Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ganjar Kenang Sosok Buya Syafii Maarif: Bapak Bangsa yang "Ngayomi dan Ngayemi"

Kompas.com - 27/05/2022, 18:59 WIB
Riska Farasonalia,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan duka cita yang mendalam atas wafatnya cendekiawan muslim Buya Syafii Maarif.

Menurut Ganjar, sosok Buya Syafii merupakan bapak bangsa yang sangat "ngayomi dan ngayemi" kepada siapa saja.

Suasana yang muncul setiap kali bertemu dengan mantan Ketua PP Muhammadiyah tersebut selalu menyejukkan.

"Beliau juga penuh dengan pemikiran intelek dan selalu memberikan semangat pada anak muda. Saya ingat saat mahasiswa dulu bertemu beliau, kami ngobrol dan berbincang santai bagaimana aktivitas seorang mahasiswa dan seterusnya. Pemikiran beliau selalu menyenangkan," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Jumat (27/5/2022).

Baca juga: Jenazah Buya Syafii Maarif Tiba di Masjid Gedhe Kauman, Diiringi Banyak Pelayat, Salah Satunya Ganjar Pranowo

Ganjar mengingat pertemuan terakhirnya saat menjenguk dengan Buya Syafii di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping.

Menurutnya, meskipun sakit dan dibantu alat pernapasan, kondisi Buya Syafii terlihat sangat semangat dan tak terlihat wajah kesakitan.

"Beliau cerita dengan semangat dan meski saya tahu beliau kesakitan, tapi semangatnya luar biasa. Sebelum pulang, Buya minta foto dengan saya. Dan foto itulah yang sekarang saya simpan," ungkapnya.

Buya Syafii Maarif meninggal dunia akibat serangan jantung usai dirawat pada Jumat (27/5/2022) di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogjakarta.

Jenazah Buya Syafii Maarif disemayamkan di Masjid Gedhe Kauman, Yogjakarta.

Baca juga: Momen Ganjar Pranowo Temani Warga Buka Amplop Bantuan Saat Blusukan Bareng Jokowi di Solo

Ganjar sempat mengikuti salat jenazah di Masjid Gedhe Kauman sebagai penghormatan terakhir.

Ia pun menyampaikan duka cita mendalam pada putra Buya Syafii Maarif, Mohammad Hafiz.

Setelah itu, Ganjar pamit karena harus mengikuti berbagai acara di tempat lain.

"Kita semua berduka, Indonesia kehilangan beliau, seorang bapak bangsa yang hebat. Tentu kita harus mendoakan beliau mudah-mudahan seluruh amal ibadahnya diterima Allah dan diampuni seluruh dosanya," ujarnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Stigma terhadap Aceh Bakal Menguat jika BNN Razia Kuliner Mengandung Ganja

Stigma terhadap Aceh Bakal Menguat jika BNN Razia Kuliner Mengandung Ganja

Regional
Hapus Stigma Makanan Aceh Mengandung Ganja, BNN Bakal Razia Rumah Makan

Hapus Stigma Makanan Aceh Mengandung Ganja, BNN Bakal Razia Rumah Makan

Regional
Remaja di Kupang Tikam Seorang Pria karena Dianiaya Saat Melintas di Acara Pesta Ulang Tahun

Remaja di Kupang Tikam Seorang Pria karena Dianiaya Saat Melintas di Acara Pesta Ulang Tahun

Regional
Berendam di Pemandian Air Panas, Warga Ambarawa Meninggal Usai Membasahi Kaki

Berendam di Pemandian Air Panas, Warga Ambarawa Meninggal Usai Membasahi Kaki

Regional
Ikut Penjaringan Pilkada di Empat Partai, Sekda Semarang: Kehendak Semesta

Ikut Penjaringan Pilkada di Empat Partai, Sekda Semarang: Kehendak Semesta

Regional
Perayaan Waisak, Ada Pelarungan Pelita di Sekitar Candi Borobudur

Perayaan Waisak, Ada Pelarungan Pelita di Sekitar Candi Borobudur

Regional
Goa Garunggang di Bogor: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Goa Garunggang di Bogor: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Longsor di Maluku Tengah, Satu Rumah Warga Ambruk

Longsor di Maluku Tengah, Satu Rumah Warga Ambruk

Regional
Kunjungi Bocah Korban Kekerasan Seksual, Walkot Pematangsiantar Beri Motivasi hingga Santunan

Kunjungi Bocah Korban Kekerasan Seksual, Walkot Pematangsiantar Beri Motivasi hingga Santunan

Regional
Pemkot Semarang Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut, Mbak Ita: Cambuk agar Lebih Baik

Pemkot Semarang Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut, Mbak Ita: Cambuk agar Lebih Baik

Regional
Organisasi Guru di Demak Tolak Larangan Study Tour, Ini Kata Mereka

Organisasi Guru di Demak Tolak Larangan Study Tour, Ini Kata Mereka

Regional
Teknisi di Lampung Gondol Rp 1,3 Miliar, Curi dan Jual Data Internet

Teknisi di Lampung Gondol Rp 1,3 Miliar, Curi dan Jual Data Internet

Regional
Warga Cepu Temukan Fosil Gading Gajah Purba, Diduga Berusia 200.000 Tahun

Warga Cepu Temukan Fosil Gading Gajah Purba, Diduga Berusia 200.000 Tahun

Regional
Video Viral Seorang Pria di Kupang Dipukul Pakai Kayu di Tangan hingga Pingsan, Kasus Berujung ke Polisi

Video Viral Seorang Pria di Kupang Dipukul Pakai Kayu di Tangan hingga Pingsan, Kasus Berujung ke Polisi

Regional
Pembunuh Kekasih Sesama Jenis di Banten Dituntut 16 Tahun Penjara

Pembunuh Kekasih Sesama Jenis di Banten Dituntut 16 Tahun Penjara

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com