Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024

9.600 Liter Minyak Goreng Hasil Sitaan dari Penimbun di Kota Serang Mulai Dijual

Kompas.com - 09/03/2022, 06:52 WIB

SERANG, KOMPAS.com - Polres Serang Kota akan menjual barang bukti minyak goreng dari hasil pengungkapan 9.600 liter di Walantaka, Kota Serang, Banten.

Kapolres Serang Kota AKBP Maruli Hutapea mengatakan, keputusan untuk menjual minyak goreng hasil sitaan dari penimbun berinisal AH dan RS itu hasil kordinasi dengan jaksa penutut umum (JPU) dan Disperindakop Kota Serang.

"Kita jual barang buktinya, nanti akan disisihkan sesuai petunjuk jaksa," ujar Maruli saat ditanya Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (9/3/2022).

Baca juga: Polisi Bongkar Penimbunan 9.600 Liter Minyak Goreng di Serang, Pasutri Ditangkap

Maruli mengatakan, lokasi penjualan pertama akan digelar di Alun-alun Kota Serang. Kemudian secara bertahap digelar di titik lainnya.

Penjualan barang bukti minyak goreng juga melihat kondisi saat ini, di mana masyarakat masih kesulitan mendapatkan komoditi minyak goreng di pasaran.

Sebelumnya, Polres Serang Kota menggerebek sebuah rumah di Perumahan Bukit Serang Damai, Kecamatan Walantaka, Kota Serang pada 22 Februari 2022.

Polisi menemukan sebanyak 9.600 liter minyak goreng berbagai merek dengan kemasan botol dan saset dari rumah yang dijadikan gudang oleh AH dan RS.

Baca juga: Selain Timbun 9.600 Liter Minyak Goreng, Pasutri yang Ditangkap di Serang Diduga Jual Tak Sesuai HET

Aksi penimbunan minyak goreng tersebut sudah dilakukan selama sepekan sebelum digerebek. AH dan RS memperoleh barang dari toko-toko di wilayah Banten.

Namun, oleh pelaku minyak goreng tersebut di jual ke wilayah Jakarta dengan harga di atas HET (harga eceran tertinggi) atau dijual Rp17 ribu per liter.

AH dan RS kini sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka dengan disangkakan pasal 133 Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan atau Pasal 107 Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Bus Gratis Disiapkan untuk 'Pulang Basamo' Perantau Minang 2023, Cek Syaratnya

70 Bus Gratis Disiapkan untuk "Pulang Basamo" Perantau Minang 2023, Cek Syaratnya

Regional
Gibran Bertemu Nicholas Saputra dan Happy Salma, Bahas Rencana Pertunjukan Seni di Solo

Gibran Bertemu Nicholas Saputra dan Happy Salma, Bahas Rencana Pertunjukan Seni di Solo

Regional
Presiden Jokowi Kunjungi Kabupaten Jayapura, Polres Jayapura Terjunkan 380 Personel

Presiden Jokowi Kunjungi Kabupaten Jayapura, Polres Jayapura Terjunkan 380 Personel

Regional
Sindikat Curanmor Lintas Kabupaten Dibekuk di Sumenep, Beraksi di 8 TKP

Sindikat Curanmor Lintas Kabupaten Dibekuk di Sumenep, Beraksi di 8 TKP

Regional
Pengunjung Dugderan Semarang Mengeluh karena Tarif Parkir Mahal

Pengunjung Dugderan Semarang Mengeluh karena Tarif Parkir Mahal

Regional
Sudah 3 Hari Terbakar, Puluhan Hektar Lahan Gambut di Bengkalis Riau Belum Padam

Sudah 3 Hari Terbakar, Puluhan Hektar Lahan Gambut di Bengkalis Riau Belum Padam

Regional
Syabda Perkasa Belawa Dimakamkan Bersebelahan dengan Ibu dan Neneknya di Sragen

Syabda Perkasa Belawa Dimakamkan Bersebelahan dengan Ibu dan Neneknya di Sragen

Regional
Uang Palsu Diprediksi Marak Beredar Jelang Ramadhan, Pedagang di Salatiga Diminta Waspada

Uang Palsu Diprediksi Marak Beredar Jelang Ramadhan, Pedagang di Salatiga Diminta Waspada

Regional
Positif DBD, Bayi Berusia 6 Bulan di Dompu Meninggal Dunia

Positif DBD, Bayi Berusia 6 Bulan di Dompu Meninggal Dunia

Regional
Video Seorang Ibu Ditahan dengan Bayinya Viral, Polisi: Tidak Benar

Video Seorang Ibu Ditahan dengan Bayinya Viral, Polisi: Tidak Benar

Regional
Jasa Raharja Pastikan Seluruh Korban Kecelakaan Pebulutangkis Syabda Perkasa Dapat Santunan

Jasa Raharja Pastikan Seluruh Korban Kecelakaan Pebulutangkis Syabda Perkasa Dapat Santunan

Regional
Terima Suap Seleksi CPNS, Penyidik Senior Kejati NTB Ditetapkan sebagai Tersangka

Terima Suap Seleksi CPNS, Penyidik Senior Kejati NTB Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
Temui Gibran, Pemilik Krisna Oleh-oleh Bali Akan Buka di Solo

Temui Gibran, Pemilik Krisna Oleh-oleh Bali Akan Buka di Solo

Regional
Polisi Periksa 45 Saksi Terkait Kematian Dokter Paru di Nabire

Polisi Periksa 45 Saksi Terkait Kematian Dokter Paru di Nabire

Regional
4 Alasan yang Membuat Kapolda Jateng Copot 5 Polisi dan 2 ASN Terlibat Calo Bintara

4 Alasan yang Membuat Kapolda Jateng Copot 5 Polisi dan 2 ASN Terlibat Calo Bintara

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke