Gubernur Jabar "Kecipratan" Rp 450 Juta dari Fathanah?

Kompas.com - 24/06/2013, 21:37 WIB
Pasangan calon gubernur Ahmad Heryawan dan wakil gubernur Deddy Mizwar memenangkan perolehan suara yang ditetapkan KPU Provinsi Jabar dalam Pilkada Jabar 2013 dan menggelar konferensi pers di Selaras Guest House Jalan Taman Cibeunying Selatan, Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/3/2013). Aher-Deddy meraih suara sebanyak 6.515.313 dari total 20.115.423 surat suara yang masuk baik yang sah maupun tidak sah. Pasangan Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki menempati urutan kedua dengan total perolehan 5.714.997 suara.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOPasangan calon gubernur Ahmad Heryawan dan wakil gubernur Deddy Mizwar memenangkan perolehan suara yang ditetapkan KPU Provinsi Jabar dalam Pilkada Jabar 2013 dan menggelar konferensi pers di Selaras Guest House Jalan Taman Cibeunying Selatan, Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/3/2013). Aher-Deddy meraih suara sebanyak 6.515.313 dari total 20.115.423 surat suara yang masuk baik yang sah maupun tidak sah. Pasangan Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki menempati urutan kedua dengan total perolehan 5.714.997 suara.
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan disebut kecipratan Rp 450 juta dari Ahmad Fathanah terkait pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Barat. Fathanah menerima cek tersebut pada 11 Juli 2012 dari Yudi Setiawan.

Hal itu terungkap dari dakwaan Fathanah dalam kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi dan tindak pidana pencucian uang yang dibacakan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (24/6/2013).

"Terdakwa menerima cek Rp 450 juta dari Yudi Setiawan di rumah makan Arab Alayerajes Jakarta Pusat untuk keperluan pencalonan Ahmad Heryawan pada Pilkada Gubernur Jawa Barat," ucap Jaksa Afni Carolina.

Heryawan merupakan kader PKS yang memenangi Pemilihan Gubernur Jawa Barat bersama pasangannya Deddy Mizwar.

Jaksa juga mengungkapkan, sebelumnya Yudi tercatat melakukan transfer dari rekening BCA ke giro BCA atas nama CV Aneka Pustaka Ilmu (CV API) dengan catatan pada slip pengiriman yaitu "uztadz bayar kopi".

Yudi menyerahkan cek giro tersebut kepada Fathanah sesuai permintaan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq.

Dalam dakwaan, Yudi kerap memberikan uang kepada Fathanah terkait kesepakatan pengurusan ijon beberapa proyek di Kementerian Pertanian sekitar akhir tahun 2011.

Seperti diberitakan, Ahmad Fathanah bersama mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq didakwa menerima pemberian hadiah atau janji dari Juard dan Arya (Direktur PT Indoguna Utama) terkait kepengurusan kuota impor daging sapi untuk perusahaan tersebut Rp 1,3 miliar. Keduanya juga didakwa tindak pidana pencucian uang.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

    Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

    Regional
    Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

    Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

    Regional
    Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

    Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

    Regional
    KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

    KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

    Regional
    Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

    Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

    Regional
    'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

    "Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

    Regional
    Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

    Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

    Regional
    Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

    Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

    Regional
    Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

    Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

    Regional
    Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

    Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

    Regional
    Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

    Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

    Regional
    Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

    Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

    Regional
    Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

    Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

    Regional
    [POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

    [POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

    Regional
    Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

    Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X