Kompas.com - 01/07/2013, 09:16 WIB
Warga Maluku Utara sangat antusias menggunakan hak pilihnya memilih calon gubernur dan calon wakil gubernur Malut periode 2013-2018, Senin (1/7/2013). KOMPAS.com/Anton Abdul KarimWarga Maluku Utara sangat antusias menggunakan hak pilihnya memilih calon gubernur dan calon wakil gubernur Malut periode 2013-2018, Senin (1/7/2013).
|
EditorKistyarini

TERNATE, KOMPAS.com — Hari ini, Senin (1/7/2013), masyarakat Provinsi Maluku Utara menggunakan hak pilih untuk memilih gubernur dan wakil gubernur periode 2013-2018.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara memastikan pelaksanaan pencoblosan hari ini akan berjalan lancar. KPU Malut juga memastikan semua logistik telah didistribusikan hingga ke tingkat kelurahan dan desa di seluruh Maluku Utara sejak Minggu (30/6/2013).

“Semua sudah sesuai rencana dan hari ini semua sudah mulai melakukan pencoblosan di tiap TPS,” ungkap Ketua KPU Malut Mulyadi Tutupoho, Senin (1/7/2013).

Selain urusan logistik, Mulyadi juga memastikan seluruh penyelenggara hingga ke tingkat bawah seperti KPPS dan PPS juga siap melaksanakan pemungutan suara sejak pagi tadi. Pengamatan Kompas.com, rata-rata TPS melakukan pemungutan suara pada pukul 08.00 WIT. Banyak warga yang antusias mendatangi TPS untuk menggunakan haknya.

“Sebagai warga negara yang baik, saya bersama keluarga saya harus datang ke TPS untuk memilih pemimpin kita ke depan,” ungkap Safi Lamusu, seorang warga yang ditemui di sebuah TPS di Kelurahan Bastiong, Kota Ternate.

Beberapa hari lalu KPU sempat dibuat pusing oleh penyelenggara tingkat bawah. Sebanyak 30 Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kecamatan Wasile dan Buli Kabupaten Halmahera Timur mengancam memboikot pelaksanaan pemungutan suara hari ini.

Untungnya, sebelum pelaksanaan pemungutan suara, KPU Kabupaten Halmahera Timur secepatnya melakukan penyelesaian sehingga pagi ini pelaksanaan pemungutan suara di kecamatan tersebut berjalan sesuai rencana.

“Iya memang mereka sempat mengancam tapi KPU setempat sudah selesaikan dan sudah tidak ada masalah,” ungkap Mulyadi Tutupoho.

Tiga puluh KPPS dan PPS di kecamatan Wasile dan Buli ini mengancam memboikot Pilgub Malut karena honor yang mereka terima dinilai tidak sesuai. Sebagaimana pengakuan Ketua KPU Malut, para KPPS dan PPS ini kecewa dengan honor mereka yang hanya sebesar Rp 300.000.

Mereka membandingkan honor mereka pada pemilihan umum tahun lalu. Ketika itu mereka mendapat honor Rp 500.000 per orang. “KPU setempat melakukan penambahan sehingga semua masalah sudah selesai, dan mereka sudah mau bekerja,” pungkas Mulyadi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X