Jawa Tengah Anggarkan Rp 45 Miliar untuk Penanganan Bencana - Kompas.com

Jawa Tengah Anggarkan Rp 45 Miliar untuk Penanganan Bencana

David Oliver Purba
Kompas.com - 11/10/2017, 08:32 WIB
Sejak Senin (2/10/2017) lalu, air menggenang di jalan pantura Kota Semarang akibat curah hujan tinggi. NAZAR NURDIN/KOMPAS.com Sejak Senin (2/10/2017) lalu, air menggenang di jalan pantura Kota Semarang akibat curah hujan tinggi.

SEMARANG, KOMPAS.com- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat guna menanggulangi serta mengantisipasi potensi bencana di sejumlah wilayah.

Anggaran penanganan bencana Jawa Tengah dialokasikan sebesar Rp 45 miliar yang diambil dari dana tidak terduga gubernur.

Untuk persiapan awal, Pemerintah Jawa Tengah  telah melakukan pengadaan logistik sebesar Rp 480 juta. Sebagian logistik sudah didistribusikan ke posko bencana di kabupaten/kota.  

Hingga triwulan keempat 2017, Jawa Tengah juga telah melakukan pengadaan logistik lanjutan sebesar Rp 180 juta.

"Musim hujan akan berkurang pada Februari. Maka mulai November sampai Februari kami akan siaga," ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (10/10/2017).

Baca: Waspadai Daerah Rawan Banjir dan Longsor di Jateng Ini

Pemerintah Jawa Tengah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah memetakan daerah yang berpotensi mengalami bencana.

Sejumlah daerah tercatat berpotensi banjir seperti di daerah Kedu, Kabupaten Temanggung, Solo Raya, hingga daerah sepanjang Sungai Bengawan Solo.

Oleh sebab itu, ia mengirimkan surat edaran kepada pemerintah kabupaten/kota yang wilayahnya berpotensi terdampak banjir agar siaga.

Ganjar juga akan mengerahkan  tim relawan, termasuk tim pengurangan resiko bencana, untuk memberikan sosialisasi penanganan bencana dengan menyiapkan jalur evakuasi dan perlengkapan logistik.  

Baca juga: Hujan Ekstrim Wilayah Cilacap Darurat Banjir

Secara terpisah, Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Sarwa Pramana mengatakan, BPBD Provinsi Jawa Tengah bergegas berkonsolidasi dengan BPBD kabupaten/kota yang ada di tiap wilayah.Tujuannya, sosialisasi penanganan bencana bisa segera terlaksana.

"Sesuai instruksi Pak Gubernur, Kami harus memetakan titik-titik bencana, menyebarkan peringatan, lokasi posko dan menginformasikan nomor kontak posko ke masyarakat. Kami juga siap mengeluarkan status siaga darurat bencana atas rekomendasi BMKG,” ujarnya.

PenulisDavid Oliver Purba
EditorKurniasih Budi
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM