Mereka yang Sekolahnya Terkena Proyek Tol Semarang-Batang - Kompas.com

Mereka yang Sekolahnya Terkena Proyek Tol Semarang-Batang

Kontributor Kendal, Slamet Priyatin
Kompas.com - 17/07/2017, 20:12 WIB
Dua anak SDN 2 Protomulyo Kaliwungu Selatan melihat pengerjaan jalan tol yang berada di belakang sekolahnya.   KOMPAS.com/Slamet Priyatin Dua anak SDN 2 Protomulyo Kaliwungu Selatan melihat pengerjaan jalan tol yang berada di belakang sekolahnya.

KENDAL, KOMPAS.com - Abdul Ghoni (10) dan Deny (10), duduk di batu bekas bongkaran rumah, Senin (17/7/2017) siang. Sambil menunggu jemputan orangtua, kedua siswa SDN Protomulyo Kaliwungu Selatan, Kendal, Jawa Tengah ini memperhatikan orang-orang bekerja. 

Yang menarik perhatiannya adalah alat berat yang sedang meratakan tanah di belakang sekolahnya. Alat berat inilah yang mengganggu ia dan teman-temannya belajar di sekolah. Suaranya bising dan debunya banyak.

“Tapi tadi belum ada pelajaran,” ujar Abdul Ghoni diamini Deny. Mereka berdua pun berharap besok pemerataan tanah sudah selesai dilakukan. Apalagi besok pelajaran sudah dimulai.

Kepala SDN 2 Protomulyo Kaliwungu Selatan, Temu Rahayu mengaku, kalau pemerataan tanah untuk jalan tol di belakang sekolahnya sangat mengganggu. Selain bising, debunya kerap masuk ke sekolah. Itulah mengapa ia menutup lubang-lubang di tembok ruang kelas.

(Baca juga: Pembebasan Tanah Proyek Tol Semarang-Batang Belum Selesai)

 

“Tadi ada batu yang terpental hingga mengenai kaca jendela," tutur Temu.

Temu menjelaskan, tanah SDN 2 Protomulyo seluas 1.300 meter persegi merupakan milik desa. Sedang luas bangunannya sekitar 1.000 meter persegi, terdiri dari 8 kelas dan kamar mandi.

“Semuanya kena proyek jalan tol Semarang-Batang," ungkapnya.

Temu mengaku, sekolahnya sudah mendapat penggantian tanah. Lokasinya di belakang SMAN 1 Kaliwungu, atau 500 meter dari sekolahnya sekarang.

“Tapi katanya masih menunggu persetujuan dari gubernur,” imbuhnya.

(Baca juga: Pembebasan Lahan Tol Semarang-Batang Milik Warga Kendal Salah Ukur)

Temu berharap, proses pergantian sekolahnya bisa cepat selesai, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terganggu.

“Saat proses pembangunan nanti, kami diminta untuk menempati ruang yang digunakan untuk madrasah di samping Masjid Protomulyo. Ruang itu hanya digunakan pada sore hari, “ tambahnya.

Di Kabupaten Kendal, ada empat SD dan satu SMP yang terdampak proyek jalan tol Semarang–Batang. Satu di antaranya SDN 2 Protomulyo yang terletak di Desa Protomulyo, Kaliwungu Selatan. 

PenulisKontributor Kendal, Slamet Priyatin
EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM