal Kolonel pada 1998. Karier militernya lebih banyak dihabiskan di Dinas Hidrooseanografi TNI AL.

Selama menjadi prajurit TNI AL, pendidikan yang pernah diikutinya antara lain dari Australia Familirization di Melbourne dan Basic Hydrographic Course di Sidney pada 1983. Eko juga menyelesaikan pendidikan pascasarjana bidang fisika laut di Flinder University of South Australia di Adelaide pada 1992.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X