Jaksa Minta Bantuan Polisi Tangkap Eks Bendahara BPBD Flores Timur Tersangka Korupsi Dana Covid-19

Kompas.com - 07/10/2022, 21:36 WIB

MAUMERE, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Flores Timur meminta bantuan kepolisian untuk menangkap PLT, tersangka kasus dugaan korupsi dana pengelolaan anggaran percepatan penanganan Covid-19 di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur tahun 2020.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Flores Timur, Kornelis Oematan mengungkapkan, hingga kini mantan bendahara BPBD Flores Timur itu belum ditemukan.

"Tersangka sudah tiga kali mangkir dari panggilan tanpa alasan yang jelas. Pada saat kita lakukan upaya paksa, tersangka tidak ditemukan di tempat tinggalnya," ujar Kornelis saat dihubungi, Jumat (7/10/2022).

Baca juga: Dugaan Korupsi Dana Covid-19 di Flores Timur, Jaksa Kaji Penetapan DPO pada Bendahara BPBD

Kornelis berujar, PLT telah ditetapkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) berdasarkan Surat Penetapan DPO Kepala Kejaksaan Negeri Flores Timur Nomor : TAP-01/N.3.16/Fd.1/10/2022, tanggal 7 Oktober 2022.

Selanjutnya untuk melakukan pencarian terhadap tersangka, pihaknya akan meminta bantuan aparat Kepolisian Resor (Polres) Flores Timur.

"Penyidik Kejari Flores Timur akan meminta bantuan ke Polri dalam hal ini Polres Flores Timur, dan secara berjenjang akan meminta bantuan ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia," jelasnya.

Kornelis menjelaskan, jika sampai tahap penuntutan tersangka belum ditemukan, jaksa penuntut umum (JPU) bisa melimpahkan berkas perkara tersangka ke Pengadilan Negeri Kupang, tanpa kehadiran PLT.

Kasus ini berawal dari hasil refocusing kegiatan dan realokasi anggaran untuk percepatan penanganan Covid-19 di Flores Timur.

BPBD mendapat alokasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp. 6.482.519.650, yang diperuntukkan untuk penanganan darurat bencana.

Baca juga: 3 Kali Mangkir Panggilan, Tersangka Kasus Korupsi Dana Covid-19 di Flores Timur Jadi DPO

Namun, dalam proses pengajuan pencairan anggaran tidak dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dari hasil perhitungan kerugian keuangan Negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terdapat penyimpangan yang menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.569.264.435.

Kasus ini juga melibatkan dua pejabat lain, yakni Sekretaris Daerah Flores Timur, PIG, dan AHB selaku Kepala Pelaksana BPBD. Keduanya telah ditahan di sel tahanan Polres Flores Timur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Bintan, Pelajar SMP Difasilitasi Bus Sekolah Gratis, Berawal dari Tidak Ada Transportasi Umum

Di Bintan, Pelajar SMP Difasilitasi Bus Sekolah Gratis, Berawal dari Tidak Ada Transportasi Umum

Regional
Mayat Pria Ditemukan Hangus Terbakar di Tegal, Kondisi Tubuh Menghitam, Pakai Topi dan Celana Pendek

Mayat Pria Ditemukan Hangus Terbakar di Tegal, Kondisi Tubuh Menghitam, Pakai Topi dan Celana Pendek

Regional
Buka Layanan Pengaduan Masyarakat, Kapolda NTT Sebar Nomor Ponsel ke Masyarakat

Buka Layanan Pengaduan Masyarakat, Kapolda NTT Sebar Nomor Ponsel ke Masyarakat

Regional
Diduga Selewengkan Uang Tagihan Rp 712 Juta, Eks Direktur PDAM Pidie Jaya Jadi Tersangka

Diduga Selewengkan Uang Tagihan Rp 712 Juta, Eks Direktur PDAM Pidie Jaya Jadi Tersangka

Regional
UMK Karimun Naik 7,3 Persen, Disepakati Jadi Rp 3.592.019

UMK Karimun Naik 7,3 Persen, Disepakati Jadi Rp 3.592.019

Regional
Detik-detik Brigadir Yusdar Ditembak hingga Tewas di Yahukimo

Detik-detik Brigadir Yusdar Ditembak hingga Tewas di Yahukimo

Regional
Dewan Pengupahan Kota Serang Rekomendasikan 2 Besaran Kenaikan UMK 2023

Dewan Pengupahan Kota Serang Rekomendasikan 2 Besaran Kenaikan UMK 2023

Regional
Penampakan 2 Bunga Langka Rafflesia Arnoldi Mekar di Bengkulu Selatan

Penampakan 2 Bunga Langka Rafflesia Arnoldi Mekar di Bengkulu Selatan

Regional
Sojek, Jualan Soto Model Jemput Bola, Tanpa Ongkos Kirim dan Cukup WA Saja

Sojek, Jualan Soto Model Jemput Bola, Tanpa Ongkos Kirim dan Cukup WA Saja

Regional
1 Lagi Buron Kasus Pemerkosaan Remaja di Kupang Ditangkap

1 Lagi Buron Kasus Pemerkosaan Remaja di Kupang Ditangkap

Regional
Sopir Taksi Online Tewas Setelah Dianiaya di Parkiran Kafe Purworejo

Sopir Taksi Online Tewas Setelah Dianiaya di Parkiran Kafe Purworejo

Regional
Mengaku Jadi Pegawai, Pembunuh Satu Keluarga di Magelang Ternyata Pengangguran, Polisi: Keterangannya Palsu

Mengaku Jadi Pegawai, Pembunuh Satu Keluarga di Magelang Ternyata Pengangguran, Polisi: Keterangannya Palsu

Regional
Selesai Diperbaiki, Jembatan Mojo Penghubung Solo-Sukoharjo Bakal Dibuka 2 Desember 2022

Selesai Diperbaiki, Jembatan Mojo Penghubung Solo-Sukoharjo Bakal Dibuka 2 Desember 2022

Regional
Diduga Aniaya dan Selingkuhi Istri, Anggota Polres Mamuju Tengah Dipecat

Diduga Aniaya dan Selingkuhi Istri, Anggota Polres Mamuju Tengah Dipecat

Regional
Pertama Kali, Gambut dan Mangrove Kini Masuk Kurikulum Mulok di Kubu Raya Kalbar

Pertama Kali, Gambut dan Mangrove Kini Masuk Kurikulum Mulok di Kubu Raya Kalbar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.