Bongkar Toko, 3 Siswa SMP Curi 38 Telepon Seluler - Kompas.com

Bongkar Toko, 3 Siswa SMP Curi 38 Telepon Seluler

Kontributor Garut, Ari Maulana Karang
Kompas.com - 12/10/2017, 13:30 WIB
Ilustrasi perampokan.Shutterstock Ilustrasi perampokan.

GARUT, KOMPAS.com - Tiga siswa salah satu SMP di Wanaraja Kabupaten Garut, diamankan aparat kepolisian karena kedapatan membongkar toko telepon seluler di Kampung Cimalaka Desa Wanamekar Kecamatan Wanaraja. Ketiganya adalah NZ (15), AR (13) dan AK (15). 

Wakapolres Garut Kompol Gotham Hidayat mengungkapkan, pembongkaran toko tersebut terjadi pada Minggu (1/10/2017) dinihari. Dari TKP, aparat kepolisian menemukan satu buah golok tanpa gagang dan kayu panjang.

Kasus pembongkaran toko, sambung Gotham, terbongkar setelah salah satu pelaku menjual telepon seluler hasil curian ke salah satu toko yang ada di Wanaraja, satu hari setelah aksinya.

"Setelah di cek, hp yang dijual sama dengan hp yang ada di konter yang dibongkar. Informasi dari konter yang akan membelinya, yang jual anak-anak," jelas Gotham.

(Baca juga: Di PHK sebagai Sopir Taksi, Pria Ini Curi Motor di Bekasi dan Depok)

Tiga hari kemudian, aparat kepolisian mengamankan ketiga bocah tersebut. Dua di antaranya diamankan di sekolahnya yaitu AR dan AK, sementara NZ diamankan di rumah neneknya.

Dari keterangan ketiga bocah tersebut, sambung Gotham, mereka masuk ke toko dengan cara membongkar jendela setelah sebelumnya memanjat tembok dan masuk lewat tangga belakang. 

"Barang buktinya ada 38 handphone berbagai merk dan voucher kuota dan pulsa, total kerugian mencapai Rp 29 juta lebih," jelasnya.

Dalam menjalankan aksinya, ketiga siswa ini berbagi peran. NZ masuk ke dalam toko, sementara AR dan AK memantau situasi toko dari seberang jalan. AR dan AK akan memberi kode lewat pesan WhatsApp jika ada sesuatu di depan toko.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku akan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Kompas TV Karena dituduh mencuri di rumah majikan ibunya, seorang anak sebelas tahun di Kota Bogor, mengalami kekerasan fisik, berupa sundutan rokok hingga luka lebam.

PenulisKontributor Garut, Ari Maulana Karang
EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM