Gempa Bumi di Lembata, 671 Warga Mengungsi - Kompas.com

Gempa Bumi di Lembata, 671 Warga Mengungsi

Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Kompas.com - 10/10/2017, 16:10 WIB
Warga sedang mengungsi di Kantor Camat Ile Ape,  Lembata,  Nusa Tenggara Timur, Selasa (10/10/2017)Dokumen BPBD Kabupaten Lembata Warga sedang mengungsi di Kantor Camat Ile Ape, Lembata, Nusa Tenggara Timur, Selasa (10/10/2017)

KUPANG, KOMPAS. com - Sebanyak 671 warga Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungsi di sejumlah tempat, akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah itu sebanyak tiga kali, Selasa (10/10/2017).

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday mengatakan, warga mengungsi karena panik dengan gempa bumi tektonik.

"Saat ini ada 18 kepala keluarga (57 jiwa) tertampung di rumah jabatan bupati Lembata yang lama, sedangkan 93 kepala keluarga (453 jiwa) ditampung di kantor Camat Ile Ape,"kata Thomas kepada Kompas.com, Selasa siang.

Sementara itu lanjut Thomas, sebanyak 161 warga lainnya ditampung di Kantor Camat Ile Ape Timur. Menurut Thomas, akibat gempa bumi yang terjadi pada dinihari dan pagi tadi menyebabkan lima unit rumah warga rusak.

Baca juga: Sejumlah Rumah Rusak Akibat Gempa, Warga Lembata Mengungsi

"Untuk Kecamatan Ile Ape terdapat empat rumah yang rusak dan semua berada di desa Bungamuda. Sementara di Kecamatan Ile Timur baru terdata satu rumah yang rusak di Desa Lamawolo," sebutnya.

Rumah warga yang rusak itu lanjut Thomas, akibat tertimpa bebatuan. Ada juga yang retak karena guncangan gempa.  "Hampir semua desa di lereng gunung Ile Lewotolok beberapa rumah warga terkena batu. Tim Tagana sedang mendata,"ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak tiga kali gempa bumi mengguncang Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibatnya, warga setempat lari berhamburan keluar rumah.

Kepala Stasiun Geofisika Kampung Baru Kupang Hasanudin mengatakan, tiga kali gempa bumi terjadi pada pukul 02.19 Wita dan pukul 02.27 Wita serta pukul 06.23 Wita.

Hasil analisis BMKG lanjut Hasanudin, menunjukan gempa bumi yang terjadi berkekuatan Magnitudo 4.3 Skala Richter (SR) dan Magnitudo 4.6 SR serta Magnitudo 4,9 SR.

Kompas TV Pada Sabtu (7/10), Gunung Agung sempat mengeluarkan asap solfatar hingga ketinggian 1.500 meter.

PenulisKontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
EditorErlangga Djumena

Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM