Kompas.com - 11/07/2013, 17:38 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
CIAMIS, KOMPAS.com - Ratusan korban banjir di Desa Pananjung, Pangandaran, belum mendapatkan bantuan tanggap darurat dari pemerintah setempat sampai sekarang. Padahal, mereka belum bisa pulang ke rumah, dan masih mengungsi di penampungan karena banjir belum surut disertai hujan masih mengguyur wilayah tersebut.

"Sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah setempat, warga sebagai korban banjir masih mengungsi," ujar Andi Sose, salah seorang warga Pangandaran, Kamis (11/7/2013).

Kepala BPBD Kabupaten Ciamis Diky Erwin, membenarkan pihaknya belum menyerahkan bantuan tanggap darurat. Pasalnya, pihaknya belum mendapatkan data pasti jumlah korban banjir di Pangandaran.

"Bagaimana kami menyalurkan bantuan, datanya kami belum mengetahui jumlah pastinya berapa?" tegas Diky saat dihubungi, Kamis sore.

Diberitakan sebelumnya, ratusan rumah di wilayah Pangandaran dan Cijulang, Ciamis, terendam banjir akibat Sungai Cikidang meluap setelah diguyur hujan selama tiga hari, mulai Selasa sampai Kamis (11/7/2013) pagi.

Sesuai data sementara dari kepolisian, tercatat sebanyak 269 rumah warga di Kecamatan Pangandaran terendam banjir. Luapan air mencapai ketinggian satu meter di dalam rumah warga.

Dari jumlah itu, sebanyak 239 rumah terendam air luapan sungai mencapai satu meter di wilayah Karang Salam, Desa Pananjung, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran. Sedangkan 30 rumah lainnya terdapat di Dusun Bojongjati RT 01/06 Desa Pananjung, Pangandaran.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X