Soal Dana Kampanye, Ridwan Kamil Berharap Ada Bantuan - Kompas.com

Soal Dana Kampanye, Ridwan Kamil Berharap Ada Bantuan

Kompas.com - 14/02/2018, 15:47 WIB
Ridwan Kamil bersama Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri rapat akbar di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Kamis (8/2/2018) malam. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Ridwan Kamil bersama Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri rapat akbar di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Kamis (8/2/2018) malam.

BANDUNG, KOMPAS.com - Kandidat gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku sedang menunggu hadirnya partisipasi dari sejumlah pihak untuk membantu proses selama masa kampanye di Pilkada Jabar.

Saat ini, Ridwan mengatakan masih menghitung berapa jumlah dana kampanye yang sudah terkumpul.

"Saya sudah melaporkan (dana kampanye) cuma angkanya saya tidak hapal karena bendahara relawan sedang merekap untuk start awalnya. Karena hari ini rapat, hari ini penyetoran," ucap Ridwan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu (14/2/2018).

"Saya sedang berharap bantuan. Karena banyak bantuan uang, komitmen, itu menunggu pasangan resmi dan dinomori, setelah ini berlimpah bantuan-bantuan," kata Emil, sapaan akrabnya.

(Baca juga : Ridwan Kamil Klaim Sudah Penuhi Janji Kampanye )

Emil menuturkan, bantuan itu tak melulu berbentuk uang. Ada pula yang membantunya dalam bentuk barang maupun tenaga. Akumulasi bantuan itu, sambung Emil, akan didistribusikan untuk membuat alat peraga sebagai bahan utama sosialisasi.

"Bantuan-bantuan itu gak hanya uang, banyak yang fisik itu berapa kaos, berapa stiker, konsumsi, dan lainnya. Buat apa kita ngumpulin duit kampanye, buat alat peraga, buat sound system, buat konsumsi. Kan ujungnya seperti itu, bersimpati," tutur Emil.

Dia menjelaskan, partisipasi masyarakat sangat diharapkan, sebab biaya kampanye di Jawa Barat sangat mahal.

"Faktor pengkalinya itu yang membuat Jawa Barat mahal. Saya dulu dengan modal Rp 10 miliar memenangkan Bandung," ujarnya.

(Baca juga : Dapat Nomor Urut 1, Doa Ridwan Kamil yang Terkabul Saat Umrah )

Namun, Emil menyebut tren positif dari beberapa hasil survei membuat biaya kampanye agak sedikit terbantu. Sebab, nantinya ia akan lebih fokus bersosialisasi ke daerah yang belum terlalu mengenalnya.

"Pasangan Rindu punya keunggulan start-nya enggak dari 0 persen. Start-nya dari 40 persen di survei-survei. Buat apa dana kampanye, buat meningkatkan elektabilitas," jelasnya. 

Kompas TV Menurut Indo Barometer, dua pasangan di posisi bawah masih punya kesempatan untuk menaikkan elektabilitas dalam empat bulan ke depan.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Close Ads X