Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cuaca Ekstrem, Waspada Potensi Angin Kencang dan Hujan Es di NTT

Kompas.com - 18/03/2022, 15:50 WIB
Serafinus Sandi Hayon Jehadu,
Priska Sari Pratiwi

Tim Redaksi

MAUMERE, KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) waspada terhadap potensi angin kencang dan hujan es, hingga Sabtu (19/3/2022) besok.

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi mengatakan, saat ini suhu muka laut di NTT masih cukup hangat didukung oleh kondisi kelembaban yang cukup basah, dan labilitas lokal yang kuat.

Baca juga: Melanggar Izin Tinggal, Seorang Wanita Warga Australia Dideportasi dari NTT

"Selain itu terdapat sirkulasi siklonik di sebelah utara Flores bagian timur," ujar Agung dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (18/3/2022).

Kondisi itu, beber Agung, mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan (konvektif) yang menyebabkan potensi hujan ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

"Kami berharap agar waspada potensi cuaca ekstrem di masa peralihan musim seperti ini, seperti hujan lebat disertai petir, angin kencang berdurasi singkat, puting beliung dan hujan es," pintanya.

Sebelumnya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati memberikan peringatan waspada potensi angin kencang pada masa transisi di wilayah NTT.

Baca juga: Jateng Rawan Bencana, Ganjar Minta Daerah Rajin Akses Informasi BMKG

Ia juga meminta pemerintah memanfaatkan penyimpanan air hujan pada masa ini.

Sebab, kata Dwikorita, BMKG memprakirakan puncak musim kemarau di NTT akan terjadi pada  Agustus mendatang.

"Karena itu pemerintah daerah juga bisa memanfaatkan penyimpanan air hujan yang ada pada masa peralihan ini untuk dapat dijadikan simpanan pada bulan Agustus mendatang," ujar Dwikorita. 


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ketua PPS di Manggarai Timur, NTT Meninggal Diduga Kelelahan

Ketua PPS di Manggarai Timur, NTT Meninggal Diduga Kelelahan

Regional
Dua Bocah di Grobogan Ditemukan Tewas di Embung

Dua Bocah di Grobogan Ditemukan Tewas di Embung

Regional
Polda Sumbar Selidiki Dugaan TPPO dari Anak Asal Padang yang Telantar di Jakarta

Polda Sumbar Selidiki Dugaan TPPO dari Anak Asal Padang yang Telantar di Jakarta

Regional
Gelar Pemungutan Suara Ulang, TPS di Baubau Dijaga Ketat TNI-Polri

Gelar Pemungutan Suara Ulang, TPS di Baubau Dijaga Ketat TNI-Polri

Regional
Sempat Terendam Banjir 3 Meter, Begini Kondisi Desa Karanganyar Demak

Sempat Terendam Banjir 3 Meter, Begini Kondisi Desa Karanganyar Demak

Regional
Pertandingan PSIS Semarang vs Dewa United di Stadion Moch Soebroto Magelang Dibatasi 5.000 Penonton

Pertandingan PSIS Semarang vs Dewa United di Stadion Moch Soebroto Magelang Dibatasi 5.000 Penonton

Regional
Korban Kekerasan Seksual Dikeluarkan dari Sekolah, Pj Nana Janjikan Jaminan Perlindungan

Korban Kekerasan Seksual Dikeluarkan dari Sekolah, Pj Nana Janjikan Jaminan Perlindungan

Regional
3 Warga Sumbawa Mencoblos di Bima Tanpa Surat, TPS Ini Pungut Suara Ulang

3 Warga Sumbawa Mencoblos di Bima Tanpa Surat, TPS Ini Pungut Suara Ulang

Regional
Pemungutan Suara Ulang TPS 23 Kumpulrejo di Salatiga Dijaga Ketat

Pemungutan Suara Ulang TPS 23 Kumpulrejo di Salatiga Dijaga Ketat

Regional
Harga Bapok Naik, Mbak Ita Minta Masyarakat Semarang Tidak “Panic Buying”

Harga Bapok Naik, Mbak Ita Minta Masyarakat Semarang Tidak “Panic Buying”

Regional
Harimau Terkam Petani di Lampung, Warga Diminta Tak Berkebun untuk Sementara

Harimau Terkam Petani di Lampung, Warga Diminta Tak Berkebun untuk Sementara

Regional
Senior Setrika Dada Santri di Malang Punya Dendam Pribadi, Ditetapkan Tersangka Tapi Tidak Ditahan

Senior Setrika Dada Santri di Malang Punya Dendam Pribadi, Ditetapkan Tersangka Tapi Tidak Ditahan

Regional
6 Tradisi Menyambut Ramadan di Jawa Tengah, Ada Dugderan

6 Tradisi Menyambut Ramadan di Jawa Tengah, Ada Dugderan

Regional
Kandang Jebak Harimau Dipasang di Lampung Setelah 2 Petani Diterkam

Kandang Jebak Harimau Dipasang di Lampung Setelah 2 Petani Diterkam

Regional
Video 'Cinderella OD' di Lampung Beredar, Polisi Selidiki Identitas Korban

Video "Cinderella OD" di Lampung Beredar, Polisi Selidiki Identitas Korban

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com