Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada Kios Pasar Tradisional di Solo Dijual Online, Gibran: Nanti SHP-nya Dicabut Saja

Kompas.com - 13/07/2022, 19:42 WIB
Labib Zamani,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Belakangan marak kios pasar tradisional di Solo, Jawa Tengah, yang dijual secara online.

Berdasarkan penelusuran, kios pasar tradisional yang dijual secara online tersebut di antaranya Pasar Nongko, Pasar Ngarsopuro, dan Pasar Legi.

Harga yang ditawarkan untuk masing-masing kios bervariasi. Mulai dari harga puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

Kios di Pasar Nongko Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, ditawarkan melalui OLX dengan harga Rp 225 juta.

Baca juga: Gibran Geram, Tanah Eks Bong Mojo di Solo Diduga Diperjualbelikan

Penjual juga menuliskan keterangan mengenai kios yang dijual yakni ada carport, sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan alamat di Jalan Hasanudin Surakarta.

Kios lain yang ditawarkan melalui OLX itu adalah kios di Pasar Ngarsopuro. Kios dengan ukuran 4x5 meter ditawarkan dengan harga Rp 200 juta.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menegaskan, bahwa kios pasar tradisional tidak boleh dijualbelikan.

Jika ditemukan ada pedagang yang kedapatan menjual kiosnya secara online, maka sanksinya adalah pencabutan surat hak pakai (SHP).

 

"Nanti SHP-nya dicabut saja kalau dijualbelikan," kata putra sulung Presiden Jokowi, di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (13/7/2022).

Suami Selvi Ananda ini akan melakukan pengecekan terkait ada kios pasar tradisional yang dijualbelikan secara online.

Baca juga: Pejabat PDAM Solo Terlibat Kasus Pencabulan, Gibran: Saya Sangat Mengapresiasi Korban Berani Speak Up

"Mengko tak ceke disik (nanti saya cek dulu)," ungkap Gibran.

Gibran meminta supaya Dinas Perdagangan (Disdag) memberikan teguran terhadap pedagang yang kedapatan menjual kiosnya secara online.

"Iya, pengawasan dari Disdag. Nanti langsung ada teguran ke pedagang. Kalau tidak ya SHP-nya dicabut," tegas Gibran.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Longsor di Maluku Tengah, Satu Rumah Warga Ambruk

Longsor di Maluku Tengah, Satu Rumah Warga Ambruk

Regional
Kunjungi Bocah Korban Kekerasan Seksual, Walkot Pematangsiantar Beri Motivasi hingga Santunan

Kunjungi Bocah Korban Kekerasan Seksual, Walkot Pematangsiantar Beri Motivasi hingga Santunan

Regional
Pemkot Semarang Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut, Mbak Ita: Cambuk agar Lebih Baik

Pemkot Semarang Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut, Mbak Ita: Cambuk agar Lebih Baik

Regional
Organisasi Guru di Demak Tolak Larangan Study Tour, Ini Kata PGSI

Organisasi Guru di Demak Tolak Larangan Study Tour, Ini Kata PGSI

Regional
Teknisi di Lampung Gondol Rp 1,3 Miliar, Curi dan Jual Data Internet

Teknisi di Lampung Gondol Rp 1,3 Miliar, Curi dan Jual Data Internet

Regional
Warga Cepu Temukan Fosil Gading Gajah Purba, Diduga Berusia 200.000 Tahun

Warga Cepu Temukan Fosil Gading Gajah Purba, Diduga Berusia 200.000 Tahun

Regional
Video Viral Seorang Pria di Kupang Dipukul Pakai Kayu di Tangan hingga Pingsan, Kasus Berujung ke Polisi

Video Viral Seorang Pria di Kupang Dipukul Pakai Kayu di Tangan hingga Pingsan, Kasus Berujung ke Polisi

Regional
Pembunuh Kekasih Sesama Jenis di Banten Dituntut 16 Tahun Penjara

Pembunuh Kekasih Sesama Jenis di Banten Dituntut 16 Tahun Penjara

Regional
Saat Angka Kasus Stunting di Kendal Naik 4,9 Persen...

Saat Angka Kasus Stunting di Kendal Naik 4,9 Persen...

Regional
MK Tolak Permohonan PHPU, KPU Banyumas Segera Tetapkan Caleg Terpilih

MK Tolak Permohonan PHPU, KPU Banyumas Segera Tetapkan Caleg Terpilih

Regional
16 Pekerja Migran Nonprosedural di Batam Berenang dari Tengah Laut

16 Pekerja Migran Nonprosedural di Batam Berenang dari Tengah Laut

Regional
Pimpinan Ponpes di Inhu Cabuli 8 Siswanya

Pimpinan Ponpes di Inhu Cabuli 8 Siswanya

Regional
'Long Weekend', Daop 5 Purwokerto Tambah Tempat Duduk KA Tujuan Jakarta dan Jember

"Long Weekend", Daop 5 Purwokerto Tambah Tempat Duduk KA Tujuan Jakarta dan Jember

Regional
Rem Blong, Truk Trailer Tabrak Motor di Magelang, 1 Orang Tewas

Rem Blong, Truk Trailer Tabrak Motor di Magelang, 1 Orang Tewas

Regional
Pengakuan Kurir Sabu yang Ditangkap di Magelang: Ingin Berhenti, tapi Berutang dengan Bandar

Pengakuan Kurir Sabu yang Ditangkap di Magelang: Ingin Berhenti, tapi Berutang dengan Bandar

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com