Irfan, Siswa Taruna Nusantara Peraih "Grand Champion" Kontes Matematika Dunia - Kompas.com

Irfan, Siswa Taruna Nusantara Peraih "Grand Champion" Kontes Matematika Dunia

Kontributor Magelang, Ika Fitriana
Kompas.com - 15/08/2017, 09:09 WIB
Irfan Urane Azis, siswa SMA Taruna Nusantara Magelang yang meraih medali emas dan Grand Champion pada International Mathematic Contest (IMC) 2017, di Singapura, awal Agustus 2017. Irfan ditemui di SMA Taruna Nusantara, Senin (14/8/2017).KOMPAS.com/Ika Fitriana Irfan Urane Azis, siswa SMA Taruna Nusantara Magelang yang meraih medali emas dan Grand Champion pada International Mathematic Contest (IMC) 2017, di Singapura, awal Agustus 2017. Irfan ditemui di SMA Taruna Nusantara, Senin (14/8/2017).

MAGELANG, KOMPAS.com - Seorang pelajar SMA Taruna Nusantara, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, berhasil menorehkan prestasi tertinggi untuk Indonesia pada Internasional Mathematic Contest (IMC) 2017 di Singapura awal Agustus 2017.

Dia adalah Irfan Urane Azis (16) siswa kelas 11 sekolah tersebut. Irfan menggondol medali emas pada kontes yang diikuti oleh lebih dari 1.000 pelajar perwakilan dari 14 negara itu. Irfan bahkan menjadi satu-satunya peserta yang meraih nilai tertinggi dari seluruh peserta dan berhak menjadi Grand Champion pada kontes Matematika tingkat dunia itu.

"Saya bangga bisa mempersembahkan prestasi ini untuk keluarga, sekolah, dan Indonesia tentunya," ujar Irfan kepada Kompas.com ditemui di SMA Taruna Nusantara, Senin (14/8/2017).

Remaja kelahiran Jakarta, 14 Juni 2001 ini menceritakan, pada kontes tersebut, setiap peserta harus bisa menjawab 18 soal Matematika dalam waktu 60 menit. Materi soal meliputi geometri, aljabar, teori bilangan, kombinatorik, dan sebagainya.

"Soal kombinatorik paling sulit, tapi paling sulit lagi mengatur waktunya karena harus selesai dalam 1 jam," kisah putra kedua dari pasangan Irjen Pol Idham Azis (54) dan Fitri Handari (42) ini.

Akan tetapi, bekal kedisiplinan yang diajarkan di SMA Taruna Nusantara telah menjadikan Irfan pantang menyerah, sehingga ia mudah menaklukkan tantangan itu selama berkompetisi. Irfan mengakui, seluruh peserta adalah lawan yang tangguh di bidang Matematika, terutama dari China, Filipina, dan tuan rumah Singapura.

"Di SMA Taruna Nusantara sudah biasa teratur, bangun pagi, apel 5 kali, makan juga harus selesai tepat waktu. Jadi kebiasaan di sekolah membantu saya menyelesaikan masalah-masalah di luar, bagaimana kerja keras, mencari solusi sendiri, termasuk ketika ikut kontes ini," katanya.

Baca juga: Tim Roboboat UGM Juarai Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional

Irfan menyebutkan, kecintaannya pada pelajaran Matematika tumbuh sejak usia sekolah dasar. Kemampuannya terus diasah saat ia masuk di SMP Negeri 2 Depok. Saat itu Irfan bahkan sudah memenangi berbagai kontes Matematika tingkat dunia, antara lain di Malaysia, Korea, China hingga India.

"Saya suka Matematika karena ada tantangan tersendiri. Rasanya puas kalau bisa menyelesaikan soal yang rumit," ucapnya.

Dia mengatakan, Irfan, prestasi-prestasi ini tidak mungkin diraih tanpa dukungan dari kedua orang tua, keluarga dan pihak sekolah.

Usai lulus dari SMA Taruna Nusantara, Irfan bercita-cita meneruskan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol). Dia ingin mengabdi pada negara, seperti sang ayah yang kini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Jakarta.

Kepala Bagian Humas SMA Taruna Nusantara Cecep Iskandar, mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang ditorehkan oleh Irfan. Apalagi, predikat Grand Champion adalah prestasi tertinggi dalam kontes tingkat internasional yang pernah diikuti oleh siswa SMA Taruna Nusantara.

"Selama ikut kontes tingkat internasional, ini yang paling tinggi. Selebihnya kami dapat emas, perak, perunggu dan prestasi lainnya. Tentu ini membanggakan bagi kami semua," ucap Iskandar.

Baca juga: Tak Ada Dana untuk Ikut Olimpiade Matematika, Fabian Curhat ke Jokowi

Dia mengatakan di sekolah Taruna Nusantara , disiplin adalah makanan sehari-hari para siswa. Sebab, dari disiplin akan membentuk dan membangun karakter siswa yang pantang menyerah, kerja keras dan sungguh-sungguh.

"Jadi disiplin di sekolah diimplementasikan siswa ke luar. Kami tidak sekedar mendidik secara akademik tapi juga kepribadian. Kami fasilitasi siswa yang punya kemampuan atau minat masing-masing. Seperti bidang Matematika, kami sediakan guru, ruang kelas sendiri dan lainnya," paparnya.

Sebagai bentuk apresiasi, pihaknya akan memberikan penghargaan kepada Irfan dan siswa berprestasi lainnya menjelang peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI pada malam 17 Agustus 2017 mendatang di sekolah setempat.

Kompas TV Mobil Terbang Ini akan tampil di Olimpiade Jepang 2020

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Magelang, Ika Fitriana
EditorErlangga Djumena
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM