Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/08/2022, 20:11 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purwakarta, YN, yang diamankan polisi karena diduga nyabu bersama dua rekannya LA dan WW diserahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Karawang untuk dilakukan assessment.

Assessment ini dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap ketiga orang tersebut, apakah akan dilakukan rehabilitasi atau proses pidana.

"Mekanismenya kan memang bisa direhab dan untuk dipidana. Tapi, prosesnya melalui assessment, prosedur yang dilakukan Polres Purwakarta itu dengan assessment," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Komisaris Besar Pol Ibrahim Tompo melalui keterangannya, Rabu (3/8/2022).

Baca juga: Polisi di Polewali Mandar Dibacok Saat Tangkap Pengedar Sabu, 2 Luka Parah

Ibrahim mengatakan, di lokasi tempat kejadian perkara, penyidik tak menemukan adanya barang bukti sabu.

Bahkan dari hasil gelar perkara, kesimpulan sementara, ketiganya penyalahguna narkoba.

"Jadi, di sana cuma didapatkan alat yang digunakan yaitu bong, kemudian botol air minum yang dimodifikasi dan tidak ada barang buktinya, hasil pendalaman itu (sabu) diperoleh tidak sampai satu gram yang mereka konsumsi sama-sama, jadi salah satu bukti lain hanya urine saja," katanya.

Berdasarkan Pasal 54 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabillitasi medis dan rehabilitasi sosial.

"Sesuai undang-undang, setiap pengguna narkoba wajib di-assessment, sehingga sesuai prosedur ketiganya hari ini dilakukan assessment dan hasilnya kita tunggu," beber dia.

Baca juga: Diduga Tengah Nyabu, Anggota DPRD Purwakarta Ditangkap

Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap seorang anggota DPRD Purwakarta dari fraksi PDIP berinisial YN yang diduga tengah mengonsumsi narkoba jenis sabu atau nyabu di satu rumah di wilayah Purwakarta.

Kepala Polisi Resor (Kapolres) Purwakarta, AKBP Edwar Zulkarnain menyebut, anggota DPRD Purwakarta itu ditangkap bersama dua rekannya yang merupakan seorang pria dan wanita berinisial LA, serta WW.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buru Pelanggar Lalu Lintas, Ditlantas Polda Jateng Gunakan Drone

Buru Pelanggar Lalu Lintas, Ditlantas Polda Jateng Gunakan Drone

Regional
Empat Jenderal Polisi Lepas Penerbangan Citilink dari Bandara Halim ke Ngloram Blora yang Kembali Beroperasi

Empat Jenderal Polisi Lepas Penerbangan Citilink dari Bandara Halim ke Ngloram Blora yang Kembali Beroperasi

Regional
Paman Tega Cabuli Keponakan yang Masih SD hingga Lima Kali

Paman Tega Cabuli Keponakan yang Masih SD hingga Lima Kali

Regional
Marak Kasus Pemerkosaan Anak di Jateng, Ganjar: Anak itu untuk Disayangi dan Disiapkan, Bukan Dianiaya

Marak Kasus Pemerkosaan Anak di Jateng, Ganjar: Anak itu untuk Disayangi dan Disiapkan, Bukan Dianiaya

Regional
Cerita Pria di Cirebon Rampok dan Aniaya Kakak Tirinya, Pura-pura Ikut Antar Korban ke Rumah Sakit

Cerita Pria di Cirebon Rampok dan Aniaya Kakak Tirinya, Pura-pura Ikut Antar Korban ke Rumah Sakit

Regional
Petani di Aceh Utara Temukan Pelontar Bom, Diduga Masih Aktif

Petani di Aceh Utara Temukan Pelontar Bom, Diduga Masih Aktif

Regional
Cerita Gerasmus di NTT, Uang Pinjaman KUR Dibobol gara-gara Klik Pesan di WhatsApp

Cerita Gerasmus di NTT, Uang Pinjaman KUR Dibobol gara-gara Klik Pesan di WhatsApp

Regional
Atlet Peraih Medali Emas PON Jadi Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Sumbar

Atlet Peraih Medali Emas PON Jadi Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Sumbar

Regional
Curi Kotak Amal dan Sepeda Motor di Masjid, 2 Siswa SMP OKU Timur Ditangkap

Curi Kotak Amal dan Sepeda Motor di Masjid, 2 Siswa SMP OKU Timur Ditangkap

Regional
Terendah Keempat se-Indonesia, Prevalensi Stunting di Kepri 15,4 Persen

Terendah Keempat se-Indonesia, Prevalensi Stunting di Kepri 15,4 Persen

Regional
Samapta Polda Sulut dan Basarnas Evakuasi 6 Warga di Lokasi Banjir Ternate Tanjung Manado

Samapta Polda Sulut dan Basarnas Evakuasi 6 Warga di Lokasi Banjir Ternate Tanjung Manado

Regional
Cuaca Buruk Ganggu Penerbangan di Bandara Sam Ratulangi Manado, 7 Delay dan 3 Divert

Cuaca Buruk Ganggu Penerbangan di Bandara Sam Ratulangi Manado, 7 Delay dan 3 Divert

Regional
Gibran Branding Mobil Dinasnya Logo Solo Safari, Ini Alasannya...

Gibran Branding Mobil Dinasnya Logo Solo Safari, Ini Alasannya...

Regional
Viral Video Pekerja Migran Asal Cianjur Minta Dipulangkan ke Tanah Air, Identitasnya Masih Dicari

Viral Video Pekerja Migran Asal Cianjur Minta Dipulangkan ke Tanah Air, Identitasnya Masih Dicari

Regional
Gali Potensi Pertanian, Bupati Malaka: Kami Prioritaskan Swasembada Pangan

Gali Potensi Pertanian, Bupati Malaka: Kami Prioritaskan Swasembada Pangan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.