Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024

Nama Sekolah di Sleman Ini SD Negeri Bokong, Begini Cerita Penamannya dari Berbagai Versi

Kompas.com - 19/01/2023, 13:49 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang terletak di Padukuhan Sonoharja, Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, ini sepintas sama dengan sekolah-sekolah lainya di DI Yogyakarta (DIY).

Namun, yang membedakan adalah namanya. Sekolah ini memiliki nama yang unik. Namanya adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bokong.

Nama sekolah dasar ini awalnya diambil dari nama padukuhan di lokasi tersebut sebelum berubah nama menjadi Padukuhan Sonoharja.

Ada beberapa versi cerita di warga masyarakat terkait dengan awal mula penamaan Bokong.

Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bokong, Suisdiyati mengaku, tidak tahu pasti asal mula penamaan tersebut.

Baca juga: Dekat Lokasi Pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen, Warga Sleman Keluhkan Dinding Rumah Retak dan Air Sumur Keruh

Sebab, dirinya baru satu tahun menjabat kepala sekolah di SDN Bokong.

"Kalau secara yuridisnya saya tidak tahu pasti. Tapi, pernah tanya-tanya kepada yang sudah lama di sini," ujar Suisdiyati saat ditemui Kompas.com, pada Kamis (19/1/2023).

Dari cerita yang didapatnya, pada dulu kala Sunan Kalijaga dalam perjalananya pernah singgah ke daerah ini. Kemudian, diadakan makan bersama kalau adat jawa disebut berkatan.

"Zaman dulunya itu katanya itu Sunan Kalijaga yang ke sini, kalau Sunan Kalijaga itu kan dakwah. Nah, itu masyarakat di sini itu memberikan, kalau orang Jawa (namanya) berkatan," ungkap dia.

Makanan tersebut kemudian dimakan oleh Sunan Kalijaga. Termasuk makan dengan lauk ingkung ayam.

"Lha itu Sunan Kalijaga yang didahar (disantap) itu (ingkung ayam) yang bagian brutunya. Brutu itu kan bokong, nah dari situlah nama itu berawal," ucap dia.

Suisdiyati menuturkan, dari bukti sejarahnya memang tidak ada. Cerita itu dari versi orang-orang tua.

"Kalau secara bukti yang kalau sejarah itu kan ada bukti-buktinya, nah ini enggak bisa dilacak gitu," ungkap dia.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas Puskesmas Temukan Biskuit MTB Berjamur, Dinkes Lombok Timur: Kami Tarik Semuanya

Petugas Puskesmas Temukan Biskuit MTB Berjamur, Dinkes Lombok Timur: Kami Tarik Semuanya

Regional
Banjir Kapuas, BNPB Sebut 13.192 Jiwa Terdampak

Banjir Kapuas, BNPB Sebut 13.192 Jiwa Terdampak

Regional
3 Kasus Polisi Diduga Bunuh Diri, Ada yang Minum Sianida hingga Dugaan Masalah Asmara

3 Kasus Polisi Diduga Bunuh Diri, Ada yang Minum Sianida hingga Dugaan Masalah Asmara

Regional
Lokasi dan Jadwal Penukaran Uang Baru di Banyumas untuk Lebaran 2023

Lokasi dan Jadwal Penukaran Uang Baru di Banyumas untuk Lebaran 2023

Regional
Gunung Ile Lewotolok di NTT Meletus 52 Kali, Tinggi Kolom Abu Capai 700 Meter

Gunung Ile Lewotolok di NTT Meletus 52 Kali, Tinggi Kolom Abu Capai 700 Meter

Regional
Ganjar Optimistis Jembatan Juwana di Pati Selesai April Jelang Lebaran Mendatang

Ganjar Optimistis Jembatan Juwana di Pati Selesai April Jelang Lebaran Mendatang

Regional
Derita Maghfirah, Penderita Stunting dan Hidrosefalus yang Tak Bisa Menikmati Pelukan Ibunya

Derita Maghfirah, Penderita Stunting dan Hidrosefalus yang Tak Bisa Menikmati Pelukan Ibunya

Regional
Anggota DPR Pelalawan Pamer Tumpukan Uang, Mengaku Iseng dan Bantah Uang Itu Miliknya

Anggota DPR Pelalawan Pamer Tumpukan Uang, Mengaku Iseng dan Bantah Uang Itu Miliknya

Regional
Pelajar di Sikka Tertancap Anak Panah di Perut, Baru Sadar Setelah 10 Meter Berkendara

Pelajar di Sikka Tertancap Anak Panah di Perut, Baru Sadar Setelah 10 Meter Berkendara

Regional
Teuku Bob Ichsan Ditangkap Polda Sumbar karena Edit Foto Presiden Jokowi, Pelaku Dikenakan Wajib Lapor

Teuku Bob Ichsan Ditangkap Polda Sumbar karena Edit Foto Presiden Jokowi, Pelaku Dikenakan Wajib Lapor

Regional
Guru Pelajaran Agama Cabuli 4 Murid di Aceh Utara, Modus Minta Korban Baca di Sampingnya

Guru Pelajaran Agama Cabuli 4 Murid di Aceh Utara, Modus Minta Korban Baca di Sampingnya

Regional
Lokasi dan Jadwal Penukaran Uang Baru di Palu untuk Lebaran 2023

Lokasi dan Jadwal Penukaran Uang Baru di Palu untuk Lebaran 2023

Regional
Polda NTT Dapat 2 Kapal Baru untuk Cegah Kejahatan di Wilayah Perbatasan Negara

Polda NTT Dapat 2 Kapal Baru untuk Cegah Kejahatan di Wilayah Perbatasan Negara

Regional
Kapolres Blora: Perang Sarung Antar-remaja yang Viral Itu Hanya Konten

Kapolres Blora: Perang Sarung Antar-remaja yang Viral Itu Hanya Konten

Regional
Sosok Suharni, Wanita yang Videonya Viral Tangkap Ular dengan Tangan Kosong, Ternyata Sudah Berburu Ular sejak SD

Sosok Suharni, Wanita yang Videonya Viral Tangkap Ular dengan Tangan Kosong, Ternyata Sudah Berburu Ular sejak SD

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke