Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Mahasiswa Meninggal Saat Diklat, Lima Mahasiswa IAIN Gorontalo Ditahan

Kompas.com - 19/01/2024, 10:36 WIB
Rosyid A Azhar ,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

GORONTALO, KOMPAS.com – Lima mahasiswa IAIN Sultan Amai ditahan Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bone Bolango terkait kematian Hasan Marjono seorang mahasiswa baru dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI).

“Lima orang mahasiswa telah dilakukan penahanan yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka. Kemarin juga telah disampaikan dalam konferensi pers,” kata Iptu Ahmad Fahri Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, Jumat (19/1/2024).

Baca juga: Kasus Kematian Mahasiswa di Gorontalo Saat Diklat, Polisi Tetapkan 5 Tersangka

Polres Bone Bolango belum merinci kelima orang tersangka yang ditahan ini, termasuk perannya kasus ini.

Menurutnya jumlah tersangka yang telah ditahan ini bisa saja bertambah sesuai proses pendalaman dan pengembangan kasus yang saat ini terus dilakukan.

Kelima tersangka ini sudah sebenarnya sudah diajukan ke Kejaksaan Negeri Bone Bolango namun berkasnya dikembalikan ke Polres karena dianggap belum lengkap. Sehingga polisi membuat berita acara pemeriksaan (BAP) tambahan.

Setelah berkas kasus ini dianggap lengkap maka proses sidang di Pengadilan Negeri segera dilaksanakan.

Sebelumnya diberitakan Hasan Marjono seorang mahasiswa baru Fakultas Syariah meninggal dunia pada hari Minggu (1/10/2023) di Rumah Sakit Aloei Saboe Kota Gorontalo saat mengikuti Diklat yang dilaksanakan pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI).

Diklat mahasiswa baru ini dilaksanakan di dalam dan di luar kelas, termasuk kegiatan lapangan di alam terbuka.

Saat mengikuti kegiatan jelajah alam inilah, Hasan mengalami penurunan kesehatan. Bahkan panitia sempat memberi pertolongan dan membawa ke rumah sakit. Namun nyawa Hasan tidak tertolong.

Tidak lama setelah meninggalnya mahasiswa ini,  Wakil Rektor Bidang Kemahasiswa IAIN Sultan Amai Lukman Arsyad menjelaskan bahwa penyakit asma yang diidap Hasan kambuh dan langsung mendapat penanganan oleh seksi Kesehatan panitia Diklat.

Baca juga: Makam Mahasiswa IAIN Gorontalo Diduga Korban Kekerasan Akan Dibongkar

Saat dihubungi untuk konfirmasi tindak lanjut sikap IAIN Sultan Amai terhadap penahanan kelima mahasiswanya, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Syariah Ruliyanto Podungge juga tidak menjawab jelas.

Ia hanya menjelaskan bahwa proses pencarian fakta telah dilakukan oleh tim investigasi yang telah dibentuknya.

“Kami sudah membentuk tim investigasi untuk mencari fakta. Hasil pencarian fakta ini sudah dilaporkan ke Rektor IAIN Sultan Amai untuk diproses kode etik. Untuk lebih detail kasusnya silakan hubungi penyidik kepolisian saja,” kata Ruliyanto Podungge.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Motif Menantu Otaki Pembunuhan Mertua di Kendari, Sakit Hati karena Tak Dianggap

Motif Menantu Otaki Pembunuhan Mertua di Kendari, Sakit Hati karena Tak Dianggap

Regional
Silsilah RA Kartini, Pejuang Emansipasi yang Berdarah Biru

Silsilah RA Kartini, Pejuang Emansipasi yang Berdarah Biru

Regional
Korban Meninggal Bentrok di Tual Maluku Dimakamkan

Korban Meninggal Bentrok di Tual Maluku Dimakamkan

Regional
Jeffri Kaget Kaus Merahnya Dipakai oleh Pembunuh Ibu dan Anak di Palembang, Diambil Pelaku dari Rumah Kosong

Jeffri Kaget Kaus Merahnya Dipakai oleh Pembunuh Ibu dan Anak di Palembang, Diambil Pelaku dari Rumah Kosong

Regional
Tradisi Sungkem Tlompak, Wujud Syukur Masyarakat Lereng Gunung Merbabu

Tradisi Sungkem Tlompak, Wujud Syukur Masyarakat Lereng Gunung Merbabu

Regional
Sepekan Setelah Lebaran, Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Brebes Rp 50.000 per Kg

Sepekan Setelah Lebaran, Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Brebes Rp 50.000 per Kg

Regional
Kronologi Ganda Bunuh Istri dan Anak Mantan Bos di Palembang gara-gara Gaji yang Dibayar Tak Sesuai

Kronologi Ganda Bunuh Istri dan Anak Mantan Bos di Palembang gara-gara Gaji yang Dibayar Tak Sesuai

Regional
Diadakan di 14 Titik, Festival Balon Udara di Wonosobo Bakal Dikunjungi Puluhan Ribu Wisatawan

Diadakan di 14 Titik, Festival Balon Udara di Wonosobo Bakal Dikunjungi Puluhan Ribu Wisatawan

Regional
Pembunuh Bocah TK yang Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Goa Terungkap, Saat Ini Masih Buron

Pembunuh Bocah TK yang Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Goa Terungkap, Saat Ini Masih Buron

Regional
Warga Anambas Diimbau Tak Pakai Sepeda Listrik di Jalan Raya

Warga Anambas Diimbau Tak Pakai Sepeda Listrik di Jalan Raya

Regional
Hari Pertama Buka Usai Lebaran, Kantor Samsat Kebumen Peroleh Rp 887 Juta Pembayaran Pajak

Hari Pertama Buka Usai Lebaran, Kantor Samsat Kebumen Peroleh Rp 887 Juta Pembayaran Pajak

Regional
Paling Diminati Saat Lebaran, Kota Lama Semarang Dikunjungi 246.000 Wisatawan

Paling Diminati Saat Lebaran, Kota Lama Semarang Dikunjungi 246.000 Wisatawan

Regional
Pensiunan ASN di Kupang Tewas Gantung Diri

Pensiunan ASN di Kupang Tewas Gantung Diri

Regional
Pemkab Sikka NTT Siapkan 1.000 Dosis Vaksin Cegah Rabies di Palue

Pemkab Sikka NTT Siapkan 1.000 Dosis Vaksin Cegah Rabies di Palue

Regional
Buron Setahun, Perampok Karyawan Koperasi di Musi Rawas Tewas Ditembak

Buron Setahun, Perampok Karyawan Koperasi di Musi Rawas Tewas Ditembak

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com