Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sempat Tiduran di Garbarata Kuala Namu, Jemaah Haji Gorontalo Telat Pulang

Kompas.com - 11/08/2022, 11:48 WIB
Rosyid A Azhar ,
Khairina

Tim Redaksi

GORONTALO, KOMPAS.com – Sebanyak 390 dari 393 orang jemaah haji kelompok terbang 14 yang baru mendarat di Bandara Jalaluddin Tantu harus menjalani tes antigen oleh petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

Secara tertib mereka diarahkan ke petugas kesehatan yang mengenakan baju khusus, sarung tangan, memakai masker dan penutup kepala.

Satu-satu diambil sampel dan dilayani dengan sabar dari meja ke meja, termasuk pengambilan sampel di dalam rongga hidung di area asrama haji.

Baca juga: Puluhan Keluarga Jemaah Haji Menangis Haru Sambut Kepulangan Mereka di Pendapa Purworejo

Jemaah yang sudah melakukan tes antigen kemudian memasuki aula asrama untuk persiapan mengikuti pemulangan ke rumah masing-masing.

Kloter 14 ini seharusnya sebanyak 393 orang, namun satu di antaranya dipulangkan lebih cepat ke Tanah Air (Tanazul) karena sakit.

Sementara, dua jemaah lainnya saat ini sedang berobat di rumah sakit Makassar.

“Selamat datang kembali di Provinsi Gorontalo kepada jemaah haji kloter 14 UPG semoga menjadi haji yang mabrur,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba, Rabu (10/8/2022).

Darda Daraba juga mengapresiasi para petugas haji yang sudah bekerja keras sehingga pelaksanaan haji telah berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.

Rombongan kloter 14 UPG ini sebelumnya mengalami keterlambatan dan harus transit di bandar udara Kuala Namu Medan, Sumatera Utara.

Mereka berangkat dari Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz Madinah pada tanggal 9 Agustus 2022 pukul 06.10 waktu setempat dan dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Hasanudin Makassar pada 10 Agustus Pukul 00.45 Wita.

Terkait keterlambatan ini, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo Mahmud Bobihu dalam laman instansi ini menyampaikan kronologi keterlambatan pesawat, saat kepulangan dari bandara Madinah ke Makassar Pesawat Garuda nomor penerbangan GA 1214 Kloter 14 UPG landing/transit di Medan pada 9 Agustus Pukul 20.15 WIB untuk pengisian BBM dan harus melakukan pergantian ban yang memerlukan waktu 3 jam.

"Saat pengisian BBM dan pergantian ban, sistem pendingin kabin pesawat kurang berfungsi normal dan jemaah dalam pesawat kepanasan. Sehingga, jemaah pun diputuskan untuk turun dari pesawat sambil melakukan tindakan kesehatan oleh petugas kloter dan petugas kesehatan Medan mengingat beberapa jemaah kelelahan akibat panjangnya perjalanan," kata Mahmud Bobihu.

Baca juga: Suasana Haru Sambut Kedatangan 124 Jemaah Haji Asal Luwu, Nuansa Timur Tengah dan Bugis Makassar Mewarnai Penyambutan

Menurutnya ada rekaman yang beredar dan memperlihatkan kondisi jemaah yang duduk sambil tiduran di garbarata bandara Medan yang dipersepsikan penelantaran dan tidak ada koordinasi.

Menurutnya kejadian ini perlu disikapi secara bijak bahwa prosedur pelayanan standar keselamatan jemaah adalah skala prioritas sehingga secara teknis dan dalam kondisi pesawat seperti itu sangat tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan ke Makassar.

Menurutnya keterlambatan pesawat tersebut merupakan kejadian tak terduga dan tidak ada dalam rencana, termasuk jemaah haji turun di ruang tunggu dan duduk di garbarata sesuai dengan prosedur penanganan pelaku perjalanan luar negeri.

"Kami memaklumi kondisi pesawat seperti itu menjadi domain pihak maskapai untuk memutuskan Langkah terbaik demi keselamatan dan kenyamanan jemaah haji. Saat kepulangan menuju Makassar pihak maskapai sudah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami jemaah haji kloter 14 UPG Provinsi Gorontalo," tutur Mahmud.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cerita Aipda Johanis Lerrick Selamatkan Ibu Melahirkan, Terobos Banjir dan Jalan Rusak

Cerita Aipda Johanis Lerrick Selamatkan Ibu Melahirkan, Terobos Banjir dan Jalan Rusak

Regional
Jelang Putusan MK, Ketua TKD Prabowo-Gibran Sumsel Optimistis Gugatan Paslon 01 dan 03 Ditolak

Jelang Putusan MK, Ketua TKD Prabowo-Gibran Sumsel Optimistis Gugatan Paslon 01 dan 03 Ditolak

Regional
Hari Kartini, Penumpang Perempuan yang Ultah Dapat Kejutan di Stasiun Purwokerto

Hari Kartini, Penumpang Perempuan yang Ultah Dapat Kejutan di Stasiun Purwokerto

Regional
Penumpang Ceritakan Detik-detik Bus Tertabrak Kereta Api di OKU Timur

Penumpang Ceritakan Detik-detik Bus Tertabrak Kereta Api di OKU Timur

Regional
Presiden Jokowi Lakukan Kunjungan 2 Hari di Provinsi Gorontalo

Presiden Jokowi Lakukan Kunjungan 2 Hari di Provinsi Gorontalo

Regional
Viral Video Penyebaran Gas SO2 Dampak Erupsi Gunung Ruang di Media Sosial, Ini Penjelasan Badan Geologi

Viral Video Penyebaran Gas SO2 Dampak Erupsi Gunung Ruang di Media Sosial, Ini Penjelasan Badan Geologi

Regional
Disambut Istri Sendiri, Mantan Wali Kota Pangkalpinang Maju untuk Periode Kedua Lewat PDI-P

Disambut Istri Sendiri, Mantan Wali Kota Pangkalpinang Maju untuk Periode Kedua Lewat PDI-P

Regional
iPhone 15 Pro Max Dikembalikan, WNA Brasil Berterima Kasih ke Polres Kota Mataram

iPhone 15 Pro Max Dikembalikan, WNA Brasil Berterima Kasih ke Polres Kota Mataram

Regional
Bus Tertabrak KA Rajabasa di OKU Timur, 4 Korban Tewas dan 15 Terluka

Bus Tertabrak KA Rajabasa di OKU Timur, 4 Korban Tewas dan 15 Terluka

Regional
Bus Wisata Berpenumpang 35 Orang Terguling di Bantul, 7 Orang Dibawa ke RS

Bus Wisata Berpenumpang 35 Orang Terguling di Bantul, 7 Orang Dibawa ke RS

Regional
Cerita Siswi SMA di Sikka Tak Bisa Ikut Ujian gara-gara Belum Bayar SPP Rp 50.000

Cerita Siswi SMA di Sikka Tak Bisa Ikut Ujian gara-gara Belum Bayar SPP Rp 50.000

Regional
Perjalanan Irjen Pol Purn Johni Asadoma, dari Atlet Tinju, Kapolda NTT hingga Bakal Calon Gubernur NTT

Perjalanan Irjen Pol Purn Johni Asadoma, dari Atlet Tinju, Kapolda NTT hingga Bakal Calon Gubernur NTT

Regional
Kabur Selama 2 Bulan Usai Cabuli Remaja Putri, Residivis Kasus Pencurian Motor di NTT Ditangkap

Kabur Selama 2 Bulan Usai Cabuli Remaja Putri, Residivis Kasus Pencurian Motor di NTT Ditangkap

Regional
Berkenalan dengan Maya Dewi, Sosok Kartini Masa Kini dari Kota Semarang

Berkenalan dengan Maya Dewi, Sosok Kartini Masa Kini dari Kota Semarang

Regional
Cerita Ning, Gerakkan Ibu-ibu di Demak Sulap Sampah Jadi Rupiah

Cerita Ning, Gerakkan Ibu-ibu di Demak Sulap Sampah Jadi Rupiah

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com