Sebelum Dibunuh, Nakes yang Jasadnya Ditemukan di Kolong Jembatan Tol Semarang Dilamar Pelaku

Kompas.com - 18/03/2022, 15:11 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Pelaku pembunuhan wanita dan anak yang jasadnya dibuang di kolong jembatan Tol Bawen-Semarang merupakan pacar dari korban.

Pelaku DC (31) warga Lasem, Rembang ini disebut sudah melamar korban SK (32) yang merupakan rekan seprofesi sebagai tenaga kesehatan tersebut.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkapkan pelaku sudah mengenal korban sejak Oktober 2021.

Baca juga: Karena Cemburu, Pelaku Bunuh Ibu dan Anak yang Jasadnya Ditemukan di Kolong Jembatan Tol Semarang

"Kami menyimpulkan hubungan pelaku sudah dekat dengan korban. Pelaku sudah melamar kepada pihak keluarga," kata Djuhandhani saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Jumat (18/3/2022).

Kendati demikian, hasil pemeriksaan polisi pelaku diketahui sudah memiliki istri dan seorang anak. "Pelaku masih terikat perkawinan dan punya satu anak dari istri sah," ungkapnya.

Djuhandani menjelaskan selama menjalin hubungan, anak dari korban dititipkan kepada pelaku.

Namun, pelaku justru tega menyiksa anak laki-laki korban yakni MF (5) dengan cara disekap di dalam kamar hingga meninggal.

"Ceritanya karena almarhum punya anak dan ada kesibukan kerjaan dititipkan anaknya kepada tersangka pada Februari. Selama ikut tersangka korban sering dianiaya dan tidak diberi makan sampai meninggal kemudian jasadnya dibuang," ucapnya.

Jasad SK ditemukan dengan kondisi kaki terikat dan tubuh sudah membusuk di kolong jembatan tol KM 425 Pudakpayung, Semarang pada 13 Maret 2022.

Sementara, polisi menemukan kerangka anaknya MF di kolong jembatan tol KM 426 Pudakpayung, Semarang pada 16 Maret 2022.

DC ditangkap saat berpura-pura hendak melaporkan kehilangan orang yakni pacar dan anaknya ke Mapolda Jawa Tengah pada Rabu (16/3/2022).

Atas perbuatannya pelaku terancam pasal berlapis mulai dari Undang-undang Perlindungan anak, pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan bisa dijerat pasal pembunuhan berencana. Ancaman hukuman sampai 15 tahun bahkan seumur hidup.

Baca juga: Pembunuh Wanita dan Anak di Semarang Seorang Nakes, Kenal Korban Saat Sama-sama Jadi Vaksinator

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sandiaga Uno ke Halmahera Selatan, Pastikan Kepulauan Widi Tidak Dijual, tapi...

Sandiaga Uno ke Halmahera Selatan, Pastikan Kepulauan Widi Tidak Dijual, tapi...

Regional
7 Kasus Lakalantas Terjadi Saat Pawai Piala Dunia di Maluku, Kapolda: Nyawa Lebih Berharga

7 Kasus Lakalantas Terjadi Saat Pawai Piala Dunia di Maluku, Kapolda: Nyawa Lebih Berharga

Regional
Helikopter Jatuh di Belitung Timur Diduga Milik Polri

Helikopter Jatuh di Belitung Timur Diduga Milik Polri

Regional
Gara-gara Uang Taruhan Piala Dunia, Pria Ini Bakar Rumah Sendiri

Gara-gara Uang Taruhan Piala Dunia, Pria Ini Bakar Rumah Sendiri

Regional
Sebuah Helikopter Dilaporkan Jatuh di Belitung Timur

Sebuah Helikopter Dilaporkan Jatuh di Belitung Timur

Regional
Kisah Pilu Calon Pengantin Perempuan di Cugenang, H-7 Pernikahan Berubah Jadi Tahlilan Akibat Gempa Cianjur

Kisah Pilu Calon Pengantin Perempuan di Cugenang, H-7 Pernikahan Berubah Jadi Tahlilan Akibat Gempa Cianjur

Regional
7 Hari Kematian Santri di Sragen, Dwi Minto Menunggu Hasil Otopsi Sang Anak yang Tewas di Pesantren

7 Hari Kematian Santri di Sragen, Dwi Minto Menunggu Hasil Otopsi Sang Anak yang Tewas di Pesantren

Regional
Pencarian 14 Korban Hilang Gempa Cianjur Difokuskan di 3 Titik Ini

Pencarian 14 Korban Hilang Gempa Cianjur Difokuskan di 3 Titik Ini

Regional
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Kendal, Diduga Dibunuh Saat Tawuran

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Kendal, Diduga Dibunuh Saat Tawuran

Regional
Sandiaga Terpesona 'Raja Ampat Baru' di Pulau Tawale Halmahera Selatan: 'Gate of Heaven'

Sandiaga Terpesona "Raja Ampat Baru" di Pulau Tawale Halmahera Selatan: "Gate of Heaven"

Regional
Anggota DPRD Maluku Tengah Ditangkap Terkait Narkoba

Anggota DPRD Maluku Tengah Ditangkap Terkait Narkoba

Regional
Program Masjid Mandiri Gagasan Walkot Medan Diapresiasi Badan Wakaf Indonesia

Program Masjid Mandiri Gagasan Walkot Medan Diapresiasi Badan Wakaf Indonesia

Regional
Tabrak Sepeda Motor, Pikap Angkut 7 Orang Hilang Kendali, 2 Tewas

Tabrak Sepeda Motor, Pikap Angkut 7 Orang Hilang Kendali, 2 Tewas

Regional
Mahasiswa Ditemukan Tewas dengan Kondisi Jari Putus di Depan Wisma Atlet Merauke

Mahasiswa Ditemukan Tewas dengan Kondisi Jari Putus di Depan Wisma Atlet Merauke

Regional
Siswi SMP di Jambi Diperkosa Sopir Truk Batubara, Berawal dari Status WhatsApp Korban dengan Kalimat 'Jemput Oi'

Siswi SMP di Jambi Diperkosa Sopir Truk Batubara, Berawal dari Status WhatsApp Korban dengan Kalimat "Jemput Oi"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.