Kompas.com - 12/05/2022, 14:02 WIB

UNGARAN, KOMPAS.com- Petugas Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang menemukan sapi yang terindikasi terkena penyakit mulut dan kuku (PMK).

Saat dilakukan screening di Pasar Hewan (Pasar Pon) Ambarawa dan dilakukan pemeriksaan, diketahui ada sejumlah gejala di sapi tersebut.

Selanjutnya, sapi dan kendaraan pengakut hewan ternak tersebut dilarang masuk ke area penjualan dan disemprot dengan disinfektan.

Baca juga: 2 Ekor Sapi di Boyolali Terjangkit PMK dan Tulari 13 Sapi Lainnya

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang Wigati Sunu menyampaikan, karena ada temuan satu sapi terjangkit PMK, maka langsung dilakukan isolasi dan penelurusan asal sapi tersebut.

"Sapi ini berasal dari daerah Polosiri Kecamatan Bawen, tapi informasi awal dia membeli dari peternak lain. Kita mendata sapi dan kendaraan pengangkut untuk dilokalisir," jelasnya, Kamis (12/5/2022).

Selain itu, kandang tempat sapi yang terjangkit tersebut juga di-lockdown karena ada potensi menggunakan kandang komunal.

"Iya dilokalisasi dan diisolasi dulu, karena masa inkubasi virus tersebut 14 hari. Sehingga selama masa tersebut sapi dipantau kondisinya, agar tidak menulari ternak yang lain," kata Sunu.

Baca juga: Sidak Pasar Hewan, Dinas Peternakan Blitar Tidak Temukan Indikasi Kasus PMK

Lebih lanjut, pemeriksaan dilakukan saat hewan ternak tiba di Pasar Pon.

“Sehingga sebelum hewan ternak tersebut diturunkan dan berbaur dengan hewan ternak yang lain semua telah melalui skrining pemeriksaan oleh petugas Kesmavet Dispertanikap Kabupaten Semarang, untuk pencegahan penularan,” jelasnya.

Seorang penjual sapi, Ruslin dari Purwodadi mengaku senang dengan adanya pemeriksaan kesehatan sapi untuk mencegah PMK.

"Khawatir juga kalau sapinya kena penyakit, selain membuat harga anjlok, juga perlu perawatan dan biaya ekstra untuk memelihara," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Orang Ditahan terkait Kasus Korupsi Pembangunan Pagar Puskesmas di NTT

3 Orang Ditahan terkait Kasus Korupsi Pembangunan Pagar Puskesmas di NTT

Regional
Mobil Berpenumpang 4 Wisatawan Asing Kecelakaan di Manggarai Barat

Mobil Berpenumpang 4 Wisatawan Asing Kecelakaan di Manggarai Barat

Regional
Jenazah Prada Beryl yang Gugur Ditembak KKB Dimakamkan, Pangkostrad Jadi Inspektur Upacara

Jenazah Prada Beryl yang Gugur Ditembak KKB Dimakamkan, Pangkostrad Jadi Inspektur Upacara

Regional
Warga Lereng Gunung Ile Lewotolok Cemas akibat Erupsi Terus-menerus, Ini Kata BPBD Lembata

Warga Lereng Gunung Ile Lewotolok Cemas akibat Erupsi Terus-menerus, Ini Kata BPBD Lembata

Regional
Pabrik Mi Berformalin di Bandung Digerebek Polisi, Simak Ciri-ciri Makanan Mengandung Formalin Menurut BPOM

Pabrik Mi Berformalin di Bandung Digerebek Polisi, Simak Ciri-ciri Makanan Mengandung Formalin Menurut BPOM

Regional
Kepala Sekolah di NTT Ditahan Polisi karena Korupsi Dana PIP

Kepala Sekolah di NTT Ditahan Polisi karena Korupsi Dana PIP

Regional
2 Kakek di Bandar Lampung Ditangkap karena Cabuli Anak Tetangga Berulang Kali

2 Kakek di Bandar Lampung Ditangkap karena Cabuli Anak Tetangga Berulang Kali

Regional
Dilanda Cemburu, Pelaku Utama Penembakan di Sidoarjo Bayar Penembak Rp 100 Juta

Dilanda Cemburu, Pelaku Utama Penembakan di Sidoarjo Bayar Penembak Rp 100 Juta

Regional
Begini Tanggapan Pemkab dan DPRD Nunukan soal Permintaan Petani Sawit Jual TBS ke Malaysia

Begini Tanggapan Pemkab dan DPRD Nunukan soal Permintaan Petani Sawit Jual TBS ke Malaysia

Regional
Kebakaran Hebat Hanguskan Pondok Pesantren Al-Ma’rufiah Cirebon, Sarana Pendidikan Keagamaan Ludes

Kebakaran Hebat Hanguskan Pondok Pesantren Al-Ma’rufiah Cirebon, Sarana Pendidikan Keagamaan Ludes

Regional
Harga TBS Anjlok Rp 500.000, Petani Sawit: Tolong Izinkan Kami Jual ke Malaysia, di Sana Rp 5 Juta

Harga TBS Anjlok Rp 500.000, Petani Sawit: Tolong Izinkan Kami Jual ke Malaysia, di Sana Rp 5 Juta

Regional
Pengantin Ini Gelar Pernikahan di Metaverse, Tamu Hadir dari Jauh dan Bisa Menyapa

Pengantin Ini Gelar Pernikahan di Metaverse, Tamu Hadir dari Jauh dan Bisa Menyapa

Regional
Polisi Amankan Pengedar Miras yang Sebabkan 3 Pengunjung Tempat Karaoke Tewas

Polisi Amankan Pengedar Miras yang Sebabkan 3 Pengunjung Tempat Karaoke Tewas

Regional
Cerita Korban Erupsi Semeru Jalan Kaki dari Lumajang ke Jakarta untuk Temui Jokowi, Sempat Diancam Akan Ditabrak Lari

Cerita Korban Erupsi Semeru Jalan Kaki dari Lumajang ke Jakarta untuk Temui Jokowi, Sempat Diancam Akan Ditabrak Lari

Regional
HUT Kota Medan ke-432, Bobby Nasution Bilang Stunting dan Banjir Menjadi PR Bersama

HUT Kota Medan ke-432, Bobby Nasution Bilang Stunting dan Banjir Menjadi PR Bersama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.