Peredaran Daging Anjing Dilarang di Kota Semarang, Aturan Bakal Diperketat Lewat Perda

Kompas.com - 22/02/2022, 07:07 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Peredaran daging anjing untuk konsumsi resmi dilarang di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Larangan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor B/ 426/ 524/ I/ 2022 tentang Pengawasan Terhadap Peredaran/ Perdagangan Daging Anjing.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) mengatakan larangan ini sebagai upaya pencegahan kegiatan jual beli daging anjing untuk konsumsi agar kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Baca juga: PKL Jual Olahan Daging Anjing Masih Ditemukan, Bupati Sukoharjo: Jangan Terlalu Vulgar

Sebab, konsumsi daging anjing dan hewan liar lain disebut dapat berisiko menyebarkan penyakit dan virus.

“Untuk sementara yang kita lakukan adalah langkah pencegahan dengan tidak menerbitkan sertifikat veteriner, atau keterangan produk asal hewan dari daging anjing, serta tidak menerbitkan surat rekomendasi daging anjing, dan memperketat lalu lintas perdagangan daging anjing melalui operasi pasar,” kata Hendi dalam keterangan tertulis, Senin (21/2/2022).

Selain upaya pencegahan, pihaknya juga akan melakukan penyitaan, peringatan, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui balai uji laboratorium, balai veteriner, pengujian mutu, dan juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Selanjutnya, melalui Dinas Pertanian Kota Semarang, larangan perdagangan daging anjing akan dipertegas dalam bentuk Perda.

Hal ini dilakukan agar dapat memberikan penegakan hukum berupa pemberian sanksi kepada warga masyarakat, yang secara langsung terlibat dalam perdagangan atau jual beli daging anjing di Kota Semarang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur mengungkapkan larangan peredaran daging anjing untuk konsumsi menjadi penting.

Baca juga: Larangan Jual Beli dan Konsumsi Daging Anjing Diprotes Warga, Ini Penjelasan Wali Kota Malang

Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat dari ancaman penyakit zoonosis yang berbahaya bagi manusia.

"Apalagi anjing yang notabene bukan hewan ternak, dalam prosesnya hingga dikonsumsi lebih ke arah penyiksaan, misalnya dilakukan di kolong, dengan dipukul dulu tanpa disembelih,” ungkap Hernowo.

Di sisi lain, perwakilan Dog Meat Free Indonesia, Adhy mengapresiasi respond cepat Kota Semarang dalam pelarangan edar daging anjing ini.

"Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah dapat menjadi inisiator dan percontohan bagi daerah lain dalam memberikan perlindungan bagi hewan non ternak seperti anjing," ucapnya.

Baca juga: Pemkot Malang Larang Jual Beli dan Konsumsi Daging Anjing

Diketahui Kota Semarang merupakan wilayah keempat yang mengeluarkan surat edaran terkait pelarangan tersebut setelah Kabupaten Karanganyar, Kota Salatiga, Kabupaten Sukoharjo dan Kota Malang.

Namun, Kota Semarang disebut menjadi ibu kota provinsi pertama di Indonesia yang secara resmi bersikap melarang perdagangannya dagingnya anjing.

Penerapan kebijakan ini juga didasarkan pada edaran dari Kementerian Pertanian tahun 2018 lalu untuk melakukan pengawasan peredaran daging anjing.

Tak hanya larangan peredaran daging anjing, Pemkot Semarang juga akan melindungi peredaran daging ular, trenggiling dan hewan non ternak lainnya agar tidak dikonsumsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aset Pemkab Semarang yang Bersertifikat Baru 30 Persen

Aset Pemkab Semarang yang Bersertifikat Baru 30 Persen

Regional
Tidak Hanya Ditunda, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Minta Kenaikan Tiket TN Komodo Dibatalkan

Tidak Hanya Ditunda, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Minta Kenaikan Tiket TN Komodo Dibatalkan

Regional
Praperadilan Kades yang Dilantik di Tahanan Ditolak, Tetap Jadi Tersangka Korupsi Replanting Sawit

Praperadilan Kades yang Dilantik di Tahanan Ditolak, Tetap Jadi Tersangka Korupsi Replanting Sawit

Regional
Cara Mendapatkan Bendera Merah Putih Gratis dari Pemkot Surabaya

Cara Mendapatkan Bendera Merah Putih Gratis dari Pemkot Surabaya

Regional
Masih Ada 24 Nelayan Aceh yang Ditahan di Thailand

Masih Ada 24 Nelayan Aceh yang Ditahan di Thailand

Regional
Polisi Masih Selidiki Kerangka Manusia yang Ditemukan di Boja Kendal

Polisi Masih Selidiki Kerangka Manusia yang Ditemukan di Boja Kendal

Regional
Kisah Siswi SMAN 1 Cianjur Lolos Jadi Anggota Paskibraka Nasional 2022

Kisah Siswi SMAN 1 Cianjur Lolos Jadi Anggota Paskibraka Nasional 2022

Regional
Kronologi dan Penyebab Pikap Masuk Jurang yang Menewaskan 8 Orang di Ciamis

Kronologi dan Penyebab Pikap Masuk Jurang yang Menewaskan 8 Orang di Ciamis

Regional
Temukan Tas Berisi Uang Rp 10 Juta dan Dihabiskan untuk Judi Online, Pekerja Rumput Laut Diamankan Polisi

Temukan Tas Berisi Uang Rp 10 Juta dan Dihabiskan untuk Judi Online, Pekerja Rumput Laut Diamankan Polisi

Regional
Fenomena Embun Es di Dieng, Dinanti Wisatawan, Tak Diharapkan Petani

Fenomena Embun Es di Dieng, Dinanti Wisatawan, Tak Diharapkan Petani

Regional
Kisah Sukses Proyek Rumah Hijau Program BP2BT di Sumatera Selatan

Kisah Sukses Proyek Rumah Hijau Program BP2BT di Sumatera Selatan

Regional
7 Bulan Tak Berhubungan Seks dengan Istri, Pria di Klaten Lampiaskan Nafsu dengan Pamer Alat Kelamin pada Wanita secara Acak

7 Bulan Tak Berhubungan Seks dengan Istri, Pria di Klaten Lampiaskan Nafsu dengan Pamer Alat Kelamin pada Wanita secara Acak

Regional
Satu Pelaku Pemerkosa Pelajar di Bima Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Sumbawa

Satu Pelaku Pemerkosa Pelajar di Bima Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Sumbawa

Regional
Hakim Minta Gubernur Sumbar Mahyeldi Dihadirkan ke Sidang Korupsi KONI Padang

Hakim Minta Gubernur Sumbar Mahyeldi Dihadirkan ke Sidang Korupsi KONI Padang

Regional
Otorita IKN dan Kemenaker Kirim 25 Orang Ikut Pelatihan di Medan dan Samarinda

Otorita IKN dan Kemenaker Kirim 25 Orang Ikut Pelatihan di Medan dan Samarinda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.