Kompas.com - 09/07/2013, 18:19 WIB
Warga berunjuk rasa menuntut pengawasan penyaluran bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (23/6/2013). Pengunjuk rasa menilai BLSM yang disalurkan selama empat bulan tersebut rawan diselewengkan dan dikorupsi dan jadi konsumsi politik. Warta Kota/Henry LopulalanWarga berunjuk rasa menuntut pengawasan penyaluran bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (23/6/2013). Pengunjuk rasa menilai BLSM yang disalurkan selama empat bulan tersebut rawan diselewengkan dan dikorupsi dan jadi konsumsi politik.
EditorFarid Assifa

DELI SERDANG, KOMPAS.com — Gara-gara tidak mendapatkan kartu bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) dari kantor kepala desa, OK Taufik, warga Dusun II, Desa Durian, Kecamatan Pantai Labu, Deli Serdang, terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian, Selasa (9/7/2013).

Bapak lima orang anak ini melakukan keonaran di kantor kepala desa dengan memecahkan kaca jendela kantor.

Kades Desa Durian, Hulman Manurung, menjelaskan, awalnya Taufik mendatanginya pada pagi hari. Taufik dikatakan marah-marah mempertanyakan mengapa dirinya tidak mendapat kartu BLSM tersebut.

"Yang bagi kartu BLSM itu bukan desa, orang kantor pos langsung yang berikan. Dia datang sama saya marah-marah dibilangnya kenapa dia nggak dapat. Saya juga baru menjabat nggak tahu kalau dia nggak dapat. Yang jelas kasus ini tetap lanjut karena nyawa saya terancam, dirusaknya kantor kita sesuka hatinya," ujar Hulman.

Hulman menjelaskan, pada dasarnya, Taufik bukan termasuk orang yang susah karena selain mempunyai rumah, ia juga memiliki warung, sepeda motor, dan sawah. Meski demikian, ia tidak memungkiri kalau sebenarnya Taufik adalah tunadaksa.

"Memang benar kakinya itu diamputasi. Yang jelas di desa saya itu yang dapat benar-benar susah sebanyak 335 kepala keluarga. Dia juga bukan susahnya itu, sok jago dia. Makanya, dipukulkannya kaca kantor ini pakai tongkatnya itu," kata Hulman.

Hingga Selasa (9/7/2013) sore, Taufik masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Beringin.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

    Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

    Regional
    Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

    Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

    Regional
    Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

    Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

    Regional
    Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

    Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

    Regional
    Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

    Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

    Regional
    Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

    Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

    Regional
    Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

    Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

    Regional
    Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

    Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

    Regional
    Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

    Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

    Regional
    6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

    6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

    Regional
    Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

    Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

    Regional
    Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

    Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

    Regional
    Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

    Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

    Regional
    Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

    Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

    Regional
    Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

    Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X