NEWS
Salin Artikel

Dinkes DIY Butuh 200 Relawan Nakes, Baru Dapat 26 Orang

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membutuhkan ratusan relawan tenaga kesehatan (nakes) untuk merawat pasien Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie menjelaskan, dari 200 lebih nakes relawan yang dibutuhkan, pihaknya baru mendapatkan 26 orang.

Untuk itu, para direktur rumah sakit diminta berupaya menambah nakes ini.

"Belum (masih 26). Tapi kita upayakan. Nanti para direktur rumah sakit sedang berupaya. Karena tidak mudah menambah SDM," ujarnya kepada wartawan, Senin (18/1/2021).

Di sisi lain, Pembajun menjelaskan, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menginstruksikan wali kota dan bupati untuk menambah tempat tidur pasien Covid-19.

"Jadi intinya diupayakan ditambah bed baik di ICU maupun isolasi. Memang harus diperhatikan betul menambah bed tidak semudah yang dibayangkan. Di belakang itu dada ikutannya ada SDM, obat, dan lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr Sardjito Rukmono Siswishanto mengatakan, penambahan tempat tidur harus seiring relawan nakes.

mengaku kesulitan untuk menambah tenaga kesehatan (nakes).

Mengingat nakes atau Sumber Daya Manusia (SDM) harus dipenuhi jika akan menambah bed.

Rukmono mengatakan, rumah sakit akan menambah kapasitas bed untuk merawat pasien Covid-19 secara bertahap.

"Menambah kamar tidak semata-mata kamarnya saja karena harus ada tenaga, tambahan peralatan, obat. Yang paling berat itu SDM. Tapi SDM tidak bisa beli," ujar Rukmono ditemui di Kepatihan Pemda DIY, Senin (18/1/2020).

Dia mengaku, beberapa waktu lalu sempat banyak relawan yang mendaftar.

Namun, para relawan sehari sebelum diterjunkan mengurungkan niatnya karena tidak mendapatkan izin orangtua.

"Kemarin banyak relawan setelah daftar setuju. Mboso ngono (ternyata kemudian) ditangisi bapake ojo nyambut gawe (jangan bekerja di bagian Covid). Akhirnya kita tidak punya tenaga karena tidak diizinkan keluarga," ujarnya.

"Kalau gedungnya gampang, orangnya itu yang susah," imbuh dia.

Untuk Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian dia mengungkapkan hingga sekarang belum mencapai maksimal, sehingga masih dimungkinkan untuk menambah nakes dan kapasitas tempat tidur.

Ia mengungkapkan, angka BOR yang dirilis oleh dinas kesehatan berkisar di angka 80 persen, tidak pernah BOR sampai 100 persen.

Ini khusus untuk menangani pasien Covid-19, sedangkan BOR secara keseluruhan di Rumah Sakit Sardjito sekarang mengalami penurunan yaitu berkisar di angka 52-55 persen.

"Yang penting upaya kita rumah sakit menambah tempat tidurnya supaya teman-teman pasien-pasien itu kalau positif bisa ditangani yang berat. Untuk BOR rumah sakit di Sardjito sekarang ini sekitar 52-55 persen," ujarnya.

Penambahan tempat tidur ini untuk memaksimalkan penanganan bagi pasien corona yang hendak melahirkan maupun operasi.

Lanjut dia, dengan BOR 52-55 persen maka dalam penambahan bed tidak diperlukan pembangunan gedung, tetapi cukup melakukan konversi dari kamar-kamar yang kosong untuk merawat pasien Covid.

"Artinya banyak bed yang kosong. Bed kosong kita konversi, tidak bangun gedung baru tapi dikonversi dengan menambah ruang anterum itu ruang peralihan yang itu perlu waktu supaya nanti bisa dipakai ruang kosong untuk menangani Covid-19," ujarnya.

https://regional.kompas.com/read/2021/01/19/12161691/dinkes-diy-butuh-200-relawan-nakes-baru-dapat-26-orang

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Telur Busuk

Telur Busuk

Regional
Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Cegah Kriminalitas, Wali Kota Medan Luncurkan Satgas Medan Kondusif

Regional
Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Regional
Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Regional
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Regional
NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

Regional
Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Regional
Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Regional
Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Regional
Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Regional
Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Regional
Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Regional
Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Regional
'T-Rex' yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

"T-Rex" yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

Regional
Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Regional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.