Dugaan Korupsi Dana Covid-19 di Flores Timur, Jaksa Kaji Penetapan DPO pada Bendahara BPBD

Kompas.com - 28/09/2022, 18:40 WIB

LARANTUKA, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), berencana menetapkan PLT, tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran percepatan penanganan Covid-19, ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Sebab, PLT yang menjabat sebagai Bendahara Pengeluaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah tiga kali mangkir dari pemeriksaan jaksa.

"Sudah yang ketiga kali (tidak hadir)," ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Flores Timur, Kornelis S. Oematan saat dihubungi, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Soal Kasus Korupsi Dana Covid-19, Kuasa Hukum Eks Sekda Flores Timur: Kita Akan Buat Kajian

Kornelis menyebut, PLT dipanggil untuk yang ketiga kalinya pada pemeriksaan yang dijadwalkan pada Senin (26/9/2022). Namun, PLT tidak hadir tanpa alasan yang jelas.

Oleh sebab itu, status PLT sebagai DPO akan segera dikaji sesuai aturan yang berlaku.

"Untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai DPO masih ada proses administrasi yang harus kami penuhi," ujarnya.

Baca juga: Sekda Flores Timur Diberhentikan dari Jabatannya Usai Ditahan oleh Jaksa karena Terseret Kasus Korupsi

Kornelis berjanji akan menyampaikan perkembangan terkait status tersangka PLT pada Kamis (29/9/2022) besok.

Kasus dugaan korupsi ini berawal dari refocusing kegiatan dan realokasi anggaran untuk percepatan penanganan Covid-19 di Flores Timur.

BPBD mendapat alokasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp 6.482.519.650 yang diperuntukkan untuk penanganan darurat bencana Covid-19. Namun, dalam proses pengajuan pencairan anggaran tidak dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Berdasar hasil perhitungan kerugian keuangan negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), terdapat penyimpangan yang menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.569.264.435.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Tersangka Tawuran, Siswa SMP di Brebes Ujian Sekolah di Lapas

Jadi Tersangka Tawuran, Siswa SMP di Brebes Ujian Sekolah di Lapas

Regional
Disebut Bakal Menyanyi di Pernikahan Kaesang-Erina, Gibran: Tunggu Ajalah Nanti

Disebut Bakal Menyanyi di Pernikahan Kaesang-Erina, Gibran: Tunggu Ajalah Nanti

Regional
Hingga November 2022, Bandara Lombok Catat 1,79 Juta Pergerakan Penumpang

Hingga November 2022, Bandara Lombok Catat 1,79 Juta Pergerakan Penumpang

Regional
WN Australia Diduga Diperkosa WN Nigeria di Bali Usai Minum Miras Bersama

WN Australia Diduga Diperkosa WN Nigeria di Bali Usai Minum Miras Bersama

Regional
Pengakuan Pemuda yang Bunuh 1 Keluarganya di Magelang dengan Racun, Sakit Hati hingga Investasi Fiktif

Pengakuan Pemuda yang Bunuh 1 Keluarganya di Magelang dengan Racun, Sakit Hati hingga Investasi Fiktif

Regional
Polisi Tangkap 12 Pengedar Narkoba di Riau Jelang Pergantian Tahun, 91 Kg Sabu dan 25 Kg Ganja Disita

Polisi Tangkap 12 Pengedar Narkoba di Riau Jelang Pergantian Tahun, 91 Kg Sabu dan 25 Kg Ganja Disita

Regional
Detik-detik KKB Serang Tukang Ojek di Pegunungan Bintang, 3 Tewas, Saksi Sebut Dengar 3 Kali Tembakan

Detik-detik KKB Serang Tukang Ojek di Pegunungan Bintang, 3 Tewas, Saksi Sebut Dengar 3 Kali Tembakan

Regional
Hoaks Penculikan di Batam, Ternyata Pencurian Ponsel yang Korbannya Anak-anak

Hoaks Penculikan di Batam, Ternyata Pencurian Ponsel yang Korbannya Anak-anak

Regional
Komnas HAM Kunjungi Wadas, Warga Kontra Tambang Minta Ganjar Pranowo hingga Presiden Dievaluasi

Komnas HAM Kunjungi Wadas, Warga Kontra Tambang Minta Ganjar Pranowo hingga Presiden Dievaluasi

Regional
Tamu Undangan Tasyakuran Kaesang-Erina Bakal Diantar Bus, Becak hingga Andong, Ini Rutenya

Tamu Undangan Tasyakuran Kaesang-Erina Bakal Diantar Bus, Becak hingga Andong, Ini Rutenya

Regional
Remaja yang Tenggelam di Lombok Barat Ditemukan Meninggal

Remaja yang Tenggelam di Lombok Barat Ditemukan Meninggal

Regional
Erupsi Gunung Kerinci Kembali Terjadi Hari Ini dengan Ketinggian 700 Meter

Erupsi Gunung Kerinci Kembali Terjadi Hari Ini dengan Ketinggian 700 Meter

Regional
STB Langka di Pasaran, Penjualan TV Digital Ikut Meroket hingga Ratusan Juta Rupiah

STB Langka di Pasaran, Penjualan TV Digital Ikut Meroket hingga Ratusan Juta Rupiah

Regional
Tukang Ojek yang Hilang Saat Diserang KKB di Pegunungan Bintang Ditemukan Tewas

Tukang Ojek yang Hilang Saat Diserang KKB di Pegunungan Bintang Ditemukan Tewas

Regional
Seniman dan Pedagang Pasar Gede Solo Tumpengan Ikut Berbahagia Jokowi 'Ngunduh Mantu'

Seniman dan Pedagang Pasar Gede Solo Tumpengan Ikut Berbahagia Jokowi "Ngunduh Mantu"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.