Jumlah WNA di Puncak Akan Didata - Kompas.com

Jumlah WNA di Puncak Akan Didata

Kontributor Bogor, Ramdhan Triyadi Bempah
Kompas.com - 12/01/2017, 22:03 WIB
KOMPAS.com/ RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Kendaraan di Jalan Tol Jagorawi menuju Puncak, Bogor.

BOGOR, KOMPAS.com - Assisten Deputi 3 Bidang Penanganan Kejahatan Lintas Negara Kementerian Koordinasi Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) Chairil Anwar menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dan Kantor Imigrasi untuk melakukan pendataan terhadap keberadaan para imigran di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Chairil, para imigran pencari suaka dan pengungsi di kawasan Puncak akan didata ulang agar diketahui jumlah riil para imigran di sana.

Chairil pun menyebut, dari hasil pendataan nanti akan diketahui apakah terdapat pelanggaran seperti melanggar dokumen keimigrasian atau pelanggaran lainnya.

"Kabupaten Bogor ini bukan tujuan bagi para pencari suaka atau pengungsi, tapi hanya sebatas untuk transit sambil menunggu proses penempataan negara penerima dari UNHCR (lembaga PBB bidang pengungsian)," ucap Chairil, di Bogor, Kamis (12/01/2017).

Dirinya menambahkan, dari data yang diperoleh, jumlah imigran di wilayah Bogor sebanyak 1.666 orang, dimana sebanyak 1.337 imigran terpusat di Kecamatan Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Mayoritas imigran di Puncak berasal dari Afganistan dengan status pencari suaka dan pengungsi.

"Di seluruh Indonesia ada sekitar 14.800 imigran. Jabodetabek ada sekitar 6.000 imigran. Tapi data itu masih perlu dilakukan verifikasi ulang di lapangan," kata Chairil.

Lanjut dia, banyaknya jumlah para imigran pencari suaka dan pengungsi di Puncak karena proses penempatan negara penerima dari UNHCR membutuhkan waktu yang panjang.

"Butuh waktu yang panjang, tidak cukup setahun atau dua tahun. Bahkan ada yang sampai lima tahun baru bisa ditempatkan ke negara-negara yang ditujunya," ujar dia.

Pihaknya juga akan mempertimbangkan apakah imigran-imigran tersebut akan dipulangkan secara sukarela ke negara asalnya ataukah dideportasi. Namun itu menunggu hasil dari inventarisasi.

"Kita juga akan mengkaji dan mempertimbangkan relokasi para imigran berdasarkan hasil analisis lingkungan dan keamanannya. Tapi ini belum matang, apakah akan ditempatkan (relokasi) di Bogor atau di luar Bogor," sebutnya.

PenulisKontributor Bogor, Ramdhan Triyadi Bempah
EditorErlangga Djumena
Komentar