Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/11/2022, 13:54 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

NEGERI ini kembali berduka. Setidaknya 268 orang meninggal akibat gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Ada 500-an orang luka-luka, baik orang tua, dewasa maupun anak-anak.

Hari-hari ini sebagian warga di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, dan sekitarnya harus menginap di tempat-tempat penampungan dan tenda-tenda darurat. Aparat dan masyarakat masih mencari korban-korban lain, karena ada 150-an orang yang hilang.

Suasana di tempat bencana itu tentulah sangat menyedihkan. Tapi kesedihan tidak boleh terlalu lama hadir, sebab ada hal penting yang harus dilakukan, yaitu membangun kembali rumah, sawah, sekolah, tempat kerja, dll. Hidup harus terus bergerak.

Tanggap darurat

Satu-dua minggu setelah gempa besar ini, upaya tanggap darurat sebaiknya telah selesai. Semua korban hilang sudah dipastikan keberadaannya, hidup atau meninggal. Korban patah tulang sudah ditangani oleh dokter bedah tulang.

Petugas dan relawan tentunya sudah memastikan semua warga tertampung di tempat yang aman, dengan sandang dan pangan yang cukup.

Mungkin ada warga yang trauma karena kehilangan keluarga dan harta benda. Maka tim khusus untuk keperluan itu sudah disiapkan. Jangan ada warga yang sedih berkepanjangan.

Puing-puing bangunan sudah dibersihkan dan dilokalisir, sehingga tidak mengganggu aktivitas warga dan petugas.

Pekerjaan pada tahap ini memerlukan banyak tenaga, dari berbagai unit kerja pemerintah daerah, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.

Saya yakin banyak relawan siap membantu, jika diminta. Jika dikoordinasikan dengan baik, maka pekerjaan tanggap darurat dapat diselesaikan dengan cepat.

Rehab dan rekon

Pemerintah tentunya sedang menyusun rencana tahap berikutnya, yaitu rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab dan rekon). Sebelumnya perlu dipetakan bangunan umum yang perlu dibangun kembali.

Rumah-rumah penduduk juga diidentifikasi tingkat kerusakannya; berat, sedang atau ringan. Pemerintah akan memberikan bantuan dana untuk membangun rumah warga yang rusak.

Rusak berat mendapat kompensasi Rp 50 juta, sedang Rp 25 juta dan ringan Rp 10 juta. Warga tinggal mengatur bagaimana menggunakan dana ini.

Sebaiknya rekonstruksi bangunan menggunakan prinsip build back better, membangun secara lebih baik. Bukan dari segi penampilan, namun dari segi ketahanan terhadap gempa. Pasalnya BMKG memprediksi gempa serupa bisa terjadi lagi 20 tahun yang akan datang (Kompas.com, 22/11/2022).

Baca juga: BMKG: Gempa di Cianjur Bisa Berulang 20 Tahun Lagi

Kementerian PUPR memiliki unit kerja yang bertugas meneliti bangunan yang tahan gempa. Banyak juga ahli hunian tahan gempa dari berbagai perguruan tinggi. Mereka dapat memberi saran bagaimana bangunan baru tahan gempa sebaiknya dibangun.

Perlu ada waktu untuk bertukar konsep dan pengalaman membangun kembali bangunan dari bencana gempa bumi, secara lebih baik. Tidak hanya untuk Cianjur, tetapi juga untuk daerah-daerah lain. Sesuai kondisi geografisnya, banyak daerah harus siap memitigasi gempa bumi.

Yang juga penting adalah sarana warga untuk bekerja perlu segera diperbaiki, apakah itu sawah, pabrik, pasar, toko, dsb. Juga prasarana ekonomi dan sosial seperti jalan, listrik, sekolah dan puskesmas.

Kita tidak kekurangan ahli untuk mengelola semua tahapan yang perlu dilakukan untuk pulihnya kehidupan warga Cianjur yang terkena gempa.

Yang diperlukan saat ini adalah lembaga yang memimpin pembangunan kembali Cianjur. Mungkin lembaga ini berada di bawah koordinasi Gubernur Jawa Barat, atau cukup di bawah koordinasi Bupati Cianjur. Di mana pun berada, badan ini perlu didukung oleh pemerintah pusat.

Setelah badan ini terbentuk secara resmi, maka upaya berikutnya lebih mudah diatur, mulai dari membuat rencana, menggalang dana, memobilisasi tenaga, melakukan renovasi, perbaikan, pembangunan; serta pengawasannya.

Kita berharap hari-hari berkabung di Cianjur segera berlalu. Yang sudah tiada tidak akan kembali lagi. Tak ada pengorbanan yang sia-sia. Di belakang bencana ini tentulah ada hikmah.

Kita berharap masyarakat Cianjur segera bangkit kembali, dengan ikhlas, tabah dan arif. Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama, Cianjur kembali ramai, dinamis, dan produktif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.