Sejumlah Guru Besar UHO Tuding Rektor Terpilih Lakukan Plagiat - Kompas.com

Sejumlah Guru Besar UHO Tuding Rektor Terpilih Lakukan Plagiat

Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati
Kompas.com - 12/07/2017, 23:27 WIB
IlustrasiKOMPAS/HANDINING Ilustrasi

KENDARI, KOMPAS.com - Sejumlah guru besar di Universitas Halu Oleo ( UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menuding rektor terpilih, Dr Muhammad Zamrun melakukan plagiat karya ilmiah pada sejumlah jurnalnya.

Salah satu karya Zamrun yang diduga plagiat berjudul "Microwaves Enhanced Sintering Mechanisms in Alumina Ceramic Sintering Experiments (2016)", dimuat di Jurnal Comtemporary Engineering Sciences Vol 9, 2016 no 5, 237-247 Hikari Ltd.

Karya yang diduga dijiplak itu merupakan hasil karya Joel D Ketz dan Roger D Biake yang dimuat di jurnal Proceeding of the Microwave Symposium, ACS Spring 1991 Meeting America Ceramics Socienty dengan judul "Microwave Annanced Diffusion (1991)".

Baca juga: Dituding Plagiat, Rektor UIN Malang Dilaporkan ke Presiden

Salah seorang guru besar UHO yang juga mantan Wakil Rektor 1 UHO, Prof La Rianda mendesak rektor terpilih untuk segera melakukan klarifikasi atas dugaan plagiat tersebut.

"Kami suarakan ini untuk mempertahankan citra UHO sebagai lembaga pendidikan. Tidak ada alasan plagiat itu dilakukan sengaja atau tidak, yang nama plagiat harus diberikan sanksi karena sudah melanggar Permendiknas nomor 17 tahun 2010," ungkap La Rianda, Rabu (12/7/2017).

Menurut dia, sepanjang tahun 2016, Zamrun telah mengirimkan 16 jurnal dan telah diterbitkan. Dari 16 jurnal tersebut, ada tiga jurnal yang diduga hasil plagiat.

"Perjuangan melawan plagiat karya ilmiah yang kita lakukan saat ini adalah imbauan moral. Kami sudah melapor kepada pemerintah pusat atau kementerian agar masalah ini segera dituntaskan," terangnya.

Dikatakannya, protes para guru besar tidak ada kaitannya dengan masalah pelantikan rektor terpilih.

"Siapapun dia itu tidak tercemar namanya karena plagirsme, karena dialah panutan seluruh warga UHO, sebagai contoh tauladan," tegasnya.

Sementara itu, Prof Darwis mengatakan, jika seseorang telah melakukan plagiat, maka sudah pasti sudah tidak jujur. Sementara pilar tertinggi yang harus dijaga, yakni kejujuran.

"Pilar tertinggi dari sebuah perguruan tinggi itu adalah kejujuran. Jika sudah rusak, maka apalagi yang bisa diharapkan," ucapnya.

Prof Zailili Sailan, salah seorang guru besar UHO, menambahkan bahwa polemik dugaan plagiat ini akan berdampak negatif kepada nama baik Univesitas Halu Oleo di tengah-tengah universitas lainnya di Indonesia.

"Universitas besar di Sulawesi Tenggara, sebuah universitas yang kita hormati lantas tidak memberikan contoh yang baik," katanya.

Baca juga: Ini 3 Status Afi yang Diduga Plagiat

Karena itu, para guru besar UHO Kendari mendesak pihak kementerian untuk segera mengambil langkah tegas atas dugaan plagiat yang diduga dilakukan rektor terpilih UHO.

Wakil Rektor II UHO, Hilaluddin Hanafi mengatakan, pihaknya tengah melakukan proses verifikasi terkait laporan dugaan plagiat yang diduga dilakukan rektor terpilih.

"Laporannya sudah masuk di meja rektor beberapa waktu lalu. setelah menerima itu, kami langsung diinstruksikan melakukan penelusuran, jadi tidak ada yang kami sembunyikan," ungkapnya.

Olehnya itu, pihaknya berharap semua pihak menunggu hasil kepastian dugaan plagiat yang dilakukan tim pemeriksaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kompas TV Dia menegaskan tidak melakukan hal yang dituduhkan tersebut.

PenulisKontributor Kendari, Kiki Andi Pati
EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM