Sempat Jaya pada Masanya, Kini Pasar Kambing Semarang Hanya Tinggal Kenangan

Kompas.com - 29/06/2022, 07:24 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Bagi warga Kota Semarang, Jawa Tengah, kebanyakan pasti sudah familiar dengan tempat bersejarah yang bernama Pasar Kambing.

Sebuah tempat yang dulunya dijadikan pusat transaksi jual beli hewan kurban tersebut terletak di Gang Jomblang Legok, Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Namun, eksistensi Pasar Kambing saat ini mulai redup. Tempat yang dulunya selalu ramai dengan suara sapi, kerbau dan kambing itu mulai sepi.

Baca juga: 3 Orang Tewas Terjebak dalam Kebakaran Lapak Dekat Pasar Kambing Bangka

Bahkan, pedagang yang bertahan di tempat tersebut bisa dihitung jari. Kini, Pasar Kambing benar-benar hening.

Pedagang kambing, Ahmad Faisal merupakan salah satu orang yang masih bertahan berjualan hewan kurban di Pasar Kambing.

"Saya puluhan tahun sudah bantu Ibu berjualan di sini," jelasnya saat ditemui Kompas.com, Selasa (28/6/2022).

Sekitar medio 1960 silam, banyak lapak pedagang kambing memenuhi sepanjang pinggiran Jalan Tentara Pelajar hingga pertigaan Tanah Putih.

"Kalau patung di pertigaan itu dibangun sekitar 1996, sebagai monumen," ucapnya.

Menurutnya, banyak pedagang mulai berkurang sejak 2000-an. Hal itu disebabkan banyak pedagang yang memilih berjualan di lokasi lain.

Baca juga: 50 Lapak Pemulung Dekat Pasar Kambing Bangka Ludes Terbakar

"Sekarang ada yang jualan di Kecamatan Ngaliyan, Gunungpati dan beberapa daerah lain. Kalau dulu terpusat di sini," kata dia.

Sampai saat ini, hanya tinggal tiga orang penjual kambing, termasuk Faisal. Meski sudah mulai sepi, setiap hari dirinya tetap berjualan di Pasar Kambing.

"Dulu dari Boyolali, Mranggen juga pada jualan di sini," paparnya.

Menjual makanan siap saji

Karena sepi, kini Faisal mencoba bisnis yang lain. Selain menjual kambing hidup, dia juga menjual daging siap saji untuk kebutuhan aqiqah.

Selain untuk aqiqah, dia juga menyediakan daging kambing siap saji untuk acara-acara yang lain seperti hajatan, pernikahan dan sunatan.

Bahkan, saat ini Faisal sudah mendapatkan pesanan sebanyak 20 ekor untuk acara aqiqah di Kota Semarang.

"Sekarang ini, saya sudah dapat pesanan 20 ekor untuk aqiqah," lanjutnya.

Baca juga: Lapak Terbakar, Pedagang di Pasar Kambing Tanah Abang Jualan di Pinggir Jalan

Suasana Pasar Kambing Kota Semarang, Jawa Tengah. Selasa (28/6/2022)KOMPAS.com/Muchammad Dafi Yusuf Suasana Pasar Kambing Kota Semarang, Jawa Tengah. Selasa (28/6/2022)

Saat ini, berbisnis daging kambing cukup berisiko karena wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Faisal beruntung masih banyak warga yang percaya dengan daging kambing miliknya.

"Kita tetap selektif dan memperhatikan kesehatan kambing sebelum saya jual," kata Faisal.

Untuk menjaga kesehatan kambing, Faisal menggunakan resep turun-temurun dari keluarganya untuk menjaga kesehatan kambing yang dia jual.

"Pake resep secara turun-temurun saya," paparnya.

Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Mijen, Kota Semarang Adi Mungkas mengaku penasaran dengan keberadaan Pasar Kambing.

Baca juga: Kebakaran Besar di Pasar Kambing Tanah Abang Timbulkan Kerugian hingga Rp 1 Miliar

"Saya ke sini penasaran katanya Pasar Kambing ini bersejarah," katanya saat ditemui di lokasi.

Dia menyayangkan kondisi Pasar Kambing saat ini yang sudah mulai sepi. Menurutnya, Pasar Kambing bisa diaktifkan kembali karena bersejarah.

"Dulu kakek saya kalau mau cari hewan kurban di sini," kata dia.

Adi sengaja datang ke Pasar Kambing dengan temannya. Selain penasaran, dia juga berniat untuk mengabadikan Pasar Kambing yang sempat jaya pada 90-an itu.

"Kebetulan saya juga suka sejarah jadi kalau jadi nanti saya dokumentasikan sekalian," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Momen Gibran Murka dan Lepas Paksa Masker Anggota Paspampres yang Mengaku Salah Pukul Sopir

Momen Gibran Murka dan Lepas Paksa Masker Anggota Paspampres yang Mengaku Salah Pukul Sopir

Regional
Kain Tenun Donggala: Latar belakang, Motif, dan Warna

Kain Tenun Donggala: Latar belakang, Motif, dan Warna

Regional
Tak Terima Warganya Dipukul Anggota Paspampres, Gibran: 'Aku Isin Banget'

Tak Terima Warganya Dipukul Anggota Paspampres, Gibran: "Aku Isin Banget"

Regional
Bank Banten Ternyata Punya Rp 364 Miliar Kredit Bermasalah

Bank Banten Ternyata Punya Rp 364 Miliar Kredit Bermasalah

Regional
Kemarahan Gibran ke Paspampres yang Pukul Warganya: Copot Paksa Masker Saat Minta Maaf

Kemarahan Gibran ke Paspampres yang Pukul Warganya: Copot Paksa Masker Saat Minta Maaf

Regional
Kronologi Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo hingga Buat Gibran Tak Terima, Berawal dari Lampu Merah

Kronologi Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo hingga Buat Gibran Tak Terima, Berawal dari Lampu Merah

Regional
Melihat Semarak Merah Putih di Provinsi Baru Papua Selatan

Melihat Semarak Merah Putih di Provinsi Baru Papua Selatan

Regional
Polisi Tertibkan Penyedia Jasa Pengamanan Begal dan Pungli di Bengkulu

Polisi Tertibkan Penyedia Jasa Pengamanan Begal dan Pungli di Bengkulu

Regional
Alasan Orangtua Laporkan Anaknya yang Sedang Pesta Narkoba ke Polisi, Kerap Melawan Saat Dinasihati

Alasan Orangtua Laporkan Anaknya yang Sedang Pesta Narkoba ke Polisi, Kerap Melawan Saat Dinasihati

Regional
Berkas Perkara Istri Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Kupang Dilimpahkan ke Jaksa untuk Ketiga Kalinya

Berkas Perkara Istri Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Kupang Dilimpahkan ke Jaksa untuk Ketiga Kalinya

Regional
Warga Cilegon Diduga Terjangkit Cacar Monyet, Dinkes Sebut Gejalanya Tak Spesifik

Warga Cilegon Diduga Terjangkit Cacar Monyet, Dinkes Sebut Gejalanya Tak Spesifik

Regional
Diduga Cemburu Baca 'Chat' di Hape Suami, Wanita Ini Nekat Lukai Lehernya Sendiri

Diduga Cemburu Baca "Chat" di Hape Suami, Wanita Ini Nekat Lukai Lehernya Sendiri

Regional
Polisi dan Anggota TNI Bongkar 10 Tambang Emas Ilegal di Way Kanan

Polisi dan Anggota TNI Bongkar 10 Tambang Emas Ilegal di Way Kanan

Regional
Direktur RSUD Nunukan Ditipu Buruh Bangunan Rp 80 Juta, Ketahuan karena Nota Pembelian

Direktur RSUD Nunukan Ditipu Buruh Bangunan Rp 80 Juta, Ketahuan karena Nota Pembelian

Regional
Hujan Deras, Rumah di Mamasa Tertimpa Tebing Longsor Setinggi 30 Meter

Hujan Deras, Rumah di Mamasa Tertimpa Tebing Longsor Setinggi 30 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.