Rabu, 17 September 2014

News / Regional

Rendah, Partisipasi Pemilih di Pilkada Riau dan Sumsel

Rabu, 4 September 2013 | 20:35 WIB
PEKANBARU, KOMPAS.com — Partisipasi masyarakat Riau, terutama Kota Pekanbaru, dalam pemungutan suara pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Riau, Rabu (4/9/2013), diperkirakan rendah. Hampir seluruh tempat pemungutan suara di tengah kota sepi pemilih. Kursi antrean yang disediakan untuk pemilih menunggu pencoblosan mayoritas hanya berisi di bawah 10 orang.

Partisipasi warga juga rendah di Kota Palembang yang menggelar pilkada ulang hari ini, Rabu (4/9/2013). Antusiasme warga Palembang mengikuti pemungutan suara ulang Pilkada Sumatera Selatan (Sumsel) menurun. Hingga sekitar pukul 10.00 WIB, sejumlah TPS masih sepi.

Sebanyak lima dari 15 kabupaten dan kota di Sumsel menggelar pilkada ulang untuk menentukan calon gubernur dan wakil gubernur periode 2013- 2018. Lima daerah yang melakukan pemungutan suara ulang adalah Kota Palembang, Prabumulih, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), serta OKU Timur dan OKU Selatan.

Dalam pemilihan gubernur Sumsel periode 2013-2018, ada empat pasang kandidat yang bersaing, yakni pasangan Eddy Santana Putra-Wiwit Tatung dengan nomor urut satu (1), Iskandar Hasan-Hafisz Tohir (2), Herman Deru-Maphilinda (3), dan pasangan petahana (incumbent) Alex Noerdin-Ishak Mekki dengan nomor urut empat (4).

Dalam pemungutan suara pilkada sebelumnya, 6 Juni 2013, perolehan suara terbanyak diraih pasangan Alex Noerdin-Ishak Mekki, yakni mencapai 1.405.510 suara, kemudian pasangan Herman Deru-Maphilinda 1.258.240 suara. Sementara itu pasangan Eddy Santana Putra-Wiwit Tatung memperoleh 695.667 suara, dan pasangan Iskandar Hasan-Hafisz Tohir memperoleh 400.321 suara.

”Pada pilkada 6 Juni lalu yang datang (pemilih) membeludak pada jam-jam sekarang ini. Antrean panjang,” kata Jauhari, Ketua TPS 16, di Rumah Sakit Umum Pusat dr Mohammad Husein Palembang.

Pekanbaru sepi

Berdasarkan pengamatan Kompas, TPS 17 dan 18, Jalan Hang Tuah II, Pekanbaru, pada pukul 09.00-09.30 WIB, hanya berisi pengunjung enam sampai tujuh orang. Di TPS 011, Kelurahan Sukamulia, saat salah satu calon gubernur, Herman Abdullah, melakukan pencoblosan tampak sedikit lebih ramai, tetapi jumlah antrean pemilih hanya 11 orang.

TPS 19, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, tempat calon gubernur Lukman Edy, sedikit lebih ramai. Antrean pemilih berkisar 20 orang. Namun, di TPS 001, Kelurahan Sail, tempat calon wakil gubernur Riau, Mambang Mit, memilih hanya ada sekitar enam pemilih.

Pada Pilkada Riau 2008, partisipasi pemilih Riau mencapai 59 persen. Ketua KPU Riau Edi Sabli menargetkan, pada pemilihan tahun 2013 ini partisipasi dapat mencapai 70 persen.

Salmiah (35), pedagang di Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru, saat ditemui Rabu pagi, memilih tetap menjual dagangannya seperti biasa. Dia mengaku tidak akan memilih calon gubernur.

”Lebih baik saya berdagang, karena saya harus mencari uang buat keluarga saya. Lagipula, tidak ada calon yang menarik perhatian saya. Dulu ada calon yang katanya bersih, tetapi terakhir dia ditangkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” tutur Salmiah.

Herman Abdullah seusai proses pencoblosan mengatakan, pihaknya menemukan sejumlah kecurangan dari salah satu calon untuk memengaruhi pemilih. Kecurangan berbentuk pemberian uang, bahan makanan pokok, dan pakaian.

”Kami sudah melaporkan kecurangan itu kepada Bawaslu agar ditindaklanjuti,” kata Herman.

Lukman Edy juga mengaku menemukan beberapa pelanggaran yang dilalukan salah satu calon pada Selasa malam. Hanya, kecurangan itu dinilainya tidak terlalu signifikan.

Editor : Kistyarini
Sumber: KOMPAS SIANG