Kecelakaan Kerja Pabrik Semen di Manokwari, Operator Forklift Jadi Tersangka

Kompas.com - 25/05/2022, 13:33 WIB

MANOKWARI, KOMPAS.com - HA (18), operator forklift di area produksi Pabrik Semen Maruni milik PT SDIC Maruni ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa kecelakaan kerja yang menewaskan Mohamad Ramli, seorang mandor di pabrik tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat, Kombes Pol Novie Jaya mengatakan, HA yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditetapkan sebagai tersangka atas posisinya sebagai operator forklift.

"Ya, penyidik telah menetapkan operator forklift sebagai tersangka dalam kecelakaan kerja di area produksi Pabrik Semen Maruni berdasarkan dua alat bukti," kata Kombes Novie Jaya di ruang kerjanya, Rabu (25/5/2022).

Baca juga: Polisi Selidiki Kecelakaan Kerja yang Tewaskan Seorang Karyawan Pabrik Semen di Manokwari

HA ditetapkan sebagai tersangka karena diduga lalai dan menyebabkan orang lain meninggal dunia.

"Pasal 359 KUHP yang kita sangkakan kepada HA dengan ancaman hukuman 5 tahun," ucapnya.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), HA sebagai karyawan berinisiatif mengoperasikan forklift. Ia kemudian mengangkut semen dari lokasi produksi ke lokasi pengumpulan.

Baca juga: Karyawan Pabrik Semen Tewas Tertabrak Forklift, Dinas: Perusahaan Tak Jawab Saat Dihubungi

Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, tersangka merupakan pekerja di bidang produksi. Tugasnya mengikat jumbo. Selain itu, ia diperbolehkan merangkap kerja sebagai operator forklift.

"Kebetulan saat itu inisiatifnya dia mengoperasikan forklift, dia mengangkut semen dari area produksi ke penampungan yang masih dalam satu area, sekitar 50 meter jaraknya. Forklift mengangkut semen sekitar 2 ton," ucapnya.

"Sementara sedang mengakut semen, HA tidak bisa melihat kedepan karena terhalang sehingga dia tidak melihat ada orang di depannya. Saat itu, korban sedang berjalan di depan dan kemudian ia dilindas," kata Novie Jaya.

Menurut Novie, HA tidak merasa bahwa telah melindas korban. HA baru menyadari telah melindas korban setelah melihat ponsel korban tercecer ke samping.

"Saat dia berhenti karena melihat ada Hp di samping, tersangka melihat sudah ada korban di dalam," ungkapnya.

Baca juga: Kecelakaan Kerja, Seorang Pekerja Pabrik Semen di Manokwari Tewas

HA kemudian meminta bantuan kepada rekan kerjanya ketika melihat korban berada di bawah forklift. Rekannya itu lalu membantu mengeluarkan korban yang telah meninggal dunia.

Operator forklift itu langsung dibawa ke Mapolda Papua Barat pada Selasa Sore untuk pemeriksaan.

"Selain ditetapkan sebagai tersangka, HA kita tahan di Rutan Polda selama 20 hari ke depan, mulai hari ini hingga 13 Juni," katanya.

Penahanan terhadap HA berdasarkan subjektivitas penyidik supaya tersangka tidak melarikan diri.

Tak miliki sertifikat

Novie mengungkapkan, HA tidak memiliki sertifikat operator forklift. Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 09/VII/2010 tentang Operator Forklift, seseorang yang bisa mengoperasikan forklif harus memiliki sertifikat.

"Salah satunya dia harus memiliki sertifikasi sebagai operator. Di Indonesia hanya ada tiga lembaga yang bisa mengeluarkan sertifikat tersebut yakni Badan Nasional Sertifikasi Profesi BNSP, kemudian Lembaga Sertifikasi Profesi LSP dan Kementrian Tenaga Kerja" tuturnya.

Sementara itu, pihak PT SDIC Conch Maruni Manokwari tidak memberikan ruang kepada jurnalis untuk mengkonfirmasi peristiwa kecelakaan kerja itu. Saat didatangi ke kantornya, pihak perusahaan tidak bersedia menemui.

Panggilan dan pesan permintaan konfirmasi juga tidak direspons. Panggilan dan pesan itu dikirim kepada seseorang bernama Levina, selaku HRD di perusahaan itu dan Tomi yang disebut sebagai Humas perusahan.

Diketahui, Mohamad Ramli, seorang pekerja di pabrik semen milik PT SDIC Maruni, tewas di lingkungan kerjanya, Selasa (24/5/2022). Korban tertabrak forklift yang dikendarai seorang berinisial HA (18) hingga terseret sekitar tiga meter lebih dan tewas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kain Merah Putih 1 Km hingga dan 1.600 'Paper Mob' Meriahkan Perayaan Proklamasi di Lereng Gunung Merbabu

Kain Merah Putih 1 Km hingga dan 1.600 "Paper Mob" Meriahkan Perayaan Proklamasi di Lereng Gunung Merbabu

Regional
Nekat ke Kalimantan Pakai Rakit, Pria asal Gowa Terombang-ambing di Laut Selama 10 Hari

Nekat ke Kalimantan Pakai Rakit, Pria asal Gowa Terombang-ambing di Laut Selama 10 Hari

Regional
Motif Menantu di Alor Bacok Mertua hingga Tewas, Tersinggung Dilarang Gendong Anak dalam Kondisi Mabuk

Motif Menantu di Alor Bacok Mertua hingga Tewas, Tersinggung Dilarang Gendong Anak dalam Kondisi Mabuk

Regional
Banjir di Kota Medan, Waspada Hujan Lebat hingga Petir Seharian Jumat 19 Agustus 2022

Banjir di Kota Medan, Waspada Hujan Lebat hingga Petir Seharian Jumat 19 Agustus 2022

Regional
Gubernur Viktor Laiskodat Sebut Kuota Haji NTT Diisi Jemaah dari Daerah Lain

Gubernur Viktor Laiskodat Sebut Kuota Haji NTT Diisi Jemaah dari Daerah Lain

Regional
Besok, Sejumlah Ruas Jalan di Solo Bakal Ditutup untuk Pawai Pembangunan Peringatan HUT ke-77 RI

Besok, Sejumlah Ruas Jalan di Solo Bakal Ditutup untuk Pawai Pembangunan Peringatan HUT ke-77 RI

Regional
Kronologi Mahasiswa KKN Ditemukan Meninggal Dalam Posisi Duduk di Posko, Diduga Kelelahan

Kronologi Mahasiswa KKN Ditemukan Meninggal Dalam Posisi Duduk di Posko, Diduga Kelelahan

Regional
Tangkahan: Daya Tarik, Biaya, dan Rute

Tangkahan: Daya Tarik, Biaya, dan Rute

Regional
Peras ASN Lampung dengan Berita Chatting Dewasa, 5 Wartawan Ditangkap Polisi

Peras ASN Lampung dengan Berita Chatting Dewasa, 5 Wartawan Ditangkap Polisi

Regional
Diduga Korupsi Dana Pinjaman Rp 5,5 Miliar, Mantan Pejabat Bank di Pontianak Ditangkap

Diduga Korupsi Dana Pinjaman Rp 5,5 Miliar, Mantan Pejabat Bank di Pontianak Ditangkap

Regional
AC Alami Korsleting, Ruang Karaoke Hotel di Cilacap Terbakar

AC Alami Korsleting, Ruang Karaoke Hotel di Cilacap Terbakar

Regional
Tersangka Geng Motor yang Buat Gaduh Banyumas Terancam 10 Tahun Kurungan

Tersangka Geng Motor yang Buat Gaduh Banyumas Terancam 10 Tahun Kurungan

Regional
Batal Diproses Hukum, Dugaan Pelecehan Istri Kasat Lantas Madiun Dianggap Selesai Setelah Mediasi

Batal Diproses Hukum, Dugaan Pelecehan Istri Kasat Lantas Madiun Dianggap Selesai Setelah Mediasi

Regional
Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Tol Ngawi-Solo

Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Tol Ngawi-Solo

Regional
Kronologi Ibu di Tasikmalaya Meninggal Usai Balap Karung, Sempat Pingsan Terbentur Aspal

Kronologi Ibu di Tasikmalaya Meninggal Usai Balap Karung, Sempat Pingsan Terbentur Aspal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.