Sosok Pengganti Sementara Ridwan Kamil dan Oded di Kota Bandung - Kompas.com

Sosok Pengganti Sementara Ridwan Kamil dan Oded di Kota Bandung

Kompas.com - 14/02/2018, 17:40 WIB
Ridwan Kamil dan Muhamad Solihin.KOMPAS.com/Putra Prima Perdana. Ridwan Kamil dan Muhamad Solihin.

BANDUNG, KOMPAS.com- Pemerintah Kota Bandung dipastikan kehilangan sosok wali kota dan wakil wali kota setelah Ridwan Kamil ikut Pilkada Jawa Barat 2018 dan Oded M Danial ikut dalam Pilkada Kota Bandung 2018.

Untuk mengisi kekosongan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjuk Muhamad Solihin. Ia dipilih sebagai penjabat sementara wali kota Bandung selama dua orang tersebut mengikuti kontestasi Pilkada Serentak hingga Juni 2018.

Ridwan Kamil pun menitipkan roda Pemerintahan Kota Bandung kepada Solihin.

“Intinya 2018 sudah didesain perencanaan tinggal belanja-belanja saja. Jadi saya titip ke pak Solihin memaksimalkan belanja-belanja lelang dari inovasi-inovasi,” ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (14/2/2018).

(Baca juga : Pimpin Apel Terakhir, Ridwan Kamil Minta PNS Jaga Integritas )

Emil menjelaskan, Solihin tidak perlu banyak berinovasi. Sebab, pembangunan Kota Bandung sudah dikunci hingga 2019 mendatang.

“Tinggal menjaga kondusivitas, melakukan percepatan belanja agar rakyat bisa merasakan perubahan. Karena saya sebenarnya masih satu tahun ini plus 2019 KUAPPS masih dirancang sama saya. Jadi sebenarnya gagasan saya pribadi masih 1,5 tahun,” ungkapnya.

Emil mengaku tidak terlalu khawatir. Menurut dia, orang yang ditunjuk Pemprov Jawa Barat memiliki kemampuan yang baik dalam memimpin pemerintahan.

Senin depan, sambung Emil, dia akan memberikan pendampingan kepada Muhamad Solihin. “Saya kan sering ketemu di berbagai event. Namanya asisten provinsi hebat-hebat. Tinggal titipan belanja lelang saja,” tandasnya.

(Baca juga : Ridwan Kamil Klaim Sudah Penuhi Janji Kampanye )

Di tempat yang sama, Solihin mengaku akan menjaga kondusivitas Kota Bandung di masa kepemimpinannya.

“Saya akan bekerja lebih ke masalah administrasi. Selain itu tugas saya yang pasti menjaga netralitas, mensukseskan pilkada," singkatnya.

Kompas TV Menurut Indo Barometer, dua pasangan di posisi bawah masih punya kesempatan untuk menaikkan elektabilitas dalam empat bulan ke depan.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Close Ads X