Hadapi Arus Mudik, Perbaikan Jalan Nasional di Madura Dikebut

Kompas.com - 26/07/2013, 17:52 WIB
Penambalan jalan berlubang di sepanjang pulau Madura terus dikebut untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANPenambalan jalan berlubang di sepanjang pulau Madura terus dikebut untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
|
EditorKistyarini

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2013, perbaikan jalan nasional di sepanjang Pulau Madura tengah dikebut meskipun menghadapi sejumlah kendala seperti curah hujan yang cukup tinggi.

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Jawa Timur memberikan waktu hingga H-10 hari raya Idul Fitri untuk menuntaskan perbaikan jalan mulai dari Pelabuhan Kamal, Kabupaten Bangkalan, hingga Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Pamekasan, Muhammad Junaedi mengatakan, hingga H-12 Idul Fitri, perbaikan jalan nasional di Madura terus dikebut. Bahkan pekerjaan itu sudah dilakukan sejak awal Ramadhan agar tidak terlalu mepet dengan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1434 H.

“Kita kebut pekerjaan penutupan lubang-lubang jalan selagi masih ada sisa waktu yang diberikan oleh Dinas PU Bina Marga Jawa Timur. Setiap hari petugas dikerahkan di empat kabupaten di Madura,” terang Junaedi, Jumat (26/7/2013).

Junaedi menjelaskan, pekerjaan penutupan lubang tersebut memang menemui kendala. Salah satunya adalah curah hujan di Madura yang masih sangat tinggi meskipun sudah masuk musim kemarau. Sehingga, kata Junaedi, petugas harus berkejaran dengan hujan untuk memperbaiki jalan.

“Kalau sudah bersamaan dengan hujan, petugas tidak mungkin mengerjakannya. Sebab hal itu akan sia-sia karena aspalnya tidak lengket dan beberapa hari dari penambalan akan mengelupas lagi,” ungkapnya.

Saat ini pihaknya masih berfokus pada penambalan lubang jalan dan bibir jalan yang mengalami retak. Untuk sementara badan jalan yang sedikit retak masih dibiarkan terlebih dahulu.

“Nanti kalau lubang-lubang sudah tertutup semua, maka badan jalan yang retak akan kita perbaiki juga,” tandasnya.

Junaedi menegaskan, secara umum kondisi jalan nasional di Madura mulai dari Kamal, Bangkalan sampai Kalianget Sumenep, kondisinya sudah mantap. Sebab sudah setahun yang lalu beberapa ruas jalan sudah diperkuat dan dilebarkan.

Untuk jalan-jalan yang belum dilebarkan, pekerjaan akan dilakukan secara bertahap seraya menunggu anggaran dari pemerintah pusat dan rencananya dilakukan tahun ini juga.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X